
Di stand minuman yang ahyar dan raii sedang pesan ..
" Bagaimana apa udah beres ? " Ucap raii pada ku
" Dia udah berhasil di urus dan bisa di jamin tidak akan pernah memperlihatkan Batang hidungnya di kehidupan kita " ujar ku seakan tahu arah pertanyaan raii sahabat ku itu
" lu udah cari tahu siapa pria yang membawa qayla di cafe itu ? " Yang ku tatap kali ini . Pembicaraan kali ini cukup serius , karena tak butuh waktu lama bagi ku untuk mengupas siapa orang itu dan mengetahui keterlibatan siapa itu di dalamnya. membuat ku enggan untuk membicarakannya . Kali ini raii yang melirik ku seakan meminta segera jawaban atas pertanyaan nya , kuhela nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ku jawab.
" Sudah . Pria itu adalah orang suruhan nya Veronica " jawab ku to the poin karena aku tahu raii tak suka bertele-tele dan aku pun juga malas dengan hal itu , bukan main ku lihat perubahan ekspresi wajah nya yang sudah dapat ku tebak .
Sore kemarin waktu aku dan Melda meninggalkan qayla dan raii yang masih tak sadarkan diri itu , saat hendak menuju kingdom IT kami bertemu Veronica yang panik hendak menerobos menuju apartemen . yang sudah ku minta sekuriti untuk menahannya jika ia datang ke sini . Ia terus saja memberontak meminta di lepaskan bahkan ia sampai membawa-bawa siapa dirinya ,
" Kau mau apa ke sini ! " Ujar ku malas
" Raii , bagaimana keadaannya ? Bukankah kita harus membawanya ke dokter ! " Serunya membuat ku semakin eneg saja menghadapi orang seperti nya
" Bagaimana kau bisa tahu jika raii terluka ! , Ah iyalah karena kau terlibat dalam kejadian ini kan ! " Ucap ku membuat nya terlihat kalang kabut atas pernyataan ku itu
" bicara apa kau ini . Jangan asal menuduh , aku bisa saja menuntut mu ! Aku ingin bertemu raii .. jadi lepaskan .. lepasss .. " serunya mengelak yang sayangnya membuat ku tertawa nyinyir
" Masih mau mengelak setelah ku beritahu pria ini . " Seru ku membuatnya kesal , " kau ingin menuntut ku silahkan aku tak takut ! , Sangat di sayangkan sekali wanita seperti mu akan melakukan hal seperti ini "
" Kau tahu apaa !! Aku sangat mencintai nya "
" Bukan cinta tapi obsesi yang telah menguasai mu ! . Cinta sering kali tak harus memiliki tapi obsesi mengharuskan mu memiliki nya dengan apapun itu , " ujar ku melirik sebelum akhirnya ku lanjutkan " raii dan qayla . Mereka saling mencintai dan kau tidak bisa memisahkan mereka "
" tidak , itu tidak benar .. " terlihat kesedihan dan kebencian yang tak luput di matanya
" Tidak ada yang boleh mengintervensi relasi orang lain yaitu dengan kata lain tidak ada pihak ketiga yang boleh menggangu hubungan dua orang . Pergilah , karena kau tak seharusnya ada di antara hubungan mereka ! " Ucap ku dingin dan meminta sekuriti membawa nya pergi .
Oke balik lagi ke topik " apa ! . jadi ini juga ulahnya ! . " Ujar raii dengan rahang yang mengeras begitu tegas , " berhentikan semuaa kerja sama kita dengan perusahaan miliknya ! " Sambungan nya kembali yang membuat ku kali ini menoleh
" Segera lakukan itu ! . "
" Apa lu yakin ? Maksud gua sudah begitu lamanya kita menjalani kerjasama dengan perusahaan mereka bahkan sebelum dia yang memegang perusahaan keluarganya "
" Gua gak peduli toh gak ada dampak apapun juga jika kita menghentikan semua kerjasama dengan perusahaan mereka !. Dan jangan biarkan dia memasuki perusahaan "
Raii tak segan-segan bertindak seperti itu ..
π»π»π»
Setelah kami rehat sejenak sambil menikmati segelas minuman dingin yang berteman senja indah , kami pun pergi . Bukan untuk kembali ke apartment tapi melainkan kami memutuskan untuk mengunjungi keluarga nona Kim sebelum kembalinya kami ke Jakarta malam ini ,
Setibanya kami di sana , kami di sambut begitu hangat biar ku ceritakan kediaman keluarga Kim . bak bangunan sebuah istana kerajaan bangunan nya hampir mirip seperti bangunan damvinci yang berada di Jakarta tapi ini versi rumahnya bayangkan saja betapa luas dan megahnya .
Nona Kim mempersilahkan kami masuk setelah kira lamanya ia memeluk kami , kurasa mungkin saat ini aku tahu slogan yang akan Melda Gumamkan setelah pelukan nya . " Gak usah lama-lama juga kita bukannya Teletubbies , "
__ADS_1
Lalu setelah itu nona Kim mempersilahkan kami duduk , sedangkan para pria entah apa yang mereka perbincangkan di lapangan golf yang tak jauh dari tempat kami duduk .
Saat kami mulai terlibat perbincangan , tibalah seorang wanita membawa nampan cangkir menyuguhkan nya dan waktu nona Kim mengenalkan nya saat itu juga aku dan Melda terkejut memanggil nama lin bersamaan , yang ternyata itu adalah Lin . Lin memang bekerja di kediaman keluarga Kim , ia menjadi tabib kepercayaan keluarga besar Kim yang bahkan hubungan mereka juga sudah seperti keluarga .
