Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Bertemu Edwin


__ADS_3


Sesampai di Surabaya, Alexa langsung memesan taxi online untuk mengantarkan dirinya menuju hotel. Namun saat taxinya sudah datang, Alexa pun segera masuk dan duduk di kursi belakang.


Taxi pun berjalan namun di tengah perjalanan, sang sopir seperti mengenali penumpangnya. Sedangkan Alexa, ia hanya memejamkan matanya. Memang sejak di kereta, Alexa memilih diam dan memejamkan mata untuk mengurangi rasa sakitnya. Alexa bahkan tak perduli yang menyetir sekarang siapa, yang penting ia di antarkan sampai tujuan dengan selamat.



"Alexa," ucap sang sopir sambil melihat Alexa dari kaca yang ada di depannya.


"Kamu mengenaliku?" tanya Alexa yang masih terus memejamkan matanya.


"Apakah kamu sudah lupa dengan suaraku?" tanya sang sopir sambil menoleh ke belakang. Alexa pun membuka matanya namun betapa kagetnya saat ia melihat bahwa sopirnya itu ternyata adalah Edwin.


"Mas Edwin," ujar Alexa


"Sudah inget sama aku?" tanya Edwin tersenyum.


"Iya ingetlah mas. Mas Edwin kenapa bisa ada di Surabaya?" tanya Alexa


"Iya, dulu aku sempat pulang ke kampung. Tapi nyari kerja di sana susah banget. Tapi aku pernah melamar di SD dan di terima sebagai guru swasta, tapi honornya sangat rendah, cuma 150 RB perbulan. Itupun kadang gak langsung di bayar nunggu 3 bulan. Sedangkan jarak rumah aku ke tempat aku ngajar cukup jauh sekitar satu jam lebih. Setiap hari harus beli bensin.


Aku merasa gajiku gak pernah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan ku, makanya aku memutuskan untuk merantau ke Surabaya jadi sopir online," ucap Edwin menceritakan kehidupannya.

__ADS_1


"Oh, aku fikir Mas Edwin masih di kampung dan sudah nikah karena sudah lama gak ada kabarnya," ujar Alexa.


"Aku belum nikah kog, aku masih single," jawab Edwin berbohong karena kenyataannya dia sudah punya tunangan. Edwin tunangan dengan gadis yang ada di kampungnya. Dan dia merantau ke Surabaya karena ia harus mencari uang lebih banyak biar bisa buat modal nikah dengan tunangannya itu.



Edwin tunangan dengan gadis itu bukan karena cinta melainkan karena di jodohkan oleh ibunya dan Edwin tak bisa menolaknya karena di sisi lain, ia juga belum punya pasangan.


Namun ia gak menyangka, bahwa ia akan bertemu dengan orang yang sangat ia cintai. Orang yang selama ini sangat ia rindukan dan selalu ia sebut dalam setiap doanya.


"Masak sih mas, masih single berarti sama dong kayak aku," ujar Alexa sedih.


"Kamu juga single? Bukannya kamu tunangan sama Andi, sahabat aku?" tanya Edwin heran.


"Aku sudah putus tunangan dengan Mas Andi," jawab Alexa dengan menitikkan air mata.


"Beberapa jam yang lalu," jawab Alexa


"Apakah karena itu, kamu pergi ke sini?" tanya Edwin


"Ya begitulah, aku ingin menenangkan hati aku. Aku berharap hatiku bisa sembuh dengan seiring berjalannya waktu," jawab Alexa tersenyum walaupun air mata tetap aja menetes.


"Aku akan membantu menyembuhkan rasa sakit itu," ucap Edwin tersenyum namun Alexa tak menjawabnya dan memilih diam.

__ADS_1


Hingga tak terasa mereka pun sampai di hotel yang di tuju.


Alexa segera turun dari tadi begitu pun dengan Edwin.


"Apakah nomermu masih sama seperti yang dulu?" tanya Edwin.


"Iya," jawab Alexa


"Besok aku akan menghubungi kamu, untuk membawamu jalan-jalan agar kamu gak sedih lagi," ujar Edwin.


"Emang kamu masih nyimpen nomerku?" tanya Alexa


"Iya,"


"Tapi kenapa kamu gak pernah menghubungi aku?"


"Karena aku menghargai Andi sebagai sahabat aku. Bagaimana mungkin aku mengirim pesan kepada wanita yang sudah menjadi tunangan orang lain apalagi tunangannya adalah sahabat ku sendiri. Aku gak mau menyakiti sahabatku tapi karena sekarang kamu dan Andi sudah putus tunangan, jadi gak papakan jika aku mendekatimu lagi. Maksudku sebagai teman," ujar Edwin.


"Baiklah mulai sekarang kita adalah teman. Aku masuk dulu, kamu hati-hati di jalan," ucap Alexa yang langsung pergi membawa koper yang berisi bajunya. Sedangkan Edwin hanya menatapnya tanpa bicara sepatah katapun.



Setelah Alexa masuk ke dalam hotel, Edwin pun masuk ke dalam mobilnya untuk mencari penumpang lain.

__ADS_1


Sedangkan Alexa, sesampai di kamar yang ia pesan. Ia baru ingat belum bayar uang taxi. Walaupun Edwin adalah orang yang ia kenal tapi bagaimanapun Alexa sudah menyewa jasanya untuk mengantarnya ke hotel.


Alexa ingin menghubunginya namun ia gak punya nomer hp nya. Ia berharap Edwin segera menghubungi nya agar Alexa bisa segera membayar uang taxi nya.


__ADS_2