
Pagi ini , raii ketiduran setelah semalaman membaca buku cerita pengantar tidur untuk putri kecil nya yang tak kunjung tidur karena perbedaan jam barangkali . hari ini adalah hari terakhir mereka di Seoul urusan pekerjaan sekaligus memenuhi undangan tuan Kim dan nona Kim , Bukan hanya menjadi suami idaman tapi juga ia merupakan sosok ayah idaman , ia menjaga qayla dan juga putri kecilnya dengan begitu baik tak kekurangan sedikit pun .
Pelan-pelan qayla menatap wajah suaminya itu yang terkena sinar matahari hari sambil tersenyum manis . " Wah , sayang . Lihat ayah mu tampan sekali kan " seru qayla tersenyum menggendong putrinya itu ,
" Tentu saja . " Sahut raii , mengangetkan qayla
" Oh , kamu sudah bangunn .. " gumam qayla .
" Ehm .. " seru raii tersenyum mengecup qayla dan gantian dengan putrinya .
Lalu mereka bersiap untuk menuju kediaman tuan dan nona Kim , pasangan suami-istri asal Korea yang menjalin kerjasama dengan perusahaan raii tapi tak hanya sebuah hubungan kerja saja melainkan kami sudah menjadi kerabat .
Ahyar dan Melda sudah lebih dulu jalan , lalu di susul dengan raii dan qayla . Sesampainya mereka di sana , tentunya langsung di sambut begitu mewah .
" Ahhh , yaampun lucu-lucu banget si sayang .. " seru nona Kim mencupit gemas pipi anak kami masing-masing ,
Dan saat itu juga Lyn tersenyum bahagia menghampiri , memeluk qayla dan juga Melda . " Halo , sayang . Cantik dan tampan bagett si " sapa Lyn ikut gemas menggenggam kedua tangan para baby
Saat tapi tengah asik berbincang , anak-anak tak terlalu suka jika hanya berdiam . hal hasil mereka menarik-narik untuk jalan pergi mengikutinya mencari tempat yang menurut mereka lebih seru ,
" Maaf ya nona Kim .. kalian lanjutlah berbincang " seru qayla mengikuti putrinya itu .
Tak lama dari itu kini tibalah giliran , Melda yang ternyata putranya juga ingin ikut berjalan . Karena mereka lahir tak jauh dan sering bersama jadi nya mereka sering merasa dekat . Melda pun juga menyusul qayla dan putri kecilnya ,
Yang tentunya juga akhirnya di ikuti dari belakang oleh yang lainnya , " aduhh lucu banget yaa . Apa kalian gak ada niatan mau jodohin mereka gitu .. " seru nona Kim benar-benar gemas melihatnya .
" Tentunya kami tak akan keberatan . Tapi rasanya masih jauh kesana .. " Sahut raii tersenyum dan juga ahyar .
" Mereka pasti jadi bahan perebutan saat kumpul bersama , " seru tuan Kim
" wah , bagaimana tuan Kim tahu . Kami berempat seringkali di minta untuk pergi tanpa anak-anak kami .. " ujar ahyar
Ya , keluarga Nugraha seringkali menyuruh raii dan ahyar untuk sering-sering pergi kencan dan membiarkan anak-anak bersama mereka . Bahkan tak segan-segan mereka menyuruh kami untuk sering-sering membuat anak .
Mereka semua menghabiskan waktu begitu penuh kelucuan apa lagi melihat tingkah si dua baby yang tak ada diam nya , sampai Sore hari ini mereka pun berpamitan . Akan kembali ke Jakarta ,
***
Esok harinya setelah sudah sehari di Jakarta , " jangan lupa nanti malam yaa .." ujar qayla merapihkan baju raii
" Sepertinya kamu begitu semangat .. " seru raii
" Apaan ini , kau masih saja cemburu ? "
" Ehm .. apa tidak boleh aku cemburu , "
" Ayolah .. cinta ku hanya untuk mu " gumam qayla
" Kalau itu aku juga tahu , " bisik raii tersenyum mengecup qayla . Ia pun melihat putri kecil nya yang sedang terjadi tertidur pulas di sofa dan mencium nya juga , Sebelum akhirnya ia berangkat ke smiling flower .
Seperti biasa semua bersibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing . Di sela-sela kesibukan sore , raii menyempatkan untuk menelpon seseorang .
