Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
part 180


__ADS_3

Mobil ahyar pun meninggalkan gedung xxx ,


" qay bukankah kau merasa ia bergerak dengan instingnya " seru lifah menyenggol lengan qayla


" Berharap seperti itu , tadi ia juga sempat menyinggung Devan dan buket bunga di meja kasir "


" Benarkah ? , Ahyar menanyakan itu ? "


" Eung , ya walaupun ia seperti tampak cuek biasa saja menanyakannya . "


" Ahh aku berharap kapal mereka berlabuh , seperti harapan kita . Karena cape melihat Melda dengan tembok penghalang di hatinya . " ujar lifah , eh ya qay ngomong-ngomong aku juga mau minta maaf lagi ya soal Ahmad gak seharusnya dia berbicara seperti itu , maaf juga belum ada etika baik darinya "


" Berbaikanlah Dengan nya lif , " seru qayla


" Tidak , sampai dia mau memperbaiki sikapnya . Dia harus punya etika baik " sahut lifah masih merasa bersalah


Sementara di sebrang sana Melda masih sibuk menengok kiri kanan mencari taxi ,


" Kaa .. " seru seorang pria membuka jendela mobil nya berhenti yang bukan lain adalah Devan


Dengan malas Melda pun menoleh nya ,


Devan keluar dari mobilnya ya lagi-lagi membawa sebuket bunga .


" Ini untuk mu , karena aku tahu toko kalian tutup aku membelinya di toko lain " seru Devan tersenyum


" Uhff sepagi ini , mau sampai kapan kau mau memberikan nya " ucap Melda tak mengambil nya


" Sampai Kaka mau jadi pacar ku " jawab Devan


Melda melihat nya datar , " sudah aku bilang sampai kapanpun aku tidak akan menerima mu jadi berhenti memberikan ku buket . Dan aku tidak punya waktu untuk berbincang dengan mu saat ini " ucap Melda masih sibuk mencari taxi


" Bukankah hari ini Kaka sedang ada projects dekorasi , tapi kenapa masih di sini . "


Melda melihat taxi yang jalan ke arahnya " taxi , taxii " seru nya tapi sayangnya taxi itu berlalu begitu saja karena sudah ada penumpang nya


" Biar aku antar dengan senang hati . " Ujar Devan membukakan pintu mobilnya


" Terimakasih , tapi aku akan naik taxi saja . " Seru Melda menutup pintu mobil


" Ka , kau tahu semakin kau menolak semakin membuat ku suka dengan mu " ucap Devan


Melda geleng-geleng kepala melihat nya ,


Sampai tibalah sebuah mobil di depan mereka , ya itu mobil ahyar . Sebenarnya Ahyar sudah tiba sedari tadi tapi saat ia melihat devan turun menghampiri Melda dengan buket bunga nya , ia memberhentikan mobilnya lalu melihat mereka dari dalam mobil nya , sebelum akhirnya ia memutuskan menghampiri keluar mobil , " naiklah , qayla dan lifah sudah menunggu mu di sana " ucap Ahyar melihat Melda dan devan


Melda menoleh melihat nya ,


" Saya akan antarkan anda ke sana , " sambung Ahyar


" Terimakasih , tapi saya akan naik taxi saja " sahut Melda menolak


" Tidak akan ada taxi kosong yang lewat , jadi naiklah "


" Aishh .. " batin Melda , yaa ! Kau masih mau mengantar ku kan ? " Ujar Melda melihat Devan


" Tentu saja .. " jawab Devan menatap Melda


" Ayo , " ucap Melda mengambil buket bunga di tangan Devan dan masuk kedalam mobil Devan .


Sejenak sebelum Devan masuk mobil ia melihat Melda di dalam mobil nya lalu melihat Ahyar dan akhirnya Devan pun pergi ,


Tinggal lah Ahyar dengan ekspresi dingin datarnya melajukan mobilnya pergi .


" Hubungan seperti apa antara Kaka dengan nya ? " ucap Devan


Melda melirik tanpa menjawab ,


" Dia , Ahyar sekertaris perusahaan kingdom IT yang terkenal hebat itu kan . " Ucap Devan


Melda tak bergeming menatap lurus dan memilih untuk tidak menjawabnya ,


" Jadi hubungan seperti apa di antara kalian ? , " seru Devan masih menoleh kearah Melda


" Bukan urusan mu , jika kau tidak bisa diam dan fokus menyetir . Turun kan aku ! , " Ucap Melda membuka suara


Devan pun diam dan fokus melajukan mobilnya karena ia tak ingin melda turun ,


Hening , ya itulah yang tergambar hingga sampai di gedung xxx .


