
Maura melihat Petra yang berjalan ke ruang tengah. ia sedang berbicara dengan ibu disana.
Dia tampan juga mirip dengan Bram, tapi dia bukan pewaris utama keluarga Admaja. ia hanya nomor dua. Maura.
Sementara Petra terlihat sedang kesal pada ibu. karena ibu dengan mudah mengizinkan orang asing masuk ke rumah.
Sepertinya aku harus menyikirkan dia atau membuat dia percaya padaku. dia cukup mengganggu rencana ku. Maura.
***
Bram pulang kerja diikuti Hyuk dari belakang. Ariani menyambut di depan pintu. Bram mengecup kening Ariani. Maura ikut menyambut dengan wajah riang dan full make up. sebenarnya Maura cantik hanya dia terlalu berlebihan. Bram tidak melirik Maura ia berjalan menuju kamarnya bersama Ariani.
"Aska papa pulang". Bram mengambil Aska dan menggendongnya. Hyuk meletakan tas dan laptop Bram di ruang kerja. ia berjalan melewati Maura yang memandangi kamar Bram.
"Dimana kakak ku?". Petra menghampiri Hyuk.
"Di kamarnya". Hyuk menyalakan laptop dan memeriksa email masuk.
"Tuan Hyuk apa kau dan kakak ku sudah tidak sehebat dulu?, kenapa kalian bisa mengizinkan orang asing masuk ke rumah ini".
"Siapa?".
__ADS_1
"Kau bertanya siapa?, gadis itu yang baru saja tiba".
"Dia sepupu mu".
"Sepertinya kau harus lebih jeli tuan Hyuk, paman Hasim seingat ku tidak punya anak perempuan".
Hyuk terdiam, ia mengalihkan pandangannya pada Petra. seingat Hyuk juga begitu. Petra berjalan keluar ruang kerja Bram. meninggalkan Hyuk yang sedang sibuk bekerja.
Pertra berpapasan dengan Maura. di dekat kamar Bram.
Kenapa dia berada di sini, dia memata-matai kakak ku. Petra.
"Kenapa kau disini?".
Petra tidak peduli dan pergi meninggalkan Maura. ia kembali kekamarnya. Petra tidak berani menggangu Bram yang baru pulang kerja. dalam kondisi lelah kakaknya akan sangat mudah marah dan bisa jadi akan mencekiknya kalau Petra melampiaskan kesalnya tentang Maura pada Bram.
Di meja makan terhidang banyak makanan dan beberapa camilan. Ariani mengambilkan nasi dan lauk untuk Bram. tiba-tiba Maura juha ikut menambahkan lauk ke piring Bram.
"Kakak makanlah yang banyak". Kata Maura sembari tersenyum menggoda. Ariani tidak terpengaruh. ia biasa saja karena beranggapan Maura adalah sepupu Bram.
Petra terlihat jengah. ia mengunyah makanannya dengan cepat dan beranjak dari meja makan. baru kali ini Petra berani pergi dari meja makan sebelum Bram meninggalkan meja makan.
__ADS_1
"Petra". Ibu memanggil Petra yang berjalan ke kamarnya.
"Biarkan bu". Bram tau adiknya sedang muak dengan gadis itu.
"Kakak kau mau minum jus buah?". Maura menuangkan untuk Bram segelas orange jus. Bram melirik Ariani yang menikmati makanan tanpa terganggu dengan tingkah Maura.
Istriku ku mohon peka lah sedikit. Bram.
"Maura kalau aku mau sesuatu istriku yang akan melayani ku". Kata Bram datar. ia beranjak dari meja makan. Ariani yang bingung mengikuti Bram dan tidak menghabiskan makan malamnya.
"Sayang ada apa?, kenapa makan malamnya tidak di habiskan?".
"Kau tahu gadis itu menggodaku".
"Siapa?, Maura?".
"Siapa lagi".
"Aku tahu sayang aku membiarkannya karena kau tidak akan tergoda olehnya bukan". Ariani memeluk Bram. Bram mengangkat tubuh Ariani ke atas meja. ia memandang wajah istrinya yang lebih menyenangkan di banding makan malam tadi.
"Kalau begitu kau yang harus mengganti makan malam ku". Bram menyeringai dan ******* bibir Ariani. ia membawa Ariani keatas kasur dan memulai aksinya.
__ADS_1
***
Hyuk pulang kerumahnya dengan tubuh penat karena bekerja seharian. ia ingin mandi air hangat dan menikmati secangkir teh di campur madu. Hyuk membuka pintu mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah. ia bergegas mandi lalu mengganti pakaiannya. Hyuk mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. ia memberi perintah anak buahnya untuk mencari data tentang Maura Hasim, sepupu Bram.