Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kejutan Hidup Hyuk


__ADS_3

Hyuk berjalan menyusuri lorong. ia melepas jasnya dan sekarang hanya mengenakan kemeja hitam nya. wajahnya terlihat dingin dan marah. pengawal tuan Ma berjajar melihatnya. tak ada yang menyentuhnya. mereka hanya saling pandang akan diapakan lelaki muda itu. mereka menunggu perintah tuan Ma.


"Dimana kalian menyekapnya?". Hyuk bertanya datar. ia mencari keberadaan Keara. Hyuk sendiri juga bingung kenapa tak ada yang menyerangnya dari tadi.


"Dia di tempat aman". Hyuk langsung menarik lelaki itu dan menghantamnya. yang lain terprovokasi dan menyerang Hyuk dengan brutal. pelipis Hyuk berdarah, tangannya juga terluka. dari bibirnya keluar darah. Hyuk bangun dan berjalan. dua orang pengawal berbadan tegap dan besar menyeretnya ke sebuah ruangan. mereka membanting tubuh Hyuk di depan Keara yang duduk di lantai dengan tanga terikat. Hyuk menatap Keara, ia tersenyum senang bisa menemukan gadis itu dengan selamat. Hyuk meletakkan kepalanya dinpangkuan Keara. sementara Keara yang melihat kondisi Hyuk menagis sejadinya. ia ingin berteriak tapi bibirnya terplester dan tangannya masih terikat. Seseorang datang. semua pengawal memberi hormat.


"Bangunkan dia". Kata lelaki tua itu. pengawal membangunkan Hyuk dan mendudukannya di sebuah kursi kayu. tuan Ma berjalan mendekati Hyuk, menatap wajahnya.


"Siapa nama ibu mu?".


Hyuk menyeringai tak menjawab.


"Apa kau anak Anyelir?". Hyuk melirik tajam. darimana dia tahu nama ibunya. sementara Hyuk tetap bungkam.


"Jadi kau memang anak Anyelir". Lelaki itu menerawang jauh. seperti mengumpulkan ingatannya.


"Aku ayah mu dan kau adalah anak ku". Hyuk terdiam. sama sekali tidak teekejut atau bereaksi berlebihan. sebaliknya Keara yang kaget. mata bulatnya terbelalak. ia tidak menyangka ternyata Hyuk putra seorang gangster.

__ADS_1


"Lepaskan dia". Kata Hyuk dingin. ia ingin Keara di bebaskan. agar tidak mendengar semua omong kosong lelaki itu.


Tuan Ma memberi isyarat pengawalnya untuk melepaskan gadis yang menjadi tawanan mereka itu.


"Aku sengaja membawa gadis itu kemari agar kau datang".


Hyuk tertatih menghampiri Keara. melepas ikatan di tangan dan plesrer di bibir Keara. Hyuk mengusap wajah Keara.


"Pergilah, jaga dirimu". Hyuk mengusap airmata Keara. ia mengecup kening gadis itu. Keara menggeleng ia tak akan meninggalkan Hyuk sendiri.


"Antarkan ia keluar". Suara tuan Ma menyuruh pengawalnya mengantar Keara keluar. Hyuk menatap Keara agar mengikuti perintah itu. Keara mengangguk ia berjalan keluar gedung besar itu. di luar Keara terduduk di halaman yang luas. ternyata itu adalah sebuah rumah yang besar. ia memikirkan Hyuk di dalam sendirian. Keara bergegas masuk ke dalam mobil Hyuk. ia akan memberi tahu pada Bram.


***


"Aku sudah tua, ku harap kau meneruskan bisnis ku".


"Memangnya aku tidak ada pekerjaan lain harus meneruskan bisnis mu?". Para pengawal bersiap akan memukul Hyuk tapi tuan Ma mencegah mereka.

__ADS_1


"Kau keras kepala seperti ibu mu".


"Kau tahu ibu ku sudah tiada. ia banyak menderita karena mu!". Hyuk meninggikan suaranya. matanya memerah hampir menangis.


"Sepanjang hidup ia berjuang untuk ku seorang diri". Kata Hyuk lirih. Hyuk berjalan menyusuri lorong dan keluar meninggalkan tempat itu. tuan Ma terduduk di kursinya. ia mengenang Anyelir wanita yang ai cintai sekaligus ibu Hyuk.


***


Dengan panik Bram turun dari mobilnya. ia menemukan Hyuk yang berjalan sambil menyalakan sebatang rokok. Bram menghampiri Hyuk dan memapahnya menuju mobil.


"Bagaimana keadaan mu?".


"Ia akan melepaskan sahamnya tuan, kau tak perlu khawatir". Bram mengangguk. ia sebenarnya menghawatirkan Hyuk. ia sudah tahu sedikit banyak cerita dari Keara. tapi Bram menunggu Hyuk yang mengatakan sendiri tetang ayahnya.


Bram mengantar Hyuk pulang ke rumahnya.


"Hyuk aku akan pulang karena aku harus menjaga Ariani dan Arka. kau bisa jaga dirimu".

__ADS_1


Hyuk mengangguk mantap. Bram meninggalkan rumah Hyuk dan pergi dengan mobilnya. sementara Hyuk berjalan malas, membuka pintu rumah. Keara memeluknya hingga tubuh mungil keara terangkat dan kakinya terlihat menggantung selutut Hyuk.


Hyuk membalas pelukan itu, mendekap Keara erat. melepaskan semua bebannya. ia memejamkan matanya.


__ADS_2