" Terimakasih , " ucap Melda turun bergegas meninggalkan buket bunga itu lalu berjalan menghampiri qayla dan lifah yang tengah di luar menunggu nya


Qayla dan lifah pun melihat mobil yang berhenti tak jauh dari mereka berdiri ,


Kaca mobil itu terbuka , " ka .. " dengan Devan yang menyapa qayla dan lifah sebelum ia pergi


" Oh , " gumam qayla tersenyum menyahut sapaan nya , beda halnya dengan lifah yang memilih diam menatap bocah itu


" Maaf ya lama , " seru Melda

__ADS_1


" Oh kau tidak bersama Ahyar ? " Ujar lifah melihat Melda yang juga di tatap nya


" Eum begini Mel tadi Ahyar ke toko untuk menjemput mu , apa kamu tidak bertemu dengan nya ? " Seru qayla


" ketemu ko , eh yaudah kalau gitu kedalam yuk gak enak kalau kelamaan " ucap Melda berjalan pergi


" Ishh dia sedang mengalihkan pembicaraan kan " ujar lifah berjalan bersama qayla menyusul Melda yang berjalan di depan


" Apa itu tandanya Melda memilih Devan ? " Gumam qayla


" Eayy tidak mungkin , kita tahu Melda menyukai Ahyar " sahut lifah


" Maka dari itu , tapi perasaan seseorang bisa berubah kan lif "


" Aku percaya mungkin kalau orang lain yang bisa berubah tapi tidak untuk kau dan Melda , seumur aku barengan sama kalian gak pernah tuh sekali ajah aku lihat kalian menyukai yang lain . Ishh tapi kau tahu aku mempunyai feeling aneh , "


" ayolah ! " seru Melda sampai di depan pintu gedung


" Kita datangg ! " Sahut lifah berlari kecil bersama qayla menyusul nya


Mereka pun akhirnya masuk lalu mulai mehias dekorasi rangkaian bunga seperti konsep yang mempelai pengantin inginkan ,


Ya hampir setengah hari mereka bersibuk menghiasi seluruh gedung dengan bunga yang cantik rangkaian mereka hingga akhirnya semuanya sudah terselesaikan ,


" Uwah cantik banget ya , " gumam Melda melihat qayla


Qayla tersenyum melihatnya , " semoga mereka suka ya "


" Aamiin , Lifah kemana qay ? "


" Lifah lagi ke toilet , "


" Ehm .. " angguk Melda


" Mel , "


" Iyah ? "


" Eum aku boleh menanyakan sesuatu "


" Tentu saja boleh , apa ? "


" Tadi kau bilang , kalian bertemu kan


, tapi kenapa tidak kesini bersama nya ?"


Melda melihat qayla , " sebelumnya aku mau bilang makasih karena kamu sudah meminta nya untuk kesana , tapi aku rasa lebih baik aku dengan nya tak usah terlibat apapun . "


" Qay , aku tidak ingin terjebak terus-menerus di dalam kenangan perasaan ku dulu . Itu adalah masa lalu yang harusnya cuma lewat semata , aku sudah selesai dengan perasaan ku itu. " Seru Melda tersenyum


" Apa yang sedang kalian bincang kan ? , " ucap lifah yang baru saja bergabung setelah dari toilet


" Aku sudah selesaii ! , " ujar Melda


" cih aku tahu . " Jawab lifah


Lalu datanglah calon mempelai pengantin nya dengan anggota keluarga nya ,


" Hei , wah btw aku sukaa banget dan puas sama dekorasi semua ini benar-benar sesuai banget sama konsep yang aku inginkan dan rangkaian bunga kalian juga bagus banget , aku Seneng banget Hana merekomendasikan kalian untuk mengerjakan projects dekor untuk aku . " Seru sang mempelai pengantin


" Alhamdulillah kalau anda suka dan puas , kami juga ikut senang mendengar nya . Terimakasih ya sudah mempercayai kita mendekor untuk hari bahagia kalian dan semoga acara nya berjalan lancar juga , " seru qayla tersenyum begitu juga Melda dan lifah


" Kalau gitu selamat ya untuk kalian , " sambung Melda


" ucapin nya besok ajah kalian juga harus datang besok oke " seru nya memberikan undangan


" inshaallah .. " jawab mereka lalu pamit


***


Di kingdom IT meeting pertemuan raii dengan tuan Kim dan Mr Smith pun sudah selesai dengan berjalan lancar ,


" Lu baik-baik aja ? " Ucap raii melihat Ahyar sesampainya bergabung meeting dengan raii


" Ah , ya .. " jawab Ahyar Berjalan mengikutinya


" Stttt lu yakin benar baik-baik aja ? "


" Ehmm ! " Sahut Ahyar penuh penekanan berlalu keruangan nya


Raii menyeringai alisnya lalu masuk keruangan nya , " aishh kenapa dia suka sekali tak mengirim ku pesan sama sekali " gumam raii melihat ponselnya lalu mengetik ..


