
Sekarang mereka bertiga sudah sampai di rumah sakit setelah mereka pergi dari Mall.
Alexa kembali ke ruangannya terlebih dahulu begitupun dengan Andi dan Vita.
Tak lama kemudian mereka keluar lagi dari ruangan dan mulai bekerja sebagaimana biasanya.
Hari ini Andi sangat semangat lagi untuk bekerja. Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk Andi. Vita yang saat itu bekerja bareng Andi merasa ada yang aneh. Karena Vita merasa sejak pulang dari Mall, Andi tak henti-hentinya tersenyum.
"Dokter Andi, Anda gak kenapa-napa kan?" tanya Vita. Yah jika di rumah sakit memang mereka sepakat memanggil dengan sebutan dokter dan berbicara secara Formal.
"Enggak. Saya gak kenapa-napa." jawab Andi yang masih dengan senyumannya..
"Oh." Vita merasa ada sesuatu dengan Andi karena tidak seperti biasanya Andi menyembunyikan sesuatu seperti ini
Setelah percakapan sebentar itu, merek kembali bekerja dengan diam dan hanya bicara sebentar jika memang ada hal yang di perlukan.
Beda dengan Alexa, ia bekerja seperti hari biasa. Gak ada rasa senang sedikitpun, ia masih sedih dengan kepergian Edwin yang mendadak dan juga ia berharap keputusannya memberikan Andi kesempatan bukanlah keputusan yang salah.
__ADS_1
Sebenarnya ia ingin sekali curhat sama umy nya hanya saja kini umy nya masih ada di luar negeri.
Mereka semua bekerja melayani pasien yang datang silih berganti. Hingga tak terasa sudah jam 11.30.
Mereka semua pun memilih untuk istirahat. Mereka berkumpul di kantin.
Hari ini Andi, Vita dan Alexa untuk pertama kalinya makan bersama bertiga seperti ini di kantin. Dan untuk hari ini Andi mentraktir semua yang makan di kantin itu. Andi melakukan semua itu sebagai rasa syukurnya karena Alexa sudah mau memberikan kesempatan untuk dirinya.
Alexa hanya geleng-geleng kepala melihat Andi yang terlihat begitu bahagia dan sangat antusias hari ini.
"Dokter Alexa, mau makan apa biar saya pesankan." ucap Andi yang memang masih berbicara formal.
"Airnya nya?" tanya Andi
"Air putih aja tapi yang agak hangat ya." jawab Alexa tersenyum yang membuat jantung Andi berdetak keras seperti sedang lari maraton. Alexa hanya senyam senyum sendiri melihat tingkah Andi yang kadang malah jadi seperti salting (salah tingkah)
"Iya udah aku pesenkan dulu ya." ucap Andi sangat lembut.
__ADS_1
"Kog saya gak di tanyain dok, mau makan apa?" tanya Vita kesal karena merasa dirinya sedang di cuekin.
"Oh ya Dokter Vita, mau makan apa?" tanya Andi tak enak hati.
"Gak perlu. Aku akan pesen sendiri." ujar Vita sambil berdiri lalu pergi memesan makanannya sendiri.
Sedangkan Andi merasa bersalah banget karena mengacuhkan Vita dari tadi.
"Gak papa, biar nanti aku yang jelaskan ke dia." ujar Alexa tersenyum. Andi mengangguk lalu pergi memesan makanan untuk dirinya dan juga Alexa.
Setelah itu, Vita datang dengan membawa makanannya sendiri. Dan tak lama kemudian Andi juga datang membawa makanannya dan juga makanan milik Alexa.
"Maafin Mas Andi ya, Vit." ucap Alexa.
"Kenapa harus kamu yang minta maaf?" tanya Vita sewot. Entah kenapa Vita merasa sakit hatinya saat Andi memberikan perhatian lebih kepada Alexa bahkan di depan matanya sendiri.
Padahal selama ini, Vita tau. Andi menaruh rasa kepada Alexa tapi Alexa gak pernah memperhatikannya dan selalu menjauhinya bahkan berusaha menjaga jarak dengan Andi sehingga Vita sedikit senang dengan begitu, Vita masih ada kesempatan untuk bisa membuat Andi jatuh hati padanya namun nyatanya kini Alexa seakan-akan sudah mulai membuka hati buat Andi dan itu membuat Vita kesal. Karena jika Alexa seperti ini, Vita gak akan punya kesempatan lagi untuk mendapatkan Andi, laki-laki yang diam-diam sudah mengisi relung hatinya.
__ADS_1
Yah memang Vita belum tau kalau Alexa sudah meminta Andi untuk melamar dirinya, andai Vita tau, pasti dia akan semakin sakit hati dan cemburu.
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya biar aku tambah semangat ngetiknya 😊😘😘😁