
Setelah mendengar penjelasan Axel. Alexa pun meminta maaf kepada Aby dan Umy nya karena sudah buat mereka kecewakan. Setelah selesai dan mereka memaafkan.
Alexa segera mandi dan pergi ke kontrakan Andi untuk meminta maaf. Rasa ngantuk yang tadi menderanya seakan hilang gitu aja.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Alexa langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Andi. Alexa tak mau sarapan pagi dulu karena ia bisa sarapan pagi bersama Andi sekalian nanti pergi ke rumah sakit bareng.
Sepanjang jalan menuju kontrakan Andi. Alexa terus saja menangis, ia merasa sangat bersalah kepada Andi. Tak seharusnya ia melakukan hal itu. Di saat Andi berjuang untuknya tapi dirinya malah sibuk jalan-jalan dengan pria lain. Seharusnya Alexa ada untuknya dan membantunya mencari jalan keluarnya. Bukan malah pergi untuk menenangkan diri yang akhirnya malah terbawa suasana dan lupa dengan perasaan Andi.
Bahkan Andi juga rela pergi ke Surabaya untuk menyusul dirinya namun dengan teganya Alexa malah sibuk jalan-jalan dengan Edwin.
Setelah tau kebenarannya, Alexa sangat menyesali. Menyesal karena Edwin tega membohonginya. Bilangnya masih single tapi ternyata sudah punya tunangan di kampung bahkan tahun depan sudah menikah. Dia juga gak jujur tentang Andi yang ke Surabaya bahkan sempat bertemu dengannya dan ngobrol. Alexa benci orang berbohong. Alexa akan menemui Edwin setelah dirinya selesai menyelesaikan masalahnya dengan Andi.
Setelah setengah jam akhirnya Alexa pun sudah sampai di depan kontrakan Andi. Alexa segera turun dari mobil dan langsung mengetok pintu kontrakan Andi.
Dan tak lama kemudian Andi membuka pintu dan betapa kagetnya dirinya, melihat Alexa di depan kontrakannya.
"Assalamualaikum mas," ucap Alexa tersenyum
"Waalaikumsalam. Kamu ngapain di sini?" tanya Andi berusaha menetralkan jantungnya yang seperti melompat-lompat. Ia sangat bahagia melihat orang yang dia cintai ada di depannya.
__ADS_1
"Aku boleh masuk, gak enak bicara berdiri di depan pintu kayak gini," ujar Alexa.
"Ayo-ayo masuk," ucap Andi gugup.
Alexa pun segera masuk ke dalam kontrakan Andi dan duduk di kursi ruang tamu.
"Aku buatkan teh anget dulu ya," ujar Andi.
"Gak usah repot-repot mas. Aku ke sini karena ada satu hal yang ingin aku omongin sama kamu," ucap Alexa.
"Apa?" tanya Andi lembut sambil duduk di kursi yang gak jaduh dari Alexa. Namun ada satu kursi kosong di antara Andi dan Alexa.
"Minta maaf buat apa?" tanya Andi pura-pura gak tau.
"Maaf untuk semua kesalahanku. Maaf sudah gak peka sama perasaan kamu bahkan cenderung mengabaikan perasaan kamu. Maaf di saat kamu memperjuangkan aku tapi aku malah jalan-jalan dengan Edwin. Maaf untuk semuanya. Aku menyesal, sangat menyesal," ujar Alexa menitikkan air mata.
"Kamu gak perlu minta maaf. Jika aku ada di posisi kamu, mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Kamu mau gak balikan lagi sama aku. Aku ingin kita menikah dalam waktu cepat. Agar tak ada lagi yang bisa memisahkan kita kecuali maut," ujar Andi tersenyum.
"Aku mau mas ... aku mau nikah sama kamu. Gimana kalau nikahnya bareng sama Kak Axel dan Afifah aja. Pernikahan mereka 3 Minggu lagi," ujar Alexa.
__ADS_1
"Boleh. Aku akan menghubungi keluarga ku dan memberitahu tentang pernikahan kita," ujar Andi antusias.
"Baiklah. Nanti malam kamu datang ke rumah aku ya untuk membicarakan masalah ini," ucap Alexa. Ia percaya bahwa Andi adalah jodoh yang terbaik untuknya.
"Iya, nanti malam aku akan ke sana," ujar Andi tersenyum.
"Mas sudah sarapan pagi?" tanya Alexa.
"Belum. Tapi aku sudah masak. Kamu sendiri sudah makan belum?" tanya Andi
"Belum juga soalnya aku buru-buru ke sini," ujar Alexa.
"Iya udah kita makan bareng aja. Kebetulan aku masak cukup banyak,"
"Emang aku boleh makan di sini?"
"Boleh dong, ayo," ajak Andi.
Akhirnya Andi dan Alexa pun makan bersama. Setelah selesai mereka pun berangkat ke rumah sakit bersama dengan naik mobil Alexa.
__ADS_1