Raii : " sayang kau tidak melupakan ku kan , kenapa senang sekali tak mengirim ku pesan atau membalas pesan ku " kirim raii


Tring .. , qayla pun membacanya


Qayla : " maaf , aku tidak melihat ponsel ku 🙏 , " jawab qayla


Tringg ..

__ADS_1


Raii : " kau sedang apa sayang ? "


Tring ..


Qayla : " aku baru saja selesai dan sekarang mau pulang , "


Tring ..


Raii : " diamlah di sana aku akan menjemputmu sayang ,


Qayla mengetik ...


Tring ..


Raii : " aku tidak akan bisa melihat balasan pesan mu sayang karena aku sedang di jalan . " Kirim raii yang tahu jika qayla akan membalas apa nantinya , lalu ia pun segera pergi meninggalkan kantor .


" Uhff lumayan juga ya berasa , tapi pas mereka bilang suka dengan dekor nya jujurly aku ikut Seneng banget dengar nya " ucap lifah


" terimakasih ya kalian sudah berkerja dengan hebat , kalau gitu kita pulang dan istirahat ," seru qayla


" tapi ini kan masih jam 3 qay ? " ujar Melda


" untuk hari ini sudah cukup kita bekerja nya , kita kan bukan pekerja Rodi jadi ayo kita pulang dan satu lagi kita bekerja sefleksibel mungkin saja karena toko ku itu juga toko kalian "


" Duhh seneng nya punya bos yang memperlakukan karyawan nya seperti ini hehe , " sahut lifah , yukk pulang pengen segera ketemu kasur nih .


" Qay hati-hati orang seperti dia itu nantinya akan kebiasaan kalau di baikinnya , " guyon Melda


" Yeuhh terus ajah Mel terus , dasar julid ." Timpal lifah


Mereka pun tertawa ..


" Oh ya Mel aku nebeng mobil mu yaa , " seru lifah


" Kalian masih belum maaf an ? " Tanya Melda


" Belum . Sampai dia itu mau minta maaf dengan raii dan ahyar " jelas lifah


" Raii bilang ia gak terlalu mempermasalahkan hal itu ko lif , " Seru qayla


" Ia bilang begitu karena menghargai kamu qay , ya intinya ia masih memandang aku karena aku ini sahabat nya kamu . Jujur kalau normalnya aku yang ada di raii aku si ya gak akan terima ya orang main ngejudge aku tanpa tahu apapun tentang kehidupan ku lagi pula sekalian aku ingin dia itu dewasa dengan sikapnya yang selalu saja kekanak-kanakan " cerita lifah


" Dia masih seperti itu ? " Gumam Melda menyeringit , btw aku pulang naik taxi online "


" mang Dadang gak jemput Mel ? , Sepertinya aku jarang lihat kau di antar jemput mang Dadang . " Tanya lifah


" Mang Dadang akhir-akhir ini sibuk mengantar jemput ayah ku , lagi pula mang Dadang kan bukan sopir pribadi ku . Eh bukannya itu Ahmad ! " ucap Melda


Lifah segera menoleh , " mau ngapain coba . " Ujar lifah


Ahmad menghampirinya dan mencoba berbicara dengan lifah yang kala itu tak ingin berbincang dengan nya


" Eh orderan taxi online ku sudah datang , " gumam Melda


Dan ternyata berbarengan juga dengan mobil raii yang tiba , raii membuka kaca mobil nya dan menghampiri qayla


" Qay , seperti nya raii juga sudah datang ." seru Melda


Lifah masih bergeming dengan Ahmad yang masih bersikeras tak merasa dirinya salah soal omong nya di restoran kala itu ,


Raii tersenyum melihat qayla dan menggenggam tangan nya ,


" Qay duluan saja , mereka seperti nya lama " ujar Melda


Qayla melihat raii , yang di anggukan oleh raii ,


" Kau sudah di jemput ? " Tanya raii


" Sudah tuh , " ucap Melda menoleh ke taxi nya


Qayla menoleh ke arah lifah ..


" Kalian pergilah , biar nanti aku yang sampaikan dengan lifah . " Ujar Melda


" Eum kalau ada apa-apa telpon aku ya Mel " seru qayla mengkhawatirkan lifah


" Tidak akan terjadi apa-apa , " ucap Melda meyakinkan qayla


" kalau gitu aku sama raii duluan yah , " gumam qayla


" Ehm , hati-hati .. " sahut Melda


kemudian akhirnya qayla dan raii pun pergi ,


***


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻


__ADS_2