Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
happy ending


__ADS_3

Pagi ini , raii ketiduran setelah semalaman membaca buku cerita pengantar tidur untuk putri kecil nya yang tak kunjung tidur karena perbedaan jam barangkali . hari ini adalah hari terakhir mereka di Seoul urusan pekerjaan sekaligus memenuhi undangan tuan Kim dan nona Kim , Bukan hanya menjadi suami idaman tapi juga ia merupakan sosok ayah idaman , ia menjaga qayla dan juga putri kecilnya dengan begitu baik tak kekurangan sedikit pun .



Pelan-pelan qayla menatap wajah suaminya itu yang terkena sinar matahari hari sambil tersenyum manis . " Wah , sayang . Lihat ayah mu tampan sekali kan " seru qayla tersenyum menggendong putrinya itu ,


" Tentu saja . " Sahut raii , mengangetkan qayla


" Oh , kamu sudah bangunn .. " gumam qayla .


" Ehm .. " seru raii tersenyum mengecup qayla dan gantian dengan putrinya .


Lalu mereka bersiap untuk menuju kediaman tuan dan nona Kim , pasangan suami-istri asal Korea yang menjalin kerjasama dengan perusahaan raii tapi tak hanya sebuah hubungan kerja saja melainkan kami sudah menjadi kerabat .


Ahyar dan Melda sudah lebih dulu jalan , lalu di susul dengan raii dan qayla . Sesampainya mereka di sana , tentunya langsung di sambut begitu mewah .


" Ahhh , yaampun lucu-lucu banget si sayang .. " seru nona Kim mencupit gemas pipi anak kami masing-masing ,


Dan saat itu juga Lyn tersenyum bahagia menghampiri , memeluk qayla dan juga Melda . " Halo , sayang . Cantik dan tampan bagett si " sapa Lyn ikut gemas menggenggam kedua tangan para baby


Saat tapi tengah asik berbincang , anak-anak tak terlalu suka jika hanya berdiam . hal hasil mereka menarik-narik untuk jalan pergi mengikutinya mencari tempat yang menurut mereka lebih seru ,


" Maaf ya nona Kim .. kalian lanjutlah berbincang " seru qayla mengikuti putrinya itu .



Tak lama dari itu kini tibalah giliran , Melda yang ternyata putranya juga ingin ikut berjalan . Karena mereka lahir tak jauh dan sering bersama jadi nya mereka sering merasa dekat . Melda pun juga menyusul qayla dan putri kecilnya ,



Yang tentunya juga akhirnya di ikuti dari belakang oleh yang lainnya , " aduhh lucu banget yaa . Apa kalian gak ada niatan mau jodohin mereka gitu .. " seru nona Kim benar-benar gemas melihatnya .


" Tentunya kami tak akan keberatan . Tapi rasanya masih jauh kesana .. " Sahut raii tersenyum dan juga ahyar .


" Mereka pasti jadi bahan perebutan saat kumpul bersama , " seru tuan Kim


" wah , bagaimana tuan Kim tahu . Kami berempat seringkali di minta untuk pergi tanpa anak-anak kami .. " ujar ahyar


Ya , keluarga Nugraha seringkali menyuruh raii dan ahyar untuk sering-sering pergi kencan dan membiarkan anak-anak bersama mereka . Bahkan tak segan-segan mereka menyuruh kami untuk sering-sering membuat anak .


Mereka semua menghabiskan waktu begitu penuh kelucuan apa lagi melihat tingkah si dua baby yang tak ada diam nya , sampai Sore hari ini mereka pun berpamitan . Akan kembali ke Jakarta ,


***


Esok harinya setelah sudah sehari di Jakarta , " jangan lupa nanti malam yaa .." ujar qayla merapihkan baju raii


" Sepertinya kamu begitu semangat .. " seru raii


" Apaan ini , kau masih saja cemburu ? "


" Ehm .. apa tidak boleh aku cemburu , "


" Ayolah .. cinta ku hanya untuk mu " gumam qayla


" Kalau itu aku juga tahu , " bisik raii tersenyum mengecup qayla . Ia pun melihat putri kecil nya yang sedang terjadi tertidur pulas di sofa dan mencium nya juga , Sebelum akhirnya ia berangkat ke smiling flower .



Seperti biasa semua bersibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing . Di sela-sela kesibukan sore , raii menyempatkan untuk menelpon seseorang .


