
setengah jam kiranya Aku menggenggam tangan raii berharap ia segera sadar , hingga rasa kantuk berhasil merayap menghampiri ku kedalam mimpi . tak lama dari itu aku merasa jika genggaman tanganku mendapat respon dari raii sontak membuat ku tersadar melihat raii yang saat ini sedang menatap ku , ia tersenyum menggenggam tanganku
Aku menatapnya dengan mata berkaca-kaca , jujur saja aku sangat takut jika terjadi apa-apa dengan nya . Sekarang aku merasa sedikit lega karena ia sudah sadarkan diri " Apa ada yang kau rasa di kepala mu ? Mual atau pusing ? "
" Tidak .. " jawabnya masih tak lekat menatap ku
" Aku akan beritahu ahyar dan Melda jika kau sudah sadar ... " ujar ku hendak pergi tapi tangan ku di halau olehnya yang langsung saja memeluk ku
" Aku sangat merindukanmu .. " ucapnya memeluk ku begitu erat
Jujur saja aku juga ingin menjawab jika aku pun sangat merindukanmu , pelukan hangat seperti ini dari mu aku juga merindukan nya di setiap malam . Tapi ku urungkan ,
" apa ada sesuatu yang kau butuhkan ? " Tanya ku dengan mata kami yang saling bertemu , tak ada jawaban dari raii , jadi aku lanjutkan " Jika tidak ada . aku akan berada di sofa itu kalau kau membutuhkan apa-apa panggil aku " Aku melepaskan pelukannya yang kembali di tahannya
" Ada . Kau , aku membutuhkan mu . Tolong jangan pernah pergi lagi .. "
" hidup masih begitu panjang , aku ingin melihat kamu bahagia dengan keluarga kecil mu kelak . Kamu tidak bisa hidup terus dengan wanita seperti ku , karena akan sangat membosankan tidak ada yang bisa ku berikan untuk mu "
" Bagaimana bisa .. bagaimana bisa aku bahagia kalau kebahagiaan ku saja adanya di kamu . Kamu tahu , Aku bahkan tidak pernah sedikitpun meminta Allah mengganti kamu di hidup ku . bagi ku cukup bersama kamu , Aku tidak peduli tentang apakah aku akan dan tidak akan memiliki seorang anak sekalipun , bukannya tidak ingin . Munafik sekali kalau aku bilang tidak menginginkan itu , Tapi anak itu adalah titipan yang hanya akan melengkapi kehidupan kita . Qay , kebahagiaan ku sepenuhnya ada di kamu , aku sangat mencintaimu . Jadi tolong jangan pernah kamu meminta ku pergi jika kau ingin aku bahagia . Tentang semua perkataan mu malam itu , itu sepenuhnya tidak benar sama sekali karena aku mencintaimu tanpa syarat apapun . " Terdengar begitu tulus dengan mata yang berbinar-binar
Duh ... kenapa jadi mengharukan begitu sih pidato tengah malam nya , raii ?
Membuka ku melow , bahkan berhasil meruntuhkan dinding pertahanan ku sepenuhnya . Maksud ku pertahankan yang ku buat untuk hubungan kami ,
" Tetep lah bersama ku , aku tak sanggup hidup tanpa mu . Tolong jangan pernah pergi dari ku , tentang keluarga ku mereka juga bahkan sudah tidak keberatan " memeluk ku kembali , kali ini aku membalas pelukan hangat itu . Rasanya nyaman sekali ,
" aku juga merindukan mu .. " gumam ku tak bisa lagi berpura-pura tak merasakan hal yang sama , membuat raii tersenyum bahagia. sementara aku menatapnya lalu bergantian melihat perban di kepalanya kemudian menoleh berharap air mataku tak jatuh , " maaf , maafkan aku . kamu seperti ini karena aku " lirih ku
" Sayangg , lihat aku .. " ucap raii menggenggam tanganku
" Apapun ku lakukan untuk mu tidak peduli nyawa sekalipun , aku sudah berjanji akan selalu ada menjaga dan melindungi mu . Kamu pasti takut dengan kejadian tadi ?"
