
Setelah dari taman, Axel mengantarkan Alesha ke rumahnya sampai selamat.
"Mas gak mau ketemu Aby sama Umy? Ayo turun, ketemu sama mereka dulu. Gak enak kalau nganterin aku hanya sampai depan rumah," ujar Alesha saat Axel hanya mengantarkan dirinya sampai depan rumah dan gak mau di ajak masuk ke dalam rumah dan bertemu kedua orangtuanya.
"Helm baiklah," Akhirnya Axel pun menurut walaupun sebenarnya ia ingin segera pulang dan bingung jika berhadapan dengan orang tua Alesha.
Mereka turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah karena kebetulan rumahnya juga gak di kunci dan sedikit terbuka.
"Assalamualaikum Aby, Umy," ucap Alesha.
"Waalaikumsalam," jawab Adam dan Hawa bersamaan yang baru keluar dari salah satu kamar yang ada di rumah itu
"Assalamualaikum om, Tante," ujar Axel gugup sambil mencium tangan Adam.
"Waalaikumsalam Nak Axel, Ayo duduk," ujar Adam. Axel pun duduk di sofa. Jujur ia masih bingung mau ngomong apa, ia merasa gugup dan grogi. Padahal biasanya ia selalu lancar dalam hal berbicara tapi sekarang, ia malah seperti orang linglung yang gak tau bagimana ia harus bersikap dan apa yang harus ia katakan.
Melihat Axel yang gugup, Adam hanya tersenyum. Ia seperti merasakan apa yang di rasakan oleh Axel karena ia juga pernah muda, tentu hal seperti ini juga pernah ia rasakan di masa lalu.
Hawa yang melihat calon menantunya juga ikut tersenyum. Ia memilih pergi ke dapur untuk membuatkan minuman sedangkan Alesha, ia pamit pergi ke kamar untuk mandi karena tubuhnya yang sedikit lengket dan Alesha gak suka akan hal itu.
Kini di ruang tamu hanya ada Adam dan Axel.
__ADS_1
"Tadi pergi kemana?" tanya Adam memulai membuka suara karena melihat Axel yang dari tadi hanya diam membisu.
"Ke toko buku dan setelah itu ke taman. Lalu langsung pulang ke sini, om," ujar Axel gugup.
"Jangan panggil Om, panggil Aby. Kamu itu calon menantu saya dan beberapa hari lagi akan resmi jadi suami dan putri saya," ucap Adam tersenyum.
"Iya Aby. Maaf tadi aku bawa Alesha ke toko buku dan ke taman gak izin dulu," ujar Axel.
"Gak masalah. Tadi Alesha sudah izin lewat chat WhatsApp. Lagian seharusnya Aby yang mengucapkan terimakasih karena sudah menjaga Alesha dan mengantarkannya ke rumah sampai selamat dan tanpa kurang sesuatu apapun. Tadi Aby mengajak dia makan bersama di resto, tapi Aby ada urusan yang gak bisa di tinggal jadi Aby terpaksa pulang dulu tapi untunglah Nak Axel ketemu Alesha sehingga bisa menemani Alesha," ucap Adam ramah.
"Iya Aby, kebetulan tadi juga setelah habis rapat. Aku memang mau makan di resto yang ada di dekat kantor. Dan malah ketemu Alesha di sana," ujar Axel.
"Alhamdulillah lancar Aby," jawab Axel.
"Syukurlah Aby senang mendengarnya. Aby harap nanti jika kamu sudah menikah dengan Alesha, kamu jangan sampai menyakiti hati dan perasaannya. Karena jika itu terjadi, kamu sama aja seperti menyakiti hati dan perasaan Aby. Karena bagaimanapun Alesha adalah seperti permata buat Aby, dia adalah putri Aby satu-satunya," ujar Adam mengungkapkan isi hatinya.
"InsyaAllah Aby, aku akan menjaga dan melindungi Alesha dan berusaha membahagiakannya,"
"Syukurlah, Aby senang mendengarnya. Aby harap kamu bisa menepati apa yang kamu katakan tadi." ujar Adam tersenyum dengan apa yang di ucapkan oleh calon menantunya barusan.
Saat mereka ngobrol, Hawa datang dengan membawa minuman.
__ADS_1
"Silahkan di minum Nak Axel," ujar Hawa sambil menaruh minuman itu di atas meja.
"Iya terimakasih Tante, eh Umy maksud saya," ujar Axel grogi yang hanya di balas senyuman oleh Adam dan Hawa.
Axel minum minuman yang di buat oleh Hawa. Dan setelah itu mereka pun ngobrol bertiga hingga 10 menit kemudian, Alesha datang dengan tampilan yang berbeda. Kini ia menggunakan baju pink dan hijab berwarna putih dan kaos kaki yang juga berwarna putih. Alesha terlihat sangat kalem dan juga cantik. Hingga Axelpu terpana melihatnya.
"Maaf ya mas tadi tak tinggal mandi, soalnya badan saya lengket, jadi saya merasa sedikit risih," ujar Alesha sambil duduk di dekat umynya.
"Iya gak papa, santai aja," ujar Axel berusaha melawan kegugupan nya.
Mereka pun lanjut ngobrol hingga beberapa menit kemudian, setelah Axel menghabiskan minumannya, ia pun pamit pulang.
"Aby, Umy, Alesha. Saya pamit pulang dulu," ujar Axel sambil berdiri dari tempat duduknya. Ia hanya salaman dengan Adam.
"Iya nak, hati-hati di jalan," ujar Adam
"Assalamualaikum," ucap Axel.
"Waalaikumsalam," jawab mereka bersamaan. Dan setelah itu Axel pun pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Sepanjang jalan ia tak henti hentinya tersenyum apalagi melihat wajah Alesha yang begitu teduh dan menggemaskan. Mengingat Alesha membuat Axel lupa dengan Afifah bahkan Axel merasa bahwa Alesha mulai menggantikan posisi Afifah di hatinya. "Tapi apakah secepat itu aku jatuh cinta pada orang lain dan melupakan cinta pertamaku?" tanya Axel pada dirinya sendiri.
Axel tak bisa menjawabnya tapi yang jelas ia bahagia bertemu dengan Alesha dan jalan bareng seperti tadi.
__ADS_1