Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
episode 126


__ADS_3

kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan, dengan bagas yg duduk di kursi, depan.


mereka semua sarapan, dan bagas melirik ke arah dita, dan ke betulan dita pun melirik ke arah bagas, mereka pun Saling tatap, tapi hanya seperkian detik , karena bagas buru buru mengalih kan tatapan nya.


" dita.. ?? " ( bagas) Tanpa menoleh ke arah dita.


" iya tuan.. ?? " ( dita) dengan tatapan, yg masih menatap ke arah bagas.


" tolong beres kan barang barang kamu ya, dan punya jelita,soal nya sekarang kamu pindah ke rumah orang tua saya. " ( bagas ) dengan tegas.


dita pun menatap ke arah bagas, penuh dengan tanda tanya.


" maaf tuan, bukan nya perceraian tuan belum selesai. " ( dita) ia ingin mencari alasan, supaya ia tetap tinggal di sini, sebelum mendapat kan hati bagas.


" aku engga butuh pendapat kamu ta, ke putusan saya tetap, kamu harus tinggal di rumah orang tua saya, saya engga menerima bantahan. " ( bagas) ia berucap dengan tegas.


membuat nyali nya menciut, Kayla dan kesya, hanya menjadi pendengar, mereka tidak bisa melarang ke putusan bagas, kalau sampai mereka melarang ke putusan bagas, mereka akan menerima hukuman dari bagas, makan nya mereka memilih diam, dan hanya menjadi pendengar.


dan dengan terpaksa, dita pun mengangguk, ia pasrah dengan ucapan sang majikan.


tapi ia mempunyai ide, ia akan menjelek jelek kan Kayla, di depan orang tua nya bagas, sehingga posisi Kayla, akan tergeser kan, dengan nya.


sekarang kan ia sudah mempunyai umpan yaitu jelita, nah tujuan nya sekarang ke dua orang tua nya bagas, kalau sampai ia mendapat kan hati dan simpati orang tua bagas, pasti diri nya akan sukses untuk menjalan kan rencana nya, benar benar ide yg bagus.


setelah sarapan mereka pun pergi ke tempat tujuan masing masing, sedang kan kesya di antar oleh supir, karena bahas akan mampir dulu ke rumah sang ibu, untuk membicara kan kan ini semua, awal nya Kayla ingin ikut dengan bagas, tapi sang suami menyaran kan untuk pergi bareng dita saja, akhir nya mau tidak mau Kayla pun menurut.


hanya menempuh perjalan nan 15 menit, akhir nya bagas pun sampai ke kediaman orang tua nya, ia pun masuk, dan di sambut oleh bibi.


" assalamu'alaikum bi.. ?? " ( bagas)


" waalaikumsalam den.. ?? " ( bibi) menampil kan senyum ramah nya.


" bi, mamah sama papah ada.. ?? " ( bagas) ia duduk si sofa ruang tengah.


" ada den, mereka sedang sarapan. " ( bibi)


bagas pun mengangguk.

__ADS_1


" tolong ya bi, kalau mereka sudah sarapan, temui aku di halaman belakang. " ( bagas)


" baik tuan, apa mau di buat kan sesuatu.. ?? "( bibi)


" engga usah bi, aku masih kenyang, kebutan aku sudah sarapan.. ?? " ( bagas) menolak halus.


" baik kalau gitu, bibi ke belakang dulu ya. " ( bibi) sambil membungkuk kan tubuh nya.


" iya bi.. ?? " ( bagas) sambil beranjak dari sofa, menuju ke belakang.


bibi pun menuju ke meja makan.


" siapa bi.. ?? " ( mamah bagas)


" itu nyonya, ada den bagas.. ?? " ( bibi)


" tumben anak kamu pagi pagi sudah ke sini.. ?? " ( mamah bagas) mengkerut kan kening nya, karena merasa heran, ke pada sang anak.


sedang kan papah bagas, hanya mengedik kan bahu nya, ia pun mengelap mulut nya dengan tisu.