" Kalian saling kenal ? " Tanya nona Kim
Yang kami anggukan secara bersamaan tentunya,
" Dunia ternyata memang sesempit itu yaa , kalau begitu Lin sinilah bergabung kita bincang-bincang " ujar nona Kim dengan senang
Lama kita berbincang kalau kata cowok mah perempuan kalau udah ketemu dan berbincang itu bisa dari abjad A-Z . bisa dari pagi ketemu pagi lagi kali , apapun di bahas , ngerumpi udah menjadi darah daging kayanya .
Yeh enak ajah , ngerumpi nya juga yang berbobot lah . ngerumpi kalau gak yang berbobot ngapain coba nambahin dosa diri ajah , gak si ? ..
akhirnya sampai pada kami yang berpamitan , kala itu nona Kim sempat merajuk karena kami berkunjung bertepatan dengan akan kepulangan kami malam ini ke Jakarta tapi syukurnya tuan Kim memberi pengertian padanya . Tak lupa juga aku berbicara pada Lin Dan berharap ia bisa mengantar kami ke bandara , jujur Lin itu sangat baik . Pokonya banget padahal sebelumnya kami juga tak saling kenal . Tapi ia tak sama sekali mempermasalahkan apapun apa lagi saat membantu ku ,
***
Sampai tibanya kami di apartment , kami rehat sejenak sebelum akhirnya kami akan ke bandara . Saat kami keluar apartment , seorang pria dengan balutan pakaian formal berdiri di depan apartemen aku dan raii . Pandangan mata pria itu dan raii saling bertemu ,
" Sayang , kau duluan lah " seru raii lembut menatap ku . Aku mengangguk tanpa banyak tanya . Berjalan menunggu nya di lobby apartment
" Ada apa ini raii ? Kenapa Anda menghentikan semua kerjasama kita . Kita sudah melakukan kerjasama bertahun-tahun sudah lamanya , kenapa ? "
" Tanya kan itu pada putri anda ! "
" Veronica ? , Ada apa dengan nya raii ? . Bukankah semua baik-baik saja ? ... " Tanya pria yang berpakaian formal tersebut yang ternyata ia ayah dari Veronica
" Ada apa dengan mu ? Dan kenapa aku di larang masuk kingdom IT ? " Seru Veronica pura-pura tak tahu apa-apa
" Kau masih bertanya ! " Ucap raii dingin , " setelah apa yang akan kau lakukan dengan istri ku ! Hah ! "
" Apa yang kau bicarakan ... " Elak Veronica masih berpura-pura
" Cih ! . Pria itu , anak buah mu . kau menyuruh nya untuk melenyapkan istri ku kan lalu berkerja sama dengan adim " ucap raii menatap marah
" Apa ! Veronica maksudnya apa ini hah ? " Ujar sang ayah yang saat ini mengetahui biduk alasan mengapa raii melakukan hal ini pada perusahaan nya , ya itu karena ulah anaknya . ia justru merasa malu atas apa yang di lakukan anaknya itu .
" Sebegitu nya kah kau dengan wanita itu ! , raii aku mencintaimu sudah sejak lama bahkan mungkin saat kita berumur 5 tahun saat om Nugraha dan Tante Dina mengajak mu berkunjung menemui orang tua ku . Apa yang wanita itu punya hingga kau sampai seperti ini , dasar wanita tak sadar diri . ia bahkan tak bisa memberikan mu seorang anak kan ! ... "
" Hentikan ! . aku sudah punya segalanya jadi ia tak harus punya apapun lagi . Lalu tentang hadirnya seorang anak aku bahkan tak keberatan sama sekali karena aku sangat mencintai istri ku " ucap raii pergi meninggalkan mereka
" Raiii .. raiiii ... " Panggil Veronica sambil menangis memenuhi lorong apartment . Ia bahkan mengejar raii yang berusaha di hentikan oleh ayahnya itu ,
" Ayoo , " seru raii menggenggam tangan ku tersenyum hangat
aku menoleh melihat kearah Veronica dan juga pria berpakaian formal itu lalu menatap raii ,
" Tapi raii .. "
__ADS_1
" Semuanya sudah selesai , kita pergi ya " jawab raii membawa ku pergi ,
" eum apa terjadi sesuatu ? " Gumam ku menanyakan nya ragu-ragu di dalam mobil , bayangan Veronica mengejar sambil menangis hendak menghampiri raii terus terbayang di pikiran ku
" Tidak ada apa-apa sayangg " sahut raii tersenyum
***
bandara airport Incheon ..
" Apa terjadi sesuatu ? Kenapa kalian lama sekali " seru ahyar dan melda yang memang sudah lebih dulu berada di sana
" Tidak ada apa-apa " sahut raii
" Qayla .. Melda .. " panggil Lin melambaikan tangannya menghampiri kami yang tentunya kami sambut senyuman hangat
" Ah aku tidak terlambatkan .. " gumam Lin melihat jam tangannya tersenyum
" 5 menit lagi . hey nona lin , apa ini kenapa baru sampai padahalkan mustahil sekali kalau kau sampai bilang macet , karena ini bukan Jakarta " ujar Melda
" Hehe maaf , ini . tadi aku mampir sebentar ke apartment dulu . Ah ya ambillah untuk kalian " memberikan kami paper bag
" Apa ini .. " tanya ku
" Minumlah ini setiap hari , bagus untuk daya tahan kalian . " seru nya tersenyum memberikan herbal yang ia racik buat sendiri ,
" Lin terimakasih banyak ya .. "
" Terimakasih untuk apa si