Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Ezra dan Ayu Akan Bertindak Tegas


__ADS_3


 


Setelah berbicara sebentar, Balqis dan papanya serta kedua mertuanya pun segera sarapan pagi. Dan setelah itu, Dedi menitipkan Balqis kepada mereka karena dirinya ada kepentingan di kantor pusat. Ezra dan Ayu pun membawa Balqis ke rumah utama. Ayu ingin Balqis tinggal bersamanya karena ia tak yakin jika ia tinggal bersama putranya, ia akan di perlakukakn dengan baik mengingat putranya kini sedang di butakan oleh cinta.


"Sayang, bagaimana kalau kamu ikut denganku sekarang." Ujar Ezra setelah mereka sampai di rumah utama.


"Emang mau kemana pa?" tanya Ayu.


"Ke tempat wanita licik itu." Jawab Ezra yang sudsah geram.


"Terus bagaimana dengan Balqis?" tanya Ayu khawatir.


"Gak papa, cuma sebentar kog. Setelah urusan kita selesai, kita langsung pulang. Untuk Balqis, biarkan dia istirahat kasihan kayaknya semalaman dia gak tidur." Jawab Ezra.


"Baiklah, aku akan pamitan dulu sama Balqis." Ujar Ayu.


Ayupun berjalan ke kamar putranya yang mana kini juga akan menjadi kamar Balqis.


 


Tok... Tok... tok...


"Nak, boleh bunda masuk?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Silahkan ma, pintunya gak di kunci." Jawab Balqis sambil membuka cadarnya dan mengganti bajunya.


"Sayang." Ujar Ayu.


"Iya ma?" Jawab Balqis sambil menoleh ke arah ayu.


"Nak, tadi Papa Ezra mengajak mama keluar karena ada hal penting yang harus papa kerjakan. Kamu gak papa kan sendirian di sini?" tanya Ayu lembut.


"Gak papa ma, mama jangan khawatir." Jawab Balqis tersenyum.


"Iya sudah, nanti jika kamu butuh apa apa kamu tinggal bilang sama bibi aja ya." Ujar Ayu (Bibi yang di maksud di sini adalah asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Ayu)


"Iya ma." Jawab Balqis.


"Nanti setelah mama pergi, kamu istirahat aja ya, gak usah kemana mana. Kamu pasti masih ngantuk kan mengingat kamu masih belum tidur semalaman." Ujar Ayu.


"Mana mungkin seorang istri bisa tidur nak jika suaminya pergi untuk menemui wanita lain di saat malam pertamanya. Tapi kamu tenang aja, Mama dan Papa Ezra akan membantumu untuk bisa membuat Aksa kembali ke dalam pelukanmu nak dan meninggalkan wanita murahan itu." Jawab Ayu tersenyum.


"Terimakasih mama." Ujar Balqis menangis sambil memeluk mama mertuanya itu.


"Maafkan mama karena mama gak bisa mendidik anak mama dengan baik hingga ia tega menyakitimu nak." Ucap Ayu sambil membalas pelukan menantunya itu dan tangan kanannya membelai rambut Balqis.


"Gak papa ma, ini bukan salah mama. Aku yakin kelak dia pasti akan kembali kepadaku." Ujar Balqis sambil melepaskan pelukannya.


"Iya sudah mama pergi dulu ya nak. Kamu hati hati di sini, jika ada apa apa, segera telvon mama dan papa." Ucap Ayu.

__ADS_1


'"Iya ma, seharusnya mama yang hati hati karena mama dan papa yang akan pergi sedangkan aku hanya di rumah dan tidur hehe." Ujar Balqis berusaha untuk tersenyum di depan ibu mertuanya itu.


"Baiklah mama berangkat dulu. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Ayu pun segera keluar dari kamar itu dan pergi menghampiri suaminya.


"Gimana ma, sudah?" tanya Ezra.


"Sudah pa." Jawab Ayu sambil mengambil tas kesayangannya.


"Iya sudah ayo berangkat." Ujar Ezra sambil menggandeng tangan istrinya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh sang sopir.


Sedangkan Balqis, ia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur milik suaminya.


"Mas, maafkan aku karena aku jujur kepada mama dan papa, karena aku gak bisa bohon sama mereka. Maafkan aku dan semoga kamu bisa segera kembali kepada istrimu dan meninggalkan wanita itu. Semoga Allah membukakan mata hatimu agar engkau tau siapa wanita yang selama ini selalu ada di sampingmu. Semoga Allah memberimu petunjuk agar engkau mengetahui sifat asli wanita itu." Ucap Balqis dalam hati dan setelah itu, ia pun memejamkan matanya menuju alam mimpi.


 


 


 


__ADS_1



__ADS_2