" Ehm , aku takut . Kamu yakin tidak apa-apa ? " mendengus menarik nafas di hidung yang sudah mulai berair
" Tentu sajaa , astaga . Sepertinya Istri ku yang cantik ini ketakutan " ujar raii mengelus kepala ku lembut dan memeluk dalam dekapannya di ranjang .
" Ah , aku hampir gila merindukan mu " Gumam nya mengecup ku berkali-kali bahkan kini posisi nya berada di atas ku . Posisi kami begitu intim saat ia semakin mendekat , " hentikan , kau kan sedang sakit " ucap ku
" Yang terluka cuma kepala ku , tubuh ku yang lainnya baik-baik saja . Perlu aku buktiin sama kamu ?.. " sahutnya melanjutkan aktivitas nya
Aduh duh .. kumat , eh tapi katanya gapapa ya mesum sama istri sendiri
bahkan fajar mereka lebih panas dari hari itu . Sampai pagi datang , Mereka menghabiskan malam yang panjang dengan ranjang yang berantakan ...
Cup , satu kecupan mendarat di kening ku yang kala itu masih tertidur pulas . Sinar matahari yang samar-samar mengintip malu dari bilik gordeng yang masih tertutup itu , perlahan membuat ku Mengeriapkan mata . ku dapati raii di samping ku ,
__ADS_1
" Morning sayang .. " ucapnya tersenyum
" Morning .. " sambut ku juga tersenyum
" Tidur mu nyenyak ? " Yang ku jawab dengan anggukkan ,
" Bagaimana dengan mu ? " Sambung ku
" Pagi ini tidur ternyeyak ku dalam sepekan ini , " ujarnya tersenyum , " mau berjalan-jalan ? mari kita keluar hari ini dan bersenang-senang . Semenjak kita di sini kita belum menikmati keindahan Seoul lainnya "
" Apa kamu yakin baik-baik saja ? "
" Ehm , apa pembuktian ku semalam kurang .. apa perlu ku buktikan lagi ? " ujarnya menyeringai
" Aihh .. " gumam ku menarik selimut tiba-tiba saja merasa malu ,
" Mandilah , aku akan bersiap-siap juga " seru raii
Sementara itu raii melepaskan perban yang berada di keningnya dan membasuh membersihkan wajah nya
***
Hari ini aku dan ahyar bisa di bilang punya sehari waktu yang kosong jadi kami akan berjalan-jalan . katanya ahyar ada tempat yang sangat indah , dan kami akan pergi kesana . Tak sabarnya . jujur saja semenjak di Seoul kami memang belum sempat pergi melihat-lihat kota Seoul , seandainya bisa tapi kami pastinya lebih memilih untuk tidak pergi jika melihat dua sahabat kami qayla dan raii dalam situasi yang benar-benar tak enak sepekan ini di lihat , tapi pagi ini kami dapat kabar kalau katanya raii sudah sadarkan diri jadi lega juga aku dan ahyar pergi . saat kami keluar membuka pintu apartment , ternyata bersamaan pula dengan raii dan qayla yang juga akan pergi .
" Bagaimana keadaan lu raii ? " Tanya ahyar
" Gua baik-baik saja .. "
" Tentu . baik-baik saja , qayla sudah kembali kesisinya . Eh iya genggaman seerat itu kalian takut gak bisa nyebrang ya nanti hehe " ledek Melda menyeringai memberikan dua jari peace , " sayang kamu adalah korban saksi bisu antara hubungan percintaan Uma dan paman mu ini di Seoul yang super duper Random " sambung Melda kembali berbicara dengan baby di perutnya yang membuat mereka tertawa
" Ah , terimakasih banyak . Aku mau bilang terimakasih dengan kalian yang banyak membantu kami " ujar raii
" Gak masalah kok , " sahut mereka sama resminya .
