Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Sisi lain Bram


__ADS_3

Pagi sekali Ariani sudah rapi. ia akan pergi berkunjung ke panti. ia membawa beberapa lusin buku tulis, buku gambar, alat tulis dan pensil warna. ia sengaja menyiapkannya untuk anak-anak disana. begitu turun dari mobil Ariani disambut ramai anak-anak yang berhambur padanya. ia terharu menatap anak-anak itu. rupanya banyak perubahan di bangunan panti. terlihat lebih bagus dan tertata. saat Ariani memasuki ruang tamu panti juga terlihat ada sofa baru lengkap dengan meja dan beberapa hiasan.


"Anak-anak...ibu bawa alat tulis untuk kalian, bagi yang rata ya", kata Ariani diikuti tawa riang anak-anak yang baru saja dapat hadiah itu. Ariani menemui ibu panti. lama tak mengobrol karena semenjak menikah Ariani belum berkunjung ke sana.


"Apa ada donatur baru bu?", tanya Ariani, melihat sekeliling yang baru selesai di renovasi. bakan kamar anak-anak juga, dapat tempat tidur baru.


"Anak dari donatur lama yang melakukan ini semua",


"Donatur lama?",


"Iya dulu tuan Admaja mendirikan bangunan ini untuk di tinggali anak-anak, setelah tuan Admaja meninggal anak lelakinya yang melanjutkan kebaikan itu",


"Admaja?, maksud Ibu pemilik Admaja Group?",


"Benar ia sangat baik hati",


"Apa anak lelakinya bernama Bramantyo Admaja", Ariani menduga pasti Bram kalau Petra mungkin kah?,


"Benar tuan Bram",


Degh!!..

__ADS_1


banyak hal yang ia belum ketahui tentang lelaki itu. selama bersama, Bram lebih banyak terlihat seenaknya terhadap siapa saja.


Ariani merindukan lelaki itu. merindukan Bram, aroma parfum, shampo, rindu menyisir rambutnya, memakaikan dasi. bahkan ia rindu omelan Bram yang tak masuk akal.


sedang apa dia disana?, apa ia sudah menemukan bukti itu?, ataukah memang benar ia yang melakukannya terhadap Lisa. sampai kapan kau mau membuatku menunggu wahai tuan muda Bram.


***


"Kau sudah dapat hasilnya?", suara Bram terdengar berat dan lelah. semalaman ia tidak bisa tidur. memikirkan Ariani tidak ada di sisinya.


"Belum tuan hanya sedikit informasi",


"Baik tuan",


"Jangan membuat ku berpisah terlalu lama darinya Hyuk, aku tak bisa tanpanya di sisiku",


Hyuk terdiam. memandang tuannya yang kacau. rambutnya disisir seadanya bahkan ia hari ini tak memakai jas hanya kemeja putih dan celana krem.


"Hyuk apa dia baik-baik saja?",


"Nona baik-baik saja tuan, bahkan pagi ini nona berbelanja menggunakan kartu kredit yang tuan berikan",

__ADS_1


"Benarkah?, dia belanja apa?",


"Nona membeli buku dan alat tulis dalam jumlah banyak tuan",


"Untuk apa dia memborong peralatan tulis itu?, apa dia mau buka toko di rumahnya?",


"Nona membawa semua itu ke panti asuhan yang biasa tuan kunjungi".


Bram terpaku bersandar pada meja. mengingat kebaikan hati Ariani pada siapapun yang ia temui. ia semakin tidak mau kehilangna gadis itu.


"Kembalikan dia pada ku Hyuk, ku mohon".


"Baik tuan akan saya lakukan'.


bahkan seumur hidup baru kali ini Hyuk melihat sorang tuan Bram memohon kepadanya.


saya pastikan akan membawa nona kembali disisimu tuan. Hyuk


epilog.


Pagi hari Bram menyempatkan jogging. ia sendiri tanpa di temani Hyuk. langkah kakinya terhenti di sebuah bangunan kuno. ada plang bertuliskan nama tempat itu. Bram tersenyum dan berlari kecil menuju halamannya yang hijau. terdapat pepohonan yang membuat tempat itu terlihat teduh. anak-anak kecil sedang berlarian bermain kejar-kejaran. sebagian lagi yang sudah agak besar terlihat sedang bersih-bersih. Bram ikut bermain kejar-kejaran, ia tertawa lepas bersama mereka. Ibu panti datang karena mendengar tawa seseorang. Bram mendekat ke ibu panti dan menjelaskan kalau ia akan meneruskan apa yang sudah di lakukan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2