
Keesokan harinya pagi-pagi sekali, Ayah dan ibunya Andi serta paman dan bibinya juga pulang lagi ke kampung. Sehingga kini tinggal Andi seorang diri.
Setelah selesai mandi dan sarapan pagi. Andi pun berangkat kerja dengan hati yang berbunga-bunga. Andi sudah gak tahan ingin melihat wajah tunangannya itu.
Sepanjang jalan, Andi senyam senyum sendiri hingga akhirnya ia sampai juga di depan rumah sakit. Andi langsung memarkirkan mobilnya lalu pergi ke rumah sakit dengan jas putihnya dan tas berwarna hitam yang selalu ia bawa setiap berangkat kerja.
Namun saat ia masuk ke dalam ruangannya, gak lama kemudian Vita datang dan tanpa ucap salam, dirinya langsung masuk ke ruangannya gitu aja, membuat Andi sedikit kesal karena merasa gak di hargai.
"Ada apa?!" tanya Andi tanpa basa basi. Bukan apa-apa, tapi Andi takut ketahuan Alexa. Apa jadinya jika Alexa masuk ke ruangannya juga dan menemukan Vita ada di ruangannya juga. Andi takut Alexa mikir yang enggak-enggak.
"Kamu kog ketus gitu sih sama aku, gak kayak biasanya," ujar Vita kecewa. Padahal biasanya Andi ramah tapi kali ini Andi sangat jutek banget padanya
"Maaf tapi aku capek dan banyak kerjaan, jadi kalau kamu gak ada kepentingan, mending kamu keluar aja dari ruangan ku. Lagian bukankah bentar lagi, kamu ada jadwal operasi lagi?" ucap Andi sambil melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
__ADS_1
"Iya tapi bentar lagi kan, 10 menit lagi. Bukan sekarang. Lagian aku sudah siap semuanya kog, tinggal ke ruangannya aja," ujar Vita mendekati Andi tapi Andi berusaha untuk jaga jarak.
"Kamu kenapa sih?" tanya Vita
"Emang kenapa dengan aku?!" tanya balik Andi
"Kamu beda hari ini. Kamu cuek sama aku bahkan kamu seperti jaga jarak sama aku," ucap Vita
"Emang hati dan perasaan siapa yang harus kamu jaga? Eh bentar, kamu bilang, seseorang yang kamu cintai? Bukankah orang yang kamu cintai adalah Alexa? tapi kenapa kamu harus menjaga hati dan perasaannya sedangkan dia aja gak pernah peduli sama kamu bahkan semua yang kamu berikan padanya di berikan ke aku semua. Dia aja gak pernah menghargai pemberian kamu apalagi perasaan kamu, lalu kenapa kamu harus menjaga perasaannya? Lagian kamu kan tau, Alexa itu sukanya sama Edwin, sahabat kamu sendiri," ujar Vita emosi
"Sudahlah aku males jelasin ke kamu. Kamu gak perlu kepo dengan kehidupan orang lain, lebih baik kamu urus hidup kamu sendiri. Dan satu lagi, jangan dekati aku lagi. Oke" ujar Andi tegas
"Aku gak mau. Lagian kamu tau kan? Aku suka sama kamu? tapi kenapa sih yang ada di fikiran kamu itu cuma Alexa, Alexa dan Alexa. Kenapa kamu mesti mencintai seseorang yang bahkan dia sendiri gak mencintai kamu. Kenapa kamu gak bisa terima aku yang sudah jelas-jelas sangat menyayangi dan mencintai kamu. Kenapa?" tanya Vita kesal sekaligus juga sedih.
__ADS_1
"Kamu sudah tau jawabannya bahwa perasaan ini gak bisa di paksakan. Kita juga gak bisa membuat cinta ini menghilang begitu saja. Aku juga gak tau kenapa bisa tertarik sama Alexa sama seperti kamu, kenapa kamu bisa tertarik sama aku sedangkan aku yakin di luar sana banyak laki-laki yang suka sama kamu." ucap Andi
"Karena aku berbeda dengan pria lain," jawab Vita
"Sama, aku pun mencintai Alexa karena dia itu berbeda dengan wanita lainnya. Dia wanita spesial yang bisa membuat aku jatuh cinta," ucap Andi
"Kamu tega sama aku, TEGA tau gak." ujar Vita sambil keluar dari ruangan itu dengan meneteskan air mata.
Andi pun sebenarnya juga merasa bersalah karena sikapnya sudah keterlaluan tapi ia gak mau menyakiti hati Vita terlalu dalam. Jika Andi membiarkan terus lengket padanya, selain akan membuat Alexa salah faham juga akan membuat Vita semakin sudah melupakannya.
Vita juga berhak bahagia dengan orang yang bisa mencintainya dengan tulus karena sebenarnya Vita adalah orang baik dan tadi ia kasar mungkin karena perasannya sedang terluka.
Setelah kepergian Vita, Andi segera siap-siap untuk bekerja. Bagaimanapun ia punya tanggung jawab, dan ia gak boleh mengedepankan perasannya hingga mengabaikan para pasien yang sedang menunggu dirinya. Padahal Andi sangat merindukan Alexa dan ingin melihat wajahnya. Tapi ya sudahlah, Andi nanti bisa menemuinya setelah jam istirahat tiba.
__ADS_1