Raii dan ahyar mulai berdebat sedikit hanya tentang tempat padahal , cuma gara-gara kami mengklaim tempat tujuan yang sama .
Padahal tempat itu cukup luas juga dan satu lagi aku dan qayla juga tidak mempermasalahkan itu
" Ouh ! Qay , lebih baik kita jalan duluan saja .. " ujar Melda menggandeng tangan ku . Jalan di depan mereka keluar apartment
" gantilah pergi ketempat lain ! " Ucap raii
" Ogah ! Gimana kalo lu ajah yang pergi ketempat lain . Lagi pula di sana itu kan luas . Kita bisa berkeliling melihat ke tempat yang berbeda juga , apa susah nya " Ujar ahyar
__ADS_1
" Lu bilang apa ! .. wah !! "
" Apa lu mau pecat gua ! "
" pokoknya pergi tempat lain ! "
Ya terus ajah , Minta ampun deh mereka . masih ajah berdebat receh , padahal kita sudah di loby ..
" Bisa berhenti gak si kalian ! " Ujar Melda dan aku berbarengan yang lama-lama pusing juga denger mereka kaya gitu ,
" Ya , ya maaf .. " sahut mereka
Sebelum akhirnya pergi ...
Sesampainya di sana , memang bukan main tempat itu indahh sekali . Melda menggandeng tanganku berlari kecil melihatnya sambil tak henti-hentinya kami memuji keindahan sang cipta ,
Sementara raii dan ahyar berjalan mengikuti kami dengan senyuman yang terukir masing-masing di wajah mereka . Ahyar melihat raii yang tak henti-hentinya mengukir senyumnya ,
" Lu yakin tuh kepala udah gak kenapa-kenapa ? " Ujar ahyar
" Apa ? , Gua baik-baik saja . Kepala gua sangat baik malah . Ah gua malah bersyukur " tawa raii sambil memegang bekas luka di kening kepalanya
" Baru kali ini gua ngeliat orang terluka tuh malah kesenangan .. " Sahut ahyar tertawa menepuk pelan tangannya
" Gua pernah minta sama yang di atas untuk satuin gua sama qayla lagi . pokoknya gimana pun caranya , jadi kalau dengan ini . gue gak keberatan "
Ya hari ini kami bersenang-senang , bahkan kami juga menghabiskan waktu berdua masing-masing . karena yang sudah aku bilang tadi tempat yang kita kunjungi ini sangat luas dan pastinya juga memiliki vibes yang begitu indah-indah dari berbagi sudut ,
Lelah kami puas berjalan-jalan , kami pun kembali ke tempat awal kami berpisah .
" Kalian tunggulah di sini . Kami akan membeli minuman " ujar raii melirik ahyar yang tersenyum masih meninggalkan Melda . Tepatnya mereka meninggalkan kami para istri yang sedang terduduk menatap senja yang perlahan hendak pamit undur diri
" Bagaimana bisa ya . suami-suami kita sekeren itu yaa ? , ahh aku hampir gila tiap kali melihat ketampanan suami ku itu qay . " Yang hanya ku beri senyuman , rasanya apa yang di rasakan Melda sudah lebih dulu menyeruak memporak-porandakan hati ku , biasanya dulu yang bisa memporak-porandakan hati ku hanyalah para oppa-oppa dari negeri yang sekarang sedang ku pijak ini .
Rasanya terlalu berlebihan jika aku menuntut hal lebih pada sang pencipta atas keadaan ku . jika saat ini saja aku sudah merasa begitu bahagia , seakan rasanya aku wanita yang sempurna melupakan sejenak kekurangan ku itu . Tapi tak bisa di pungkiri jika aku harus menerima kenyataan itu dan berdamai dengan kenyataan yang amat menyakitkan untuk ku ..
***
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