" Sebenarnya gua malas menghubungi lu tapi karena gua kasihan liat lu . jadi , datang malam nanti di resto Batavia ! "
" Yang lain juga sudah memberitahu gua . Tadi gua juga mampir ke rumah lu , anak kalian benar-benar mengemaskan . Ia bahkan tak ingin lepas dari gendongan gua "
" Apa ! "
" Jangan bilang kalau lu merasa tersaingi ? "
" Wah ! gua ? yang benar saja . Lu gak ada apa-apanya di banding gua ! " Ucap raii
Membuat si lawan bicara di sebrang sana tertawa renyah , " oke-oke . Thanks , udah mau hubungi gua .. "
" Cih ! Gua melakukan itu bukan untuk mendapat ucapan terimakasih . " Ucap raii menutup panggilan nya ,
Makan malam pun tiba , kini para pasutri pun sudah sampai di resto Batavia . Dengan para suami yang menggendong anak-anak mereka ,
" Ahhh aduhhh sayang-sayangnya aunty lifah .. " seru lifah heboh yang lebih dulu sampai di sana . mengambil alih gendong mereka satu persatu , pandangan lifah tak henti dari ponakan nya itu .
" Bukankah mereka terlihat cepat sekali besar . Baru beberapa hari kalian di Seoul , ahh aunty merindukan kalian sayang " ujar lifah memberikan hadiah mainan .
" Kau hampir melupakan aku dan Melda .. " seru qayla
" Haha , abis jujur saja pusat perhatian sudah tertuju dengan ponakan-ponakan ku ini di banding orang tua mereka . Jadi bagaimana kabar kalian ? " Tanya lifah
" Baik , kamu sendiri bagaimana ? "
" Kalau kalian baik , aku pun .. tapi apa kalian lupa aku adalah orang yang super duper sibuk sekarang ini " Sahut lifah
" Yakin ? Sepertinya aku tidak yakin . " Ucap Melda melirik lifah dengan lirikan penuh kecurigaan
__ADS_1
" Sok tahu , Dae sayang . lihat ibu mu .. benar-benar menyebalkan " seru lifah , yang di balas senyuman lugu tak tahu apa-apa Dae . Putranya Melda dan ahyar ,
" Oh ya lif . titip anak-anak ya , biar kita yang pesan makanan lainnya . " Ucap qayla
" Pesan makanannya harus berempat begitu . Gitu ! " Seru lifah
" Iyalah , sosweet kan . Bye .. Sorry kalau irii .. " sahut Melda meledek dan pergi menggandeng ahyar . Begitu juga dengan qayla ,
" Apaan mereka itu , makin menggelikan saja melihat kebucinan mereka ck ..ck .. " gumam lifah geleng-geleng kepala ,
" Sayang , semoga kalian gak geli juga ya ngelihat kealayan orang tua kalian .. " seru lifah tersenyum duduk ditengah-tengah dua baby . Dua baby bermain menggenggam Hadian pemberian lifah sambil ngoceh-ngoceh berisik ,
" Oh , apa kalian suka hadiahnya .. nanti aunty lifah belikan lagi ya sayang . " Ujar lifah momong mereka , saat tengah asik berbincang . Dae putra Melda dan ahyar menjatuhkan mainan itu . Buru-buru ia rewel ingin turun dari tempat duduknya ingin mengambil mainan tersebut , hingga membuat lifah repot .
" Bentar sayang , nanti aunty yang ambilkan .. tunggu dulu .. " seru lifah memangku queenzee putri nya qayla dan juga raii . Tapi Dae gak ngerti begitu rewel , " Sebentar duluu ya .. " gumam lifah hendak jongkok menurunkan keduanya . Tapi Dae lagi-lagi berontak ingin segera mendapatkan mainan yang jatuh itu lagi ,
" Nah Ini . " seru Ian tersenyum memberikan mainan itu pada dae yang langsung menatap ya , begitu pun lifah ia tampak terkejut mendapati Ian di depan matanya .

" Tampaknya kau kewalahan menjaga mereka . " Sahut Ian duduk di samping lifah memangku queenzee , dan melihat nya .

" Cih , apa si .. " ucap lifah dengan jengah membuang pandangan ke luar jendela . Ian bahkan juga tak beralih melihat lifah ,
" Kalau jagain baby itu fokus ! Jangan ngelihatin ku terus ! Kau mau melototin aku setahun juga .. aku gak akan tambah cakep kok !" Ujar lifah ,
" Eh , tapi kami bukan ... "
Sementara Ian tersenyum menjawab Pujia sang ibu-ibu itu , " ah ya . terimakasih .. " sahut Ian menanggapi ibu-ibu itu seperti mereka adalah sepasang suami istri dengan anak-anak mereka .
" Ngomong apa si dia ! " Gumam lifah ,
" Sayang , di mana ibu dan ayah kalian . Kenapa tidak balik-balik , jangan bilang Mereka sedang berkencan kan .. bagaimana kalau kita cari mereka , yuk Dae. " Ujar lifah hendak pergi dari Ian alias menghindar .