" iya udah yu pah, kita temuin anak kita. " ( mamah bagas) mengajak sang suami untuk menemui sang anak.


" maaf tuan dan nyonya, kalau aden bagas nungguin nya di taman belakang. " ( bibi) ia menunduk kan tubuh nya.


" iya bi, makasih.. ?? " ( mamah bagas)


mereka pun berjalan menuju ke taman belakang, dan terlihat sang anak, yg sedang memberi makan ikan ikan nya.


" nak.. ?? " ( mamah bagas)


bagas pun menoleh ke arah belakang, dan tersenyum ke arah sang mamah , dan juga papah nya yg sudah duduk di kursi.


bagas pun mencuci tangan, setelah bersih, ia pun mengelap nya, dan menuju ke sang mamah dan papah nya, ia mengalami sang mamah dan juga papah nya, setelah itu, ia pun duduk.


" ada apa gerangan, kamu pagi pagi udah ke sini, apa ada masalah. " ( mamah bagas) menatap intens ke arah sang anak.


bagas pun menghela napas nya.

__ADS_1


" aku mau jelita dan dita pindah ke sini mah. " ( bagas)


" loh, bukan nya mereka akan pindah di saat perceraian,kamu belum selesai, kan kak " ( mamah bagas) dengan tatapan yg begitu tanda tanya.


" kalau proses persidangan tinggal nunggu satu minggu lagi mah, karena aku malas ribet , dan aku minta engga ada mediasi nya, karena ingin cepet cepet berpisah dengan sang Siska mah. " ( bagas)


" tapi tetap aja di tolak mah, karena kita harus menuruti prosedur. " ( bagas) .


" makan nya aku memutus kan untuk tidak hadir, aku hanya menyuruh pengacara, untuk mewakili aku mah, karena aku malas harus bertemu dengan dia mah. " ( bagas)


" kalau itu ke putusan kamu, mamah sama papah, akan selalu mendukung, selama itu di jalan terbaik. " ( mamah bagas).


" iya mah, makasih ya, sudah mensuport aku mah..?? " ( bagas)


" oh iya, mamah sampai lupa, kamu tujuan kamu ke sini tuh apa. " ( mamah bagas) menatap intan.


bagas pun menghela napas, dan menderita kan semua nya.


" aku hanya waspada aja mah, takut nya aku hilap mah, makan nya aku mengungsi kan jelita dan si dita si sini." ( bagas)


" separah itu ya beby sister, untuk mendapat kan anak mamah, pantas saja kalau para para laki-laki sangat mengejar ngejar sang suami, dan memang benar kalau sang suami nya itu ganteng dan gagah. " ( mamah bagas ) sambil mencolek dari sang anak.


" makan nya, posisi aku benar benar bingung, kalau mau cari beby sister, yg baru, takut jelita engga cocok, karena jelita orang nya pemilih pah.. ?? " ( bagas)


" makan nya mah, kan bingung harus ngapain., dan dita dan jelita tetap tinggal di sini ya mah. " ( bagas) dengan tatapan memohon.


"kalau mamah senang aja, biar rumah ini rame, dan banyak canda dan tawa nya sayang.. ?? " ( mamah bagas)


" kapan jelita dan dita mau ke sini. " ( mamah bagas)


" kaya nya bentar lagi deh mah.. ?? " ( bagas) karena tadi ia melihat dita yg sudah mandi , tinggal merapih kan saja.


mamah bagas,hanya mengangguk kan kepala nya, dan tersenyum.


" istri aku juga, seperti nya ikut mah, karena ia bosen diam di rumah,terus."( bagas).


" wah, rumah ini bentar lagi akan rame." ( mamah bagas) dengan penuh antusias.

__ADS_1


" iya udah pah, mah aku berangkat dulu, soal nya, sudah hampir ke siangan. " ( bagas) . ke dua orang tua nya pun mengangguk kan kepala nya, dan melihat ke arah bagas.


__ADS_2