Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Afifah Menolak Lamaran Exel


__ADS_3

Saat Adzriel dan Zahra sudah pulang ke Indonesia, Axel malah sibuk dengan pikirannya. Axel belum tau jika aby dan umynya sudah tiba di rumahnya.


Axel memang pergi ke kantor, tapi ia gak ngapa-ngapain, ia hanya duduk termenung menghadap ke arah jendela.



Matanya kosong, fikirannya entah kemana.


Setelah berjam-jam hanya termenung sendiri, akhirnya Axel sadar setelah hpnya berbunyi. Ada pesan masuk dari seseorang namun pesan itu tak di hiraukan.


Axel berdiri dan mengambil wudhu. Setelah ambil wudhu, ia sholat dhuhur di ruangannya. Lalu ia pergi ke resto karena perutnya yang sudah keroncongan.


Axel ingin pergi ke resto yang menengah ke bawah, entahlah kenapa tiba-tiba saja, ia ingin makan di situ. Padahal biasanya ia akan memesan lewat aplikasi online atau datang langsung ke resto milik Omanya karena di sana Axel bisa makan gratis di ruangan VVIP sepuasnya.


Axel pergi ke resto itu tidak menggunakan mobilnya, melainkan menggunakan sepeda motor milik karyawannya. Bahkan Axel juga membuka Jaz nya, hingga hanya menggunakan kemeja putih polos namun saat berjalan malah memperlihatkan dada bidangnya yang bisa membuat para wanita terhipnotis karena tak semua orang mempunyai tubuh setegap dan sesempurna milik Axel.


Bahkan saat ia sampai di resto biasa, resto yang hanya menghidangkan menu yang sangat sederhana sekali. Axel memilih tempat duduk di pojok, karena ia butuh udara segar. Makhlum di resto itu hanya ada satu kipas saja yang masih membuat ruangan itu terasa panas.

__ADS_1


Axel hanya memesan air putih dan nasi goreng pedas + telur mata sapi dan lalapan timun saja, tak lupa 3 potong kerupuk.


Saat Axel menikmati makanannya, tiba-tiba Axel melihat Afifah yang sedang makan sendirian. Axel pun menghampirinya dan membawa makanannya.


"Apa boleh aku makan di sini?" tanya Axel yang membuat Afifah menoleh ke arahnya. Afifah tak menjawabnya, Afifah hanya menganggukkan kepalanya saja.


Axel tersenyum lalu ia duduk di kursi di depan Afifah.


Afifah hanya diam seribu kata, sedangkan Axel, ia gak jadi makan makanannya yang masih tersisa banyak di piring. Entah kenapa Axel tak punya selera untuk makan lagi.


"Afifah, ada satu hal yang ingin aku katakan," ujar Axel.


"Aku ingin melamarmu, aku ingin menjadikan kamu istriku," ucap Axel. Yah Axel ingin memiliki Afifah seutuhnya, agar Axel bisa hidup tenang tanpa ada rasa takut, takut jika Afifah akan berpaling darinya dan mencintai pria lain karena jika itu terjadi, Axel tak akan sanggup melewati hari-harinya lagi.


"Maaf tapi aku gak bisa," jawab Afifah.


"Kamu menolakku?" tanya Axel.

__ADS_1


"Iya," jawab Afifah cuek.


"Tapi kenapa?" tanya Axel tak mengerti. Di saat banyak wanita yang ingin di lamar olehnya, tapi Afifah malah menolak lamarannya. Sungguh Axel benar-benar tak mengerti dengan jalan fikiran Afifah.


"Kamu sudah tau alasannya apa? Aku masih ingin kuliah, aku belum siap menikah muda. Aku masih ingin menggapai cita-cita ku, aku masih ingin mewujudkan impianku." jawab Afifah.


"Tapi walaupun kita menikah, aku janji, aku gak akan melarang kamu untuk berhenti kuliah ataupun menggapai cita-cita kamu. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau." ujar Axel.


"Tapi aku belum siap menikah, usiaku masih sangat muda. Umurku aja baru mau 19 tahun. Paling tidak aku ingin menikah di saat umurku 22 tahun atau 25 tahun." ucap Afifah.


"Jika kamu menikah di saat umur kamu 22 tahun, lalu bagaimana dengan aku? Kamu gak mikir gimana perasaan aku? Aku tersiksa dengan rasa perasaanku, apa gak mikir sampai ke situ?" tanya Axel, walaupun ia kesal tapi ia tidak memakai nada tinggi karena ia tak ingin orang lain mendengarnya. Untunglah suara musik lumayan keras hingga orang lain sibuk dengan lawan bicaranya dan ada yang sibuk menikmati alunan musik bahkan ada yang sibuk dengan hp nya.


"Kamu jangan egois. Kamu itu gak cinta sama aku, kamu hanya terobsesi sama aku," ujar Afifah.


"Astagfirullah, entah bagaimana lagi aku menjelaskan perasaan aku sama kamu Afifah, baiklah jika memang kamu gak menginginkan ku, gak masalah. Aku akan mengalah, aku akan berhenti menyukai kamu dan berusaha untuk melupakan kamu. Terimakasih sudah pernah hadir dalam hidup aku. Aku permisi dulu," ujar Axel. Ia segera pergi dari resto itu setelah sebelumnya ia membayar makanan dan minumannya.


Axel pergi ke kantornya dengan mengendarai sepeda motor yang ia pinjam dari karyawannya.

__ADS_1


Sedangkan Afifah ia menitikkan air mata, Afifah sebenarnya juga sayang dan cinta sama Axel hanya saja, untuk saat ini, Afifah ingin fokus mengejar cita-citanya terlebih dahulu karena Afifah ingin membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah tiada. Afifah ingin membuktikan pada mereka bahwa dirinya bisa menjadi orang yang sukses.


__ADS_2