
Hyuk keluar dari mobilnya. ia berjalan melewati dua orang pengawal didepan yang hanya saling padang ketika melihat kedatangannya. Hyuk.menuju ruang tamu yang luas dan bergaya klasik di rumah itu. ada bingkai besar berisi foto seorang wanita. Hyuk tahu betul siapa wanita di foto itu. ia menyeringai jengah.
"Kau sudah datang". Lelaki paruh baya berjalan dengan tongkatnya menghampiri Hyuk. Hyuk berdiri mematung.
"Apa mau mu?". Tanya Hyuk dingin.
"Tak bisakah kau memanggilku ayah?".
"Kau tidak merawatku hanya ibuku yang merawat ku".
"Waktu muda sepertimu hidup ku dan ibumu cukup sulit. aku sengaja meninggalkan ibumu yang tengah hamil muda mengandung dirimu untuk pergi memulai usaha baru di China. Setelah sukses aku ingin menjemput ibumu tapi ia tak lagi mau bersama dengan ku karena usaha ilegal ku".
Hyuk terdiam mendengarkan. ia juga ingin tahu cerita dari ayahnya.
__ADS_1
"Ibu mu wanita yang kuat dan keras pendiriannya. sama seperti mu". Tuan Ma duduk di kursinya. ia menghisap cerutu dengan tembakau impor. ia terbatuk dan pelayan sigap memberikan minum padanya.
"Aku ingin kau memegang usaha ini setelah aku tiada. usaha ini tak lagi ilegal. semenjak ibumu menolak ku, mati-matian aku memperbaiki semua tapi ketika aku kembali ia telah tiada meninggalkan ku".
Hyuk menoleh memandang wajah yang sudah berusia itu. kantung mata yang tebal mengisyaratkan ia jarang bisa tertidur lelap.
"Aku pergi". Hyuk berbalik dan melangkah pergi. pengawal tuan Ma mencoba mencegah tapi tuan Ma menyuruh merwka untuk tidak mengganggu Hyuk. Hyuk menuju mobilnya dan bergegas pergi.
***
"Kemarin selesai meeting saya bertemu dengan tuan Joan".
"Hyuk awasi dia, kurasa ia akan berbahaya sekarang karena ada yang mendukungnya".
__ADS_1
Hyuk menundukkan kepala ia tahu siapa yang mendukung Joan. yaitu ayahnya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk meminta ayahnya menyingkirkan Joan.
"Hyuk kenapa kau tak menikahi gadis itu secepatnya, Ariani selalu ngoceh menanyakan hal itu padaku?".
"Dia belum mau tuan". Bram tergelak.
"Bodoh sekali". Bram tertawa dan meninggalkan Hyuk yang geram.
***
Keara bertugas mewawancari Joan Winata. ia pergi ke perusahaan Joan. Joan dan Keara saling berjabat tangan. Joan memuji kecantikan Keara. ia bahkan membicarakan mengenai Hyuk di depan Keara.
Joan menyarankan lebih baik Keara mencari lelaki lain sebagai pendamping karena Hyuk teramat berbahaya untuk di dekati.
__ADS_1
"Pikirkan baik-baik saran ku nona manis, Hyuk tak pantas kau dekati. ia akrab dengan bahaya. bahkan jika kau tahu siapa ayahnya".
"Aku mengerti tuan Joan dan terimakasih atas sarannya. tapi bagiku ia adalah tujuan hidupku". Keara bergegas meninggalkan ruang kerja Joan. ia kesal dengan orang itu. sembarangan mengatai kekasihnya. susah payah Keara memenangkan hati Hyuk tapi Joan malah menyuruhnya menjauh dari Hyuk. Keara tahu sisi lain Hyuk yang tak di ketahui banyak orang . lelaki itu orang yang dermawan. ia selalu membantu anak-anak jalanan. membuka tempat sekolah untuk mereka. Keara sempat meliput diam-diam kegiatan Hyuk itu hanya saja ia tak pernah mempublikasikannya dan menjadikan itu koleksi pribadinya. foto-foto Hyuk saat bersama anak-anak itu dan saat ia sedang mengajar bela diri pada anak-anak, semua Keara punya dokumentasinya. bahkan Hyuk sendiri tidak tahu kalau Keara pernah mengikutinya diam-diam dan mengamati Hyuk dari jauh.