
Satu minggu kemudian, saat hari libur. Axel dan Alexa mengajak aby dan umy nya untuk pergi ke rumah Balqis. Mau gak mau mereka pun menuruti keinginan putra dan putrinya. Sebelum pergi, Zahra sudah mengirim pesan kepada Balqis bahwa mereka akan pergi kesana.
Saat di perjalanan menuju rumah Balqis, Zahra meminta Adzriel berhenti di toko buah karena gak enak rasanya jika bertamu ke rumah orang dengan tangan kosong. Setelah membeli beberapa buah segera, mereka pun melanjutkan perjalannya.
Sesampai di depan rumah Balqis, Zahra dan Adzriel begitu kaget melihat rumah Balqis yang sudah berubah 180 derajat.
"Mas, ini beneran kan rumah Balqis?" tanya Zahra karena ia takut salah rumah.
"Iya bener yank. Mana mungkin aku lupa. Mungkin Balqis sudah merenovasinya.
"Oh iya juga. Ya udah ayo masuk. Gak enak di luar terus." Ujar Zahra.
Axel dan Alexa pun berjalan di depan. Sesampai di depan pintu, Adzriel memencet bel rumah dan tak lama kemudian, Balqis dan Aksa keluar membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum." Ucap Zahra.
"Waalaikumsalam. Ayo masuk." Ujar Balqis seterlah berjabat tangan dengan Zahra dan Alexa sedangkan Aksa berjabat tangan dengan Adzriel dan Axel.
Mereka semua kini duduk di kursi yang baru di beli 3 hari yang lalu. Kursi yang ia beli hampir seperti kursi kerajaan besar dan mewah.
"Aku fikir tadi ini bukan rumah kamu lho. Soalnya beda ma yang dulu." Ucap Zahra melihat ruang tamunya yang juga kini telah berubah menjadi gambar 3D
"Iya soalnya kan aku pengen suasana yang berbeda dan aku pengen pas di rumah itu aku seperti ada di taman terbuka jadi aku bikin deh kayak gini. " Jawab Balqis tersenyum.
"Aby, aku juga mau rumah kita kayak gini." Ujar Alexa.
"Iya sayang, nanti kita ubah rumah kita seperti rumah Tante Balqis ya." Ucap Adzriel tersenyumm.
"Beneran?" tanya Alexa.
"Iya sayang." Ujar Adzriel.
"Tante boleh kan aku lihat lihat ruangan lainnya?" tanya Axel.
__ADS_1
"Boleh sayang." Ujar Balqis.
Axel dan Alexa pun berjalan dan melihat ke setiap sudut ruangan. Ia terpukau melihat rumah tantennya yang sungguh menggiurkan dan bikin betah.
Sedangkan Zahra dan Balqis membahas masalah rumah.
"Kamu rombah ini semua habis berapa?" tanya Zahra.
"Gak banyak kog sekitar 500 jutaan ya yank?" tanya Balqis ke suaminya.
"Iya kurang lebih 500 jutaan." Jawab Aksa.
"Hemmm gimana menurutmu yank, kamu mau gak rumahnya di gambar pakai 3D?" tanya Adzriel ke Zahra.
"Aku mah terserah anak anak mas. Kalau anak anak suka, ya kita rombak aja. Tapi apa gak masalah uang sebanyak itu........." belum selesai Zahra berbicara, Adzriel langsung memotongnya.
"Gak masalah yank, lagian aku kerja kan juga untuk keluarga kita. Kalau bukan kamu, anak anak dan bunda siapa lagi yang akan menikmati hartaku?" tanya Adzriel.
"Tapi apa gak berlebihan?" tanya Zahra.
"Gak ada kata berlebihan untuk orang yang aku sayang." Jawab Adzriel.
"Aduh aku juga mana tau. Tiba tiba Allah mentakdirkan aku punya anak kembar. Aku juga gak ada cara apapun, yang ini aja aku gak ada apakah kembar lagi atau hanya satu." Jawab Zahra sambil mengelus perutnya yang belum besar.
"Aku gak sabar ingin punya momongan juga. Iya kan yank?" tanya Balqsi sama suaminya.
"Iya sepi rasanya kalau gak ada anak kecil." Jawab Aksa.
"Berdoa aja semoga Allah segera memberikan kalian keturunan." Ujar Adzriel.
"Aaamiin." Ucap Aksa dan Balqis bersamaan.
"Oh ya gimana kerja di sini, sulit gak?" tanya Adzriel kepada Aksa yang beberapa hari ini sudah mulai bekerja di perusahaan milik papanya Balqis.
"Alhamdulillah gak ada, aku sangat menikmatinya. Orang orang kantor juga alhamdulillah baik baik semua." Jawab Aksa.
"Aku permisi dulu ya." Ujar Balqis, dia ingat belum memberikan makanan dan minuman untuk tamunya. Untuk itulah Balqis pamit pergi ke belakang untuk meminta pelayan membawakan makanan dan minuman ke ruang tamu. Setelah selesai menyuruh pelayan untuk buat makanan dan minuman, Balqis kembali ke ruang tamu.
Dan tak lama kemudian pelayan pun datang dengan membawa beberapa makanan dan minuman yang sebenarnya sudah selesai di bikinin tinggal merapikan aja dan mengantarnya ke ruang tamu.
__ADS_1
"Ayo minum." Ujar Aksa. Adzriel dan Zahra pun segera meminum Juz Apel yang sudah di sediakan.
Saat mereka selesai minum, Axel dan Alexa datang.
"Aby, aku mau kamar seperti kamarnya tante Balqis." Ujar Alexa, tanpa mereka ketahui tadi Axel dan Alexa masuk ke kamar dan melihat lihat dari pintu karena mereka gak berani masuk. Mereka hanya melihat gambar gambar yang ada di lantai dan di dinding serta di langit langit rumah.
"Iya sayang, nanti aby buatkan. Sekarang ayo duduk dulu, minum ini." Ujar Adzriel sambil memberikan minumannya kepada Axel dan Alexa.
"Sayang, kalau bertamu tidak boleh kesana kemari. Gak sopan. Axel dan Alexa faham kan maksud umy?" Ujar Zahra menasehati putra dan putrinya.
"Gak papa, namanya juga anak kecil dan suka penasaran.." Ucap Balqis membela Axel dan Alexa.
"Tapi aku jadi gak enak sendiri." Ujar Zahra malu.
"Gak usah malu kayak di rumah orang lain aja." Ucap Balqis sambil membelai kepala Alexa yang tertutup hijab karena memang Alexa duduk di dekatnya.
"Iya tapi aku takut jadi kebiasaan." Ujar Zahra gak enak hati.
"InsyaAllah mereka ngerti, kalau ke rumah orang lain gak mungkin kayak gini. Iya kan sayang?" tanya Balqis kepada Alexa.
"Iya, Alexa selama ini gak pernah liat liat rumah orang kecuali rumah Tante Balqis. Dan maaf jika bikin umy malu." Ucap Alexa dengan nada sedih karena sudah bikin umy nya kecewa.
"Gak papa, yang penting jangan di ulangi." Ujar Zahra menashati.
Axel dan Alexa pun hanya mengangguk.
Dan setelah itu merekapun bercakap ke sana ke mari. Setelah satu jam, barulah mereka izin pulang karena bagaimanapun bertamu ke rumah orang juga harus ngerti waktu.
__ADS_1