Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
132. Maaf


__ADS_3

"Siapa perempuan tadi ma?"


"Mamanya Noval, memang papa gak kenal ?" Tanya mama sambil berjalan dengan memeluk lengan papa.


"Enggak! Mungkin papa lupa, karena gak mungkin papa bisa mengingat semuanya."


"Karena dia beda lantai dengan papa." Ucapku membuat Papa berhenti dan melihat ke arahku.


"Oh pantes !"


"Stop!" Cegah ku saat papa dan mama hendak berjalan lagi.


"Aku mau ke Gramedia dulu, mama dan papa silakan terusin acara belanjanya!" Kataku sambil memberikan troli belanjaan kepada papa.


"Bilang aja tidak mau di bilang babu," canda mama.


"Itu Mama sudah tahu, mama dan papa berdua bergandengan tangan aku dorong troli di belakang. Nanti kalau mau pulang kalian telpon aku aja!" Kataku sebelum berjalanan meninggalkan papa dan mama.


"Emang ada apa sih mah?"


"Nggak usah ikut campur itu urusan anak-anak, ayo Kita cari apa yang masih kurang!"


Saat adzan Magrib kami memutuskan untuk melaksanakan sholat magrib di masjid yang kebetulan kami lewati.


"Ma menurut mama apa yang akan terjadi dengan mama Noval?" Tanyaku disela menunggu papa yang lagi ngobrol dengan marbut masjid.


"Ada dua kemungkinan. Yang pertama dia merasa malu dan menjauh Setelah meminta maaf kepada Kia. Yang kedua dia akan meminta maaf dan mendekati Kia untuk."


"Gak usah di teruskan Kia udah paham maksud mama!"


"Good girl !"


"Kalian lagi bahas apa kelihatan serius sekali ?"


"Papa kemal!"


"What kemal!"


"Kepo maksimal,"ucapku sambil berjalan menuju mobil.


🏡 Rumah Noval.


"Bener lelaki tadi papanya Kia?"


"Iya mama. Saat kakek dan nenek Kia meninggal kami berkenalan."


"Aduh gimana ini! Sekarang kamu hubungi Kia bilang mama mau minta maaf. Mama juga akan merestui hubungan antara kalian !"


"Apa sih maksudnya mama."


"Pokoknya sekarang kamu hubungi Kia dan bilang sesuai permintaan mama tadi !"


"Sebenarnya ada apa ma, baru tadi Lo mama menghina Kia di depan mamanya?"


"Lelaki yang tadi kamu bilang Papa Kia adalah pemilik perusahaan di tempat mama bekerja."


"Apa ! Yang bener ma, Mama nggak salah mengenali orang?"


"Mama akui Mama jarang berinteraksi dengan pemilik perusahaan secara langsung,tapi mama dan semuanya juga tahu kalau lelaki tadi itu pemilik perusahaan."


"Terus sekarang karena Mama tahu Kia anak pemilik perusahaan,mama mau minta maaf sama Kia dan merestui hubungan kami begitu ?"

__ADS_1


"Ya iyalah. Siapa juga yang mau menolak berbesan dengan pemilik dua perusahaan besar. Apa kamu tidak tahu kalau papa Kia itu memiliki dua perusahaan ? Yang satu sekarang dikelola oleh anak laki-lakinya kakaknya Kia itu!"


"Arvin maksudnya mama ?"


"Iya, sekarang kamu hubungi Kia. Pasti kamu punya no nya kan !"


"Maaf ma,tapi sekarang aku yang ga mau berhubungan dengan Kia. Mama tahu kenapa ? Karena aku malu dengan kelakuan mama yang selama ini selalu merendahkan Kia. Aku malu, aku tidak layak buat dia!"


"Mau ke mana kamu Noval ? Mama belum selesai bicara Noval !" Tanpa mau mendengarkan kata-kata mamanya Noval masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Kia di rumahnya sedang mengerjakan tugas kantor, yang sengaja dia bawa pulang.