" Sebenarnya gua malas menghubungi lu tapi karena gua kasihan liat lu . jadi , datang malam nanti di resto Batavia ! "


" Yang lain juga sudah memberitahu gua . Tadi gua juga mampir ke rumah lu , anak kalian benar-benar mengemaskan . Ia bahkan tak ingin lepas dari gendongan gua "


" Apa ! "


" Jangan bilang kalau lu merasa tersaingi ? "


" Wah ! gua ? yang benar saja . Lu gak ada apa-apanya di banding gua ! " Ucap raii


Membuat si lawan bicara di sebrang sana tertawa renyah , " oke-oke . Thanks , udah mau hubungi gua .. "


" Cih ! Gua melakukan itu bukan untuk mendapat ucapan terimakasih . " Ucap raii menutup panggilan nya ,




Makan malam pun tiba , kini para pasutri pun sudah sampai di resto Batavia . Dengan para suami yang menggendong anak-anak mereka ,



" Ahhh aduhhh sayang-sayangnya aunty lifah .. " seru lifah heboh yang lebih dulu sampai di sana . mengambil alih gendong mereka satu persatu , pandangan lifah tak henti dari ponakan nya itu .



" Bukankah mereka terlihat cepat sekali besar . Baru beberapa hari kalian di Seoul , ahh aunty merindukan kalian sayang " ujar lifah memberikan hadiah mainan .



" Kau hampir melupakan aku dan Melda .. " seru qayla



" Haha , abis jujur saja pusat perhatian sudah tertuju dengan ponakan-ponakan ku ini di banding orang tua mereka . Jadi bagaimana kabar kalian ? " Tanya lifah



" Baik , kamu sendiri bagaimana ? "



" Kalau kalian baik , aku pun .. tapi apa kalian lupa aku adalah orang yang super duper sibuk sekarang ini " Sahut lifah



" Yakin ? Sepertinya aku tidak yakin . " Ucap Melda melirik lifah dengan lirikan penuh kecurigaan

__ADS_1



" Sok tahu , Dae sayang . lihat ibu mu .. benar-benar menyebalkan " seru lifah , yang di balas senyuman lugu tak tahu apa-apa Dae . Putranya Melda dan ahyar ,



" Oh ya lif . titip anak-anak ya , biar kita yang pesan makanan lainnya . " Ucap qayla



" Pesan makanannya harus berempat begitu . Gitu ! " Seru lifah



" Iyalah , sosweet kan . Bye .. Sorry kalau irii .. " sahut Melda meledek dan pergi menggandeng ahyar . Begitu juga dengan qayla ,



" Apaan mereka itu , makin menggelikan saja melihat kebucinan mereka ck ..ck .. " gumam lifah geleng-geleng kepala ,



" Sayang , semoga kalian gak geli juga ya ngelihat kealayan orang tua kalian .. " seru lifah tersenyum duduk ditengah-tengah dua baby . Dua baby bermain menggenggam Hadian pemberian lifah sambil ngoceh-ngoceh berisik ,



" Oh , apa kalian suka hadiahnya .. nanti aunty lifah belikan lagi ya sayang . " Ujar lifah momong mereka , saat tengah asik berbincang . Dae putra Melda dan ahyar menjatuhkan mainan itu . Buru-buru ia rewel ingin turun dari tempat duduknya ingin mengambil mainan tersebut , hingga membuat lifah repot .



" Bentar sayang , nanti aunty yang ambilkan .. tunggu dulu .. " seru lifah memangku queenzee putri nya qayla dan juga raii . Tapi Dae gak ngerti begitu rewel , " Sebentar duluu ya .. " gumam lifah hendak jongkok menurunkan keduanya . Tapi Dae lagi-lagi berontak ingin segera mendapatkan mainan yang jatuh itu lagi ,



" Nah Ini . " seru Ian tersenyum memberikan mainan itu pada dae yang langsung menatap ya , begitu pun lifah ia tampak terkejut mendapati Ian di depan matanya .



![](contribute/fiction/1722853/markdown/16263207/1667190244526.jpg)



" Tampaknya kau kewalahan menjaga mereka . " Sahut Ian duduk di samping lifah memangku queenzee , dan melihat nya .



![](contribute/fiction/1722853/markdown/16263207/1667190244536.jpg)



" Cih , apa si .. " ucap lifah dengan jengah membuang pandangan ke luar jendela . Ian bahkan juga tak beralih melihat lifah ,



" Kalau jagain baby itu fokus ! Jangan ngelihatin ku terus ! Kau mau melototin aku setahun juga .. aku gak akan tambah cakep kok !" Ujar lifah ,




" Eh , tapi kami bukan ... "



Sementara Ian tersenyum menjawab Pujia sang ibu-ibu itu , " ah ya . terimakasih .. " sahut Ian menanggapi ibu-ibu itu seperti mereka adalah sepasang suami istri dengan anak-anak mereka .



" Ngomong apa si dia ! " Gumam lifah ,



" Sayang , di mana ibu dan ayah kalian . Kenapa tidak balik-balik , jangan bilang Mereka sedang berkencan kan .. bagaimana kalau kita cari mereka , yuk Dae. " Ujar lifah hendak pergi dari Ian alias menghindar .



