Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Andi dan Axel


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Edwin. Andi langsung kembali ke Jakarta. Ia kembali ke kontrakan nya. Di kontrakannya, ia bisa hidup tenang setelah sebelumnya ia berada di rumah Vita yang bak neraka itu.


Andi membersihkan kontrakannya yang sangat kotor sekali. Setelah selesai membersihkan kontrakan, Andi pergi ke pasar untuk beli beras dan beberapa sayuran dan juga buah buah-buahan untuk mengisi kulkas yang kosong.


Andi juga beli bumbu dapur dan peralatan mandi. Setelah selesai, ia kembali ke kontrakannya untuk masak karena dirinya juga sudah sangat lapar sekali dan ia malas untuk beli di luar.


Walaupun Andi punya uang, tapi ia juga harus berhemat. Agar dirinya bisa mengirim uang rutin tiap bulan buat keluarganya di kampung, bisa berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin dan juga bisa nabung untuk masa depan.


Sesekali boleh makan di luar tapi jangan sampai jadi kebiasaan. Misal sebulan maksimal 3x makan di luar.


Hari ini Andi tidak masak yang rumit rumit, ia cuma masak nasi pakai mejikom dan juga goreng ikan asin sama sayur bayam bening lalu buat sambal. Udah itu aja.


Setelah selesai masak, ia pun makan sendirian. Saat dirinya lagi menikmati makanannya, tiba-tiba Hpnya berbunyi.


Andi segera menyelesaikan makanannya, ia tak lupa mencuci piring yang buat ia makan barusan dan membersihkan dapurnya yang sedikit berantakan karena Andi gak suka kotor kotor.


Baru setelah itu ia mengambil Hpnya dan ternyata ada satu pesan masuk dari Axel.


[Assalamualaikum]


Andi pun segera membalasnya


[Waalaikumsalam]


[Kamu sudah sampai mana? Kenapa gak menghubungi aku?]

__ADS_1


[Maaf kemaren sampai di Surabaya, aku langsung Istirahat]


[Sekarang kamu ada dimana?]


[Di Jakarta]


[Kamu sudah balik ke Jakarta?]


[Iya]


[Kamu sudah bertemu sama Alexa?]


[Sudah, aku bertemu dengannya hanya saja dia gak tau aku ada di hotel yang sama bahkan kamarnya bersebelahan.]


[Kamu gak menemui Alexa?]


[Kenapa?]


[ Karena aku melihat dia sudah bahagia bersama laki-laki lain?]


[Laki-laki siapa?]


[Edwin]


[Edwin sahabat kamu?]

__ADS_1


[Iya]


[Kenapa kamu gak nyamperin Alexa dulu dan jelaskan semuanya, kenapa kamu nyerah gitu aja?]


[Aku bukan nyerah. Aku hanya ingin melihat Alexa bahagia. Karena bagiku, Kebahagiaan Alexa lebih penting dari perasaan ku. Aku rela mengalah asal Alexa bisa bahagia bersama orang yang dia cinta. Lagian Edwin itu kan cinta pertama Alexa dan mungkin sampai sekarang Edwin masih ada di hatinya]


[Kamu jangan pesimis gitu, kamu harus memperjuangkan cinta kamu. Aku yakin koh Alexa itu sudah mencintai kamu mengingat sifat dia selama ini yang juga perhatian sama kamu.]


[Tapi itukan menurut kamu, sedangkan bisa jadi menurut Alexa. Edwin adalah laki-laki terbaik untuknya]


[Tapi aku gak suka Alexa nikah sama Edwin]


[Kenapa?]


[Entahlah tapi aku merasa Edwin gak cocok aja sama Alexa beda sama kamu. Kalau sama kamu, aku sangat setuju begitupun dengan Aby sama Umy. Kamu tulus mencintai Alexa, kamu baik, kamu sholeh, kamu penyayang, kamu orang yang sangat sabar, kamu juga gak neka neko.]


[Kamu ngomong gitu karena kamu gak kenal sama Edwin, kalau kamu sudah kenal dan akrab pasti kamu juga akan memujinya dan mendukung hubungan mereka berdua]


[Tapi aku merasa bahwa Alexa gak akan bahagia bersama Edwin. Aku merasa Edwin seperti punya rahasia besar yang di tutup tutupi dan aku gak suka itu]


[Ya sudahlah, jangan mikir negatif terhadap orang lain. Itu gak baik. Aku mau sholat dulu, kita lanjut lagi nanti]


[Oke, maaf ganggu waktu kamu. Assalamualaikum]


[Waalaikumsalam]

__ADS_1


Setelah selesai chatan, Andi pun langsung ambil wudhu dan sholat karena memang waktunya yang sudah tinggal sebentar lagian Andi ingin menenangkan dirinya dengan memohon petunjuk sama Allah agar di berikan jalan yang terbaik dan ia gak menyesal di kemudian hari.


__ADS_2