
"Hyuk rupanya dia anak Dewan Bestari", suara Bram terdengar dari kursi belakang. yang di maksud bram pasti Keara.
"Benar tuan. ia anak angkat".
"Kau suka padanya Hyuk?",
"Tidak tuan".
"Baguslah, karena proyek bisnis kita sangat besar, aku berniat menjodohkan Petra dengan salah satu putri Dewan Bestari".
Degh!!.....
refleks Hyuk menambah sedikit kecepatan mobilnya. Bram tergelak di kursi belakang.
"Kalau Petra dengan gadis itu bagaimana menurutmu Hyuk?, siapa ya namanya....Keara hahaha".
tuan apa mau mu. kenapa kau menjebakku dengan pertanyaan bodoh itu. terserah kau mau menjodohkan dengan siapa bukan urusanku.
"Sepertinya serasi tuan".
"Benarkah?, sepertinya gadis itu menyukai mu Hyuk". Hyuk hanya terdiam. rupanya tuan Bram sudah terpengaruh dengan sifat brisik nona Ariani. batin Hyuk kesal.
"Tidak tuan, kami hanya tidak sengaja bertemu".
"Kami?...hahahaha!. bahkan kau menyebut kami". Bram kembali tertawa.
terserah pada mu tuan asal ku senang.
__ADS_1
kalau menurut Hyuk Keara bukan selera Petra. gadis seperti Cecilia lah yang biasa Petra kejar. tapi bisa jadi juga Petra jatuh hati pada Keara yang ramah dan hangat. Hyuk membelokan mobilnya di pelataran parkir gedung Admaja Group.
***
Keara sibuk di depan komputernya. segelas kopi dan dua buah pisang ambon jadi sarapannya. ia mengedit beberapa artikel. minggu ini nyonya Admaja Group akan jadi topik di rubrik mereka. dan Keara bertugas mewawancari Nyonya Ariani. kemarin malam saat di pesta Keara melihat sosok Ariani yang ramah, hangat dan mempesona dengan kesederhanaannya. sepertinya ia sangat menyenangkan. pikir Keara. ia bersiap.mengatur janji bertemu dengan Ariani. tentunya melalui Bram dan Hyuk. mereka tembok tebal yang sangat susah di ajak bicara. pertama Keara menghubungi sekertaris tuan Bram. lalu di sambungkan pada Hyuk.
"Ada apa?". suara dingin disana membuat Keara ciut. entah kenapa ia berdebar setiap kali bertemu atau hanya mendengar suara lelaki itu.
"Ada waktu tuan",
"Aku sibuk, apa mau mu?".
sangat tidak bisa diajak basa basi. batin Keara kesal.
"Esok aku ingin bertemu nyonya Bram. ia akan mengisi rubrik mingguan di majalah kami. sekaligus fotonya jadi sampul majalah kami".
"Iyaaaa aku paham tuan. aku harus berhati-hati kan?.
"Untuk sampul majalah, urungkan saja niat itu. tuan Bram tak akan mengizinkannya".
"Tapi bisakah aku bertemu dengan Nyonya Ariani besok?". suara di ujung terdengar berharap.
"Kau punya waktu satu jam besok, di mulai jam delapan pagi".
"Baik tuan. terimakasih ya...kau....".
tut...tut....tut...
__ADS_1
sambungan telpon sudah di matikan. Keara mendengus pelan. setidaknya besok ia berhasil akan menemui Ariani.
Keara teringat Cecilia menanyakan perihal Hyuk. Keara sendiri tak banyak tau soal lelaki itu. ia baru tau kalau Hyuk asisten pribadi tuan Bram dan ia menjadi orang kedua setelah tuan Bram di Admaja Group. ia ikut andil dengan kemajuan pesat Admaja Group. lelaki yang kaku dan misterius. Keara jadi tertarik mencari tau soal Hyuk. lagi pula yang akan ayah jodohkan dengan tuan muda Admaja Group itu kan Cecil. jadi ia bebas mengejar Hyuk. Keara merapikan meja kerjanya. memasukan ponsel kedalam tas dan mengambil kameranya dari dalam laci. ia melepas id card nya dan bergegas keluar. ia tadi sudah minta izin pada atasannya mau ada kepentingan pribadi. Keara turun dari mobilnya. ia duduk di coffeshop tak jauh dari gedung mewah Admaja Group. di sinilah ia mengurusi kepentingan pribadinya nya itu. ia mematai-matai Hyuk dengan kameranya yang siap membidik gerak-gerik lelaki itu. tak lama Hyuk terlihat keluar dari gedung Admaja Group lengkap dengan jas dan kacamata hitam. terlihat keren sekali. Keara membidikan kameranya. ia berjalan agak jauh dari Hyuk setiap ada kesempatan ia akan mengambil foto lelaki itu. tiba-tiba Hyuk menghilang. ada beberapa lorong di dekat taman itu. Keara jadi bingung kemana lelaki itu menghilang. Hyuk seperti siluman. pikir Keara. ia mencoba mencari kemana arah Hyuk pergi. dari belakang ada yang membekap mulut kiara dan memeluk pinggangnya dengan kuat sekali. seolah tulangnya mau remuk.
"Mau apa kau?!". suara berat itu. Keara mengenalinya. Hyuk melepas tangannya dari Keara. ia melepas kacamata hitamnya dan memandang jengah pada gadis di depannya yang sedang kesakitan memegangi pinggangnya.
"Tuan kau mengagetkan ku",.
"Aku hanya mau mengambil foto mu saja", Keara masih terlihat kesakitan. Hyuk sedikit iba juga melihat gadis itu.
"Untuk apa?".
"Untuk.....untuk ku saja hahaha",. Keara tertawa tak jelas. Hyuk menarik lengan Keara mengajaknya ke taman dan duduk disana.
"Tuan kau sudah makan?". Hyuk diam tak bergeming. ia memandang air mancur di depannya. pikirannya sedang menerawang entah kemana.
Kiara memandang wajah tampan di sampingnya.
"Ayo pergi", Hyuk berdiri dari duduknya. sementara Keara yang tidak tau mau pergi kemana malah mengekor mengikuti Hyuk samapi ke mobil. Keara ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Hyuk.
"Kita mau kemana tuan?",
"Makan".
wajah Keara langsung sumringah. Hyuk membelokkan mobilnya di sebuah restoran itali. ia mengajak Keara turun. beberapa pelayan memberi salam pada Hyuk. ruapanya ia sudah sering kemari. pikir Keara. keduanya duduk di salah satu meja kosong. Hyuk sudah memesan makanan buat mereka berdua. Keara tinggal menikmati saja.
"Kia", seorang wanita cantik menyapa Keara. dia adalah Cecilia. Kiara gelagapan. pandangan Cecilia beralih pada Hyuk yang masih cuek tak mempedulikan kahadirannya.
__ADS_1