" Lif . Berhentilah lari dari ku , jangan terus mengindari ku . Maafkan aku atas segalanya , maaf karena tak tahu bagaimana perasaan mu . aku berpikir jika kau .. "



" Apa maksudmu ! Aku tidak menghindar dari mu . Ish Jangan terlalu percaya diri ," sahut lifah segera dengan cepat . , " Hei ! Ian . " Seru nya yang masih di tatap Ian



" Aku ingin menyampaikan ini , "



" Ya ? "



" Tolong lupakan soal waktu itu . "



" Apa ? "



" soal pengakuan cinta ku , kurasa aku hanya terlalu terbawa suasana hingga mendadak hilang akal . Jadi kau tidak perlu khawatir karena aku akan menyingkirkan perasaan pribadi ku , agar kita tak perlu canggung seperti ini untuk bertemu kembali nantinya .. " seru lifah menundukkan kepalanya



" Aku tidak mau . " Ucap Ian ,


__ADS_1


" Apa ? " Gumam lifah kini melihat Ian



" Aku tidak mau melupakannya . Maaf , lif . Seharusnya aku mengatakannya Sebelum kamu , aku bodoh sekali . Aku juga menyukai mu " seru Ian



Membuat lifah membelalakkan matanya tak percaya , " luar biasa , " ucap lifah merespon . Tentu nya buat Ian tertawa ,



" Manis nya .. " seru Ian mengelus kepala lifah ,



" Ku pikir kau akan mencampakkan ku . maksudku . Ku pikir kau tidak akan tertarik pada ku .. "



" Aku tidak sepanjang waktu bersama dengan orang yang aku tidak suka , dan lebih itu aku tidak mendengarkan tangisan yang begitu sangat lama . selain itu , tidak setelah bekerja . Itu berarti istimewa dan aku sangat tertarik pada mu "



" Apa ini mimpi ? " Gumam lifah masih terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan .



" Bukan mimpi .. jadi jangan pernah lari dari ku , aku sedih sekali melihat nya . " Sahut Ian tersenyum ,



" Baiklah , aku tidak akan lari dari mu .. " ujar lifah yang kini tersenyum .



" Kalau begitu , menikahlah denganku . Aku melamar mu " seru Ian , yang kini benar-benar membuat lifah terkejut sampai menutup mulutnya dengan tangannya .



" Tolong beri aku jawabannya .. " sambung Ian



" Yaa , aku mau .. " jawab lifah begitu bahagia tersenyum , saat mereka hendak menyalurkan kebahagiaan mereka dengan berpelukan .



" Yailah tahan dulu kali belum halal ... Gak tahan banget kayanya " Seru Melda tiba-tiba pula mereka semua datang ,



" Kalian ini . Jangan bilang jika ini semua kerjaaan kalian ? " Ucap lifah



" Siapa lagi emang kalau bukan kita .. melihat mu setengah mati ambyar di ujung kegalauan gitu " sahut Melda , " btw . Qayla lah yang punya ide agar kalian bisa bertemu karena pelarian mu itu . " seru Melda



" Ahh , kalian iniii ... " Gumam lifah memberikan Dae dengan ahyar dan memeluk Sabahat nya .



\*\*\*



Dan tibalah di Hari H pernikahan mereka , lifah tampak begitu anggun nan cantik . Sementara Ian begitu tampan berdiri menyambut lifah . Yang tengah berjalan di iringi qayla dan melda menghampiri mempelai laki-laki setelah selesai pembacaan ikrar ijab Kabul .



Pernikahan mereka benar-benar di gelar megah dengan mengusung tema bak pernikahan bernuansa macam di Korea Selatan ,



Semua orang yang hadir begitu khidmat menyaksikan pernikahan mereka dan menjadi saksi bisu cinta mereka . bahagia menyelimuti hati mereka .



Bahkan kedatangan Mimin kesana di sambut hangat , diam-diam di antara banyaknya orang . Mimin tersenyum melihat mereka .



Tiba-tiba raii mengulurkan tangannya , menyentuh pundak mimin pelan . " Tidak ada jalan yang tak berujung , aku tahu semua hal akan ada akhirnya . Semua cerita akan ada endingnya . Jadi mari kita akhirnya ini dengan bahagia . "



Lalu di susul dengan qayla , yang juga menggenggam tangan Mimin .



...Senyum bahagia menghiasi wajah mereka...



...🍁🍁🍁...



Dan itulah akhirnya dari cinta dalam diam .


by : shaqilah.A 🌻



Terimakasih untuk para pembaca yang sudah membaca cerita Mimin yang barangkali begitu banyak kurangnya ini , annyeong 👋 sampai ketemu di next cerita mimin ..

__ADS_1


__ADS_2