Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Afifah Daftar Kuliah


__ADS_3

Saat hubungan Alexa, Edwin dan Andi lagi panas panasnya. Axel malah sibuk mencari tau tentang semua aktivitas Afifah.


Axel sedih sekaligus senang melihat Afifah yang kini sedang daftar diri untuk kuliah. Sedih karena takut Afifah akan tergoda dengan teman kuliahnya. Jika kuliah pasti akan banyak membuat Afifah berinteraksi dengan teman laki-lakinya. Dan Axel takut, takut jika Afifah jatuh cinta pada laki-laki lain.


Senang karena akhirnya Afifah bisa kuliah dengan hasil jerih payahnya sendiri. Senang karena Afifah mulai bisa mewujudkan cita-cita dan impiannya satu persatu. Senang karena apa yang di inginkan oleh Afifah bisa terpenuhi satu persatu.


Walaupun sebenarnya diam-diam, Axel membantu Afifah. Yah Axel lah yang membuat toko online Afifah laku keras. Sehingga setiap hari Afifah gak pernah sepi pesanan. Walaupun Afifah tetap ke pasar buat jual baju tapi Afifah juga jual baju muslim lewat online.


Dan sejak banyak pesanan, Afifah bisa mengumpulkan uang buat daftar kuliah. Tapi entah kenapa Axel jadi merasa was-was sekali. Ingin rasanya Axel cerita sama Alexa, tapi mengingat Alexa juga punya masalah dengan cowok yang ia sukai akhirnya Axel memilih diam dan mencoba mencari jalan keluarnya sendiri.


"Apakah aku harus lamar Afifah aja ya, biar aku gak takut dan khawatir kayak gini." gumam Axel.


"Tapi aku belum siap jika harus menikah muda lagian Afifah masih harus mengejar impiannya. Bagaimana jika Afifah menolak lamaran ku?" tanya Axel dalam hati.


Axel bingung sendiri. Akhirnya Axel menyuruh sahabat sekalian asisten nya itu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sedangkan Axel pergi ke kampus untuk menjemput Afifah yang hari ini sedang daftar kuliah.


Sepanjang jalan Axel tak henti hentinya memikirkan Afifah, hingga tanpa sadar ia pun sudah sampai juga di depan kampus yang nantinya akan menjadi tempat Afifah menimba ilmu.

__ADS_1


Axel pun mengirim pesan kepada Afifah.


"Assalamualaikum." (Axel)


Untunglah Afifah sedang online hingga Afifah bisa segera membalas pesan Axel.


"Waalaikumsalam." (Afifah)


"Kamu ada dimana?" (Axel)


"Di kampus." (Afifah)


"10 menit lagi." (Afifah)


"Aku tunggu kamu di depan pagar kampus. Setelah pulang, kamu langsung ke sini." (Axel)


"Maksudnya Mas Axel gimana? Mas Axel ada di depan kampus aku sekarang? Tapi emangnya mau ngapain?" (Afifah)"

__ADS_1


"Jemput kamu." (Axel)


"Serius?!" (Afifah)


"Iya, makanya kalau sudah selesai, cepetan ke sini. Aku gak suka nunggu terlalu lama." (Axel)


"Hemm baiklah, sabar ya." (Afifah)


"Dalam waktu 10 menit kamu belum juga muncul, aku akan samperin kamu." (Axel)


"Iya iya sabar. Ntar lagi aku pasti ke sana." (Afifah)


"Sip." (Axel)


Setelah itu, Axel pun menaruh hp nya kembali. Entah kenapa Axel berubah posesif seperti ini, mungkin karena rasa cintanya yang begitu besar kepada Afifah sehingga takut akan kehilangan membuat Axel berubah jadi posesif.


Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Afifah pun datang dan Axel pun segera membuka pintu mobil sebelahnya. Setelah Afifah duduk di kursi depan samping Axel, Axel pun langsung pergi dari kampus itu menuju resto karena ia yakin, Afifah pasti belum makan siang jadi Axel akan mengajaknya makan siang berdua di resto Omanya dan tentunya di ruang VVIP.

__ADS_1


Memang sejak kepergian aby dan Umy nya keluar negeri membuat Axel dan Alexa berani dekat dengan lawan jenis. Karena biasanya kalau ada abunya, mereka pasti akan di pantau dengan sangat ketat dan di tanyakan yang macam-macam.


__ADS_2