"Karyawan teladan, sudah di rumah masih aja ngerjain urusan kantor."


"Bukan begitu Vin, kalau di kantor justru aku itu gak bisa konsentrasi!"


"kenapa begitu ?"


"Karena di kantor papa dinding saja bisa mendengar."


"Dasar perempuan hobi gosip! Tu di bawah ada mas Raka."


"Lah ngapain nyariin aku ,bukannya biasanya ke sini nyari kamu dia?"


"Karena kemarin waktu lamaran Cantika lu kabur. Udah sana turun udah di tungguin lo!"


"Ko perasaan aneh ya,ga mungkin dia mencariku hanya karena aku kabur di acara lamaran Cantika?" Kataku sambil berjalan menuju ke ruang tamu.


"Bener dulu Om sempat hampir mau melaporkan kakak mu Satria itu. Gara-gara dia Kia harus lahir lebih cepat 2minggu dari jadwalnya !"


"Iya , kemarin sesampai di rumah papa menceritakan semuanya. Karena rasa bersalah itu Satria jadi berubah sedikit penurut."


"Seru banget sih pa."


"Ada perlu apa mas Raka ke sini,?"tanyaku.


"Ada perlu dengan Arvin ,ini mau pergi dengan Arvin . Kia mau ikut,?" tanya Raka.


Sialan Arvin ngerjain aku, awas kamu Arvin !


"Tidak mas, tadi aku mau ambil minum saja kok!" Ucapku sambil bersiap untuk berdiri lagi.


"Di sini aja dulu, temenin nak Raka. Papa mau cari mama, sedang Arvin masih mandi!"


Sialan Kenapa semua orang sengaja mengerjai aku ya?


"Mau kemana mas?"


"Itu mau ketemu temen Arvin yang hendak mengajukan kerja sama buat buka bengkel. Kemarin waktu lamaran Cantika kamu gak keliatan, apa sengaja ngumpet ?"


"Ngapain ngumpet ?"


"Ya siapa tahu malu. Tapi bener juga buat apa juga kamu ngumpet papa kan sudah tahu kamu sepupunya Cantika?"


Sial, iya-iya disana juga ada nenek kakek Cantika dan sepupu yang lain ,ngapain juga aku sembunyi.


"Tapi ada untungnya juga kamu tidak ada di sana! "


"Emang kalau aku ada di sana kenapa,?" ketusku.


"Kamu pasti akan menolakku !"

__ADS_1


"Menolak! Menolak apa?"


Apa papa Raka juga melamarku buat Raka ?


"Gak perlu tahu, salah sendiri kamu kabur !"


Raka sialan, bikin aku takut saja. Kenapa pikiran ku jadi tidak tenang begini.


"Ayo mas!"


"Kita pergi dulu,Kia." Ucap Raka sambil mengusap kepalaku.


"Apaan sih,"ucapku sambil menepis tangannya.


"Adikmu bikin gemes."


"Belum halal gak boleh aneh-aneh mas."


"Kalian semua gak jelas !" Ucapku sambil berjalan menuju kamarku.


🎼✉️ Noval


Maafkan mamaku selama ini.


Jika mamaku berusaha mendekati mu lagi, tolong menjauh lah.


^^^Me^^^


^^^Apa maksudnya ^^^


🎼✉️


Mama ku ada niat untuk mendekati mu.


Aku malu sama kamu,jadi aku mohon menjauh dari mama ku


^^^Me^^^


^^^Berarti kamu sudah tidak mau berteman denganku^^^


🎼✉️


Bukan begitu


Aku tidak mau kamu d manfaat mama ku.


^^^me^^^


^^^Oke, gw paham maksudnya ^^^


🎼✉️


Terima kasih, maaf sekali lagi


Selamat malam


Selamat istirahat


Semoga mimpi indah


^^^Me^^^

__ADS_1


^^^Sama-sama kamu juga ^^^


Lelaki yang baik tapi sayang namanya kaya begitu. Allhamdullilah kedua orang tuaku tidak seperti itu.


__ADS_2