Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
perbincangan panjang dengan sang pemilik semesta


__ADS_3

" Justru gua mau makasih sama lu dan Melda udah mau ngebantuin gua . Emm Ngomong-ngomong selamat ya dikit lagi lu bakal jadi seorang ayah dan selamat atas kehamilan Melda , sorry baru ngucapin sekarang " ujar ku memberikan ucapan selamat yang baru bisa ku ucapkan sekarang karena kemarin-kemarin mungkin aku merasa begitu ricuh , sekarang pun sebenarnya tak ada bedanya .


" Thanks , tapi gua dan Melda justru tidak enak dengan kabar ini dalam keadaan kalian yang sedang seperti ini "


" Tidak , ini karma buat gua . Apa yang gua lakuin dulu ya gua harus menerima nya . Ini balasan buat gua atas apa yang gua lakuin dulu , gua lupa kalau hukum alam berjalan . justru gua ngerasa ini amat gak adil buat qayla . Gua tuh begoo bangett ! Jujur sampai sekarang gua masih gak bisa maafin diri gua sendiri dengan apa yang menimpah qayla . Gua bahkan minta qayla ngeguguri darah daging gua sendiri kala itu . Bejatt mungkin itu pantas buat gua "


" Semua orang punya masa lalu yang gak semua nya itu baik , intinya lu mengakui diri lu salah dan lu mau memperbaikinya . Gak ada kata terlambat untuk menjadi baik " ujar ahyar menghibur


Suara azan magrib mengiringi perjalanan kami , karena waktu magrib yang sedikit kita memutuskan Untuk mampir ke masjid terdekat . Selesai shalat magrib , aku tersungkur dalam doa paling panjang yang rasanya pernah ku panjatkan memohon padaNya agar di beri ketenangan dan kekuatan menghadapi cobaan dalam hubungan ku dan qayla yang belakangan ini menimpa kami . Dengan sepenuh hati aku memohon agar segala kericuhan yang tumbuh di hati ku bersamaan dengan keinginan qayla yang ingin mengakhiri hubungan kami berhenti menguasai ku . Dengan sepenuh hati pula aku meminta Dia sang yang maha tahu untuk berkenan mengurungkan hati istri ku itu , menyadarkan qayla bahwa kami memang seharusnya bersama . Kami saling mencintai , tak pernah sekalipun aku memohon agar Dia mengganti qayla dengan gadis lain yang lebih baik .. sebab aku merasa Qayla lah yang terbaik untuk ku . Kebodohan ku dulu menyadarkan ku bahwa hanya qayla lah yang ku cintai , tak peduli penolakan qayla yang melukai ku . Aku tahu cintaku untuk nya masih akan tetap subur di hatiku , penolakannya tak pernah membuat ku berhenti menginginkan nya . Sebentuk harapan tumbuh lagi di hatiku Mengingat percakapan ku dengan bang Usen lusa , harapan bahwa qayla tengah berbohong tak mencintai ku . Aku meminta agar Dia sang maha membolak-balikkan hati untuk persatuan kami kembali bagaimana pun caranya , karena aku tahu bukankah sang pencipta membenci perpisahan pada sepasang suami-istri ..


Setelah larut dalam doa , aku beranjak keluar dengan ahyar yang lebih dulu selesai tengah terduduk di lantai tangga masjid menunggu ku agaknya .


" Sorry , lama . " Ucap ku duduk di sebelahnya memakai sepatu


" Sans ae .. " Sahut nya santai , maksud nya ( santai ajah ) , ahyar memang orangnya suka kelewat bebas jadi kadang bahasanya suka gitu ala kadarnya tapi tetep kece .


Sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju apartment


***


Pagi ini masih di Seoul , di Apartment Lin cuaca cukup cerah . Aku sudah berada di cafetaria Tempat Kemarin , aku memutuskan untuk kesini kembali selain karena tempatnya nyaman , aku juga bisa menikmati secangkir teh yang ku pesan sambil membaca buku yang memang di sediakan cafe tersebut . Itung-itung aku melarikan diri dari isi kepala ku yang memang sedari Kemarin semua masih tentang raii , Kemarin aku sempat kembali terlibat percakapan dengan Melda , melda bilang aku terlalu muna karena tak mau mengakui perasaan ku yang juga begitu merindukan raii .


" Kau tidak ingin menanyakan keberadaan raii . kemana ia ? , Kenapa tak ada surat dari nya lagi ? . Kau tidak merindukan nya ? "


" Tidak .. Bukankah kita hanya perlu terbiasa tanpa satu sama lain , " jawab ku , membohongi diri . ya meskipun kita hampir gila melawan kebiasaan-kebiasaan yang sering di lakukan bersama .


" Kalau raii benar sampai pergi seperti apa yang kamu minta . Kamu bener gapapa qay ! "


" He'um .. " ku iyakan bagai tak masalah , padahal mungkin aku tahu betul jika aku tak sanggup , kayanya bohong banget kalo aku memang tak merindukan nya dan tak ingin tahu keberadaannya .


entah di mana letak lucunya Melda menyeringai melirik ku , " Wah , ternyata kau muna banget ya . jago ! berapa topeng yang dapat kau mainkan ! . Oke . terserah gimana kamu ajah , kalau maunya gitu ya udah aku juga gak bisa ngelakuin apapun " kalimat terakhir melda menyudahi percakapan kita . Aku tahu pasti ia kesal dengan sikap ku , yang berlaga berpura-pura kuat padahal rapuh . Yang berpura-pura baik-baik saja padahal jelas tidak baik-baik saja .


Setelah itu kami kembali bersikap baik-baik saja , layaknya tak pernah berdebat ..


Mungkin sepertinya benar aku muna ..


Kemarin Aku dan melda sudah janjian untuk kesini kembali . sementara Lin ia tak bisa ikut karena katanya ada pekerjaan ,


Sudah sekitar beberapa menit aku duduk sendiri di sini , tapi Melda tak kunjung kelihatan keberadaan nya . Sampai akhirnya aku menghubungi nya

__ADS_1


" Halo , Mel . Kau sudah sampai di mana ? "


" Astagfirullah qay , maaf yaa aku ketiduran .. " jawab Melda linglung dengan suara yang terdengar samar-samar bangun tidur , bahkan saat ini nyawanya belum kumpul kali . " Tapi aku udah mandi ko cuma tadi pas Ahyar berangkat aku rebahan bentar eh tapi malah kebablasan , duh kamu pasti udah lama yaa ? " Ujarnya dengan suara nguap yang terdengar


" Gak juga ko , dulu aku juga suka gitu ko ngantukan pas hamil , udah gitu gampang banget lelahnya . Kata dokter emang suka gitu bumil "


" Maaf ya , aku akan rapih-rapih kemudian langsung meluncur kesana "


" Gapapa , santai saja . Gak tau usah terburu-buru juga "


" tetep saja aku tidak enak . Bentar yaa Aku gak lama ko , bye .. " mematikan panggilan nya


Aku pun menyeruput teh ku dan kembali melanjutkan buku melow yang ku baca berkisah tentang sepasang kekasih yang tak bisa bersama lantaran latar belakang status mereka , yang membedakan si kaya dan si miskin . Sampai seorang pria mengunakan pakai formal tidak muda tapi tidak juga tua menghampiri meja ku ,


" permisi , apa dengan nona raii Nugraha ? "


Juluka itu , julukan yang paling aku sukai seumur hidupku jika boleh jujur . Yang membuat ku senyum-senyum sendiri kalau mendengar julukan itu . Tapi kali ini aku hanya menongah diam ,


" Permisi ! Dengan nona qayla istrinya Presdir raii Nugraha ? "