" Lif . Berhentilah lari dari ku , jangan terus mengindari ku . Maafkan aku atas segalanya , maaf karena tak tahu bagaimana perasaan mu . aku berpikir jika kau .. "
" Apa maksudmu ! Aku tidak menghindar dari mu . Ish Jangan terlalu percaya diri ," sahut lifah segera dengan cepat . , " Hei ! Ian . " Seru nya yang masih di tatap Ian
" Aku ingin menyampaikan ini , "
" Ya ? "
" Tolong lupakan soal waktu itu . "
" Apa ? "
" soal pengakuan cinta ku , kurasa aku hanya terlalu terbawa suasana hingga mendadak hilang akal . Jadi kau tidak perlu khawatir karena aku akan menyingkirkan perasaan pribadi ku , agar kita tak perlu canggung seperti ini untuk bertemu kembali nantinya .. " seru lifah menundukkan kepalanya
" Aku tidak mau . " Ucap Ian ,
__ADS_1
" Apa ? " Gumam lifah kini melihat Ian
" Aku tidak mau melupakannya . Maaf , lif . Seharusnya aku mengatakannya Sebelum kamu , aku bodoh sekali . Aku juga menyukai mu " seru Ian
Membuat lifah membelalakkan matanya tak percaya , " luar biasa , " ucap lifah merespon . Tentu nya buat Ian tertawa ,
" Manis nya .. " seru Ian mengelus kepala lifah ,
" Ku pikir kau akan mencampakkan ku . maksudku . Ku pikir kau tidak akan tertarik pada ku .. "
" Aku tidak sepanjang waktu bersama dengan orang yang aku tidak suka , dan lebih itu aku tidak mendengarkan tangisan yang begitu sangat lama . selain itu , tidak setelah bekerja . Itu berarti istimewa dan aku sangat tertarik pada mu "
" Apa ini mimpi ? " Gumam lifah masih terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan .
" Bukan mimpi .. jadi jangan pernah lari dari ku , aku sedih sekali melihat nya . " Sahut Ian tersenyum ,
" Baiklah , aku tidak akan lari dari mu .. " ujar lifah yang kini tersenyum .
" Kalau begitu , menikahlah denganku . Aku melamar mu " seru Ian , yang kini benar-benar membuat lifah terkejut sampai menutup mulutnya dengan tangannya .
" Tolong beri aku jawabannya .. " sambung Ian
" Yaa , aku mau .. " jawab lifah begitu bahagia tersenyum , saat mereka hendak menyalurkan kebahagiaan mereka dengan berpelukan .
" Yailah tahan dulu kali belum halal ... Gak tahan banget kayanya " Seru Melda tiba-tiba pula mereka semua datang ,
" Kalian ini . Jangan bilang jika ini semua kerjaaan kalian ? " Ucap lifah
" Siapa lagi emang kalau bukan kita .. melihat mu setengah mati ambyar di ujung kegalauan gitu " sahut Melda , " btw . Qayla lah yang punya ide agar kalian bisa bertemu karena pelarian mu itu . " seru Melda
" Ahh , kalian iniii ... " Gumam lifah memberikan Dae dengan ahyar dan memeluk Sabahat nya .
\*\*\*
Dan tibalah di Hari H pernikahan mereka , lifah tampak begitu anggun nan cantik . Sementara Ian begitu tampan berdiri menyambut lifah . Yang tengah berjalan di iringi qayla dan melda menghampiri mempelai laki-laki setelah selesai pembacaan ikrar ijab Kabul .
Pernikahan mereka benar-benar di gelar megah dengan mengusung tema bak pernikahan bernuansa macam di Korea Selatan ,
Semua orang yang hadir begitu khidmat menyaksikan pernikahan mereka dan menjadi saksi bisu cinta mereka . bahagia menyelimuti hati mereka .
Bahkan kedatangan Mimin kesana di sambut hangat , diam-diam di antara banyaknya orang . Mimin tersenyum melihat mereka .
Tiba-tiba raii mengulurkan tangannya , menyentuh pundak mimin pelan . " Tidak ada jalan yang tak berujung , aku tahu semua hal akan ada akhirnya . Semua cerita akan ada endingnya . Jadi mari kita akhirnya ini dengan bahagia . "
Lalu di susul dengan qayla , yang juga menggenggam tangan Mimin .
...Senyum bahagia menghiasi wajah mereka...
...🍁🍁🍁...
Dan itulah akhirnya dari cinta dalam diam .
by : shaqilah.A 🌻
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah membaca cerita Mimin yang barangkali begitu banyak kurangnya ini , annyeong 👋 sampai ketemu di next cerita mimin ..
__ADS_1