" ah ya saya qayla .. " seru ku


Bom Mendengar itu aku seperti seseorang yang di sambar petir . kalang kabut gak tahu lagi jantungku rasanya berhenti tiba-tiba saja berdetak , " A- apa ! di .. dimana sekarang ia ? "


" Ikutlah , Saya akan membawa anda menemui Presdir ! "


" A - Bagaimana dengan dengan Melda ? . Melda tidak memberitahu aku apapun padahal kami tadi baru saja telpon an " ujar ku sudah panik


" Em , kecelakaan itu baru saja berlangsung begitu cepat nona . Jadi saya rasa nona Melda juga sedang menuju sana "


" Baiklah , " Tanpa pikir aku berdiri bergegas mengikuti nya sampai di sebuah mobil yang terparkir


Panik , khawatir , takut , aku tak ingin membayangkan hal mengerikan menimpah orang yang kucintai seketika pula air mata ku bocor gitu ajah tumpah membasahi pipiku


Dan tiba-tiba pula , semua gelap ..


***


Melda baru saja tiba di cafetaria , menengok kiri-kanan mencari keberadaan qayla . Ia menghubungi qayla tapi nomor ponselnya tak aktif , Melda mencari ke toilet tapi tak menemukan keberadaan qayla . Melda kebingungan , karena pasalnya saat mereka telpon an qayla jelas sudah di cafetaria .

__ADS_1


Melda akhirnya menanyakan qayla dengan pegawai cafetaria tapi di antara banyaknya pegawai tak ada yang tahu pasti , panik dong Melda . Ia mencoba menghubungi qayla kembali tapi tak kunjung tersambung , Melda terus mencoba menghubungi qayla .


" Yaallah , kenapa tiba-tiba perasaan ku gak enak gini ya " ujar Melda gelisah sambil tak henti menghubungi qayla , " ih kenapa si nomer nya gak aktif-aktif . Kamu di mana si qay " ucap Melda yang kali ini sudah benar-benar panik , kembali melihat kiri-kanan mencari keberadaan qayla .


" Tenang Mel , tenang dulu dong jangan berpikir yang macem-macem . Ih tapi gimana mau tenang orang qayla gak ada ! " Ocehnya bermonolog gusar tak tahu apa yang harus ia lakukan


" Ponselnya juga gak aktif lagi , yaallah qay kamu ada dimana si ? Ihh gimana dong astagfirullah .. ahyar . Ya telpon , aku akan menelpon ahyar " gumam Melda setengah khawatir menelpon suaminya itu


Dretttt ... Dretttt , nomer telpon Melda tertera di layar ponsel milik ahyar yang baru setelah meeting


" *** .. "


" Bagaimana ini Qayla gak ada , qayla gak ada di cafetaria ! " Ujar Melda panik buru-buru


Ahyar yang menerimanya pun bingung


" Qayla ? . Mel , kamu bisa bicara lebih detail ? " Sahut ahyar pada istrinya itu . Lalu melihat raii yang tengah bersamanya itu . Kemudian mengaktifkan speaker ponselnya



" Aduh yaallah , tadi kita janjian ke cafetaria yang kemarin tapi karena aku ketiduran jadinya aku baru sampai . tapi sebelum itu aku dan qayla juga sudah telpon an , pas aku sampai kesini qayla gak ada , aku mencarinya di toilet juga gak ada . Menelpon nya juga gak aktif .. "


Tanpa mendengarkan sampai selesai raii sudah melesat pergi tanpa ba-bi-bu ,



" Bagaimana ini . Gimanaa ! ... " Ujar Melda panik


" Tenanglah dulu , aku dan raii akan kesana . Kau tunggulah di sana ya . Aku tutup " ucap ahyar menyusul raii


Raii sudah lebih dulu melesat melajukan mobilnya menuju cafetaria kemarin , sementara ahyar menyusulnya .


-


-


-


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻

__ADS_1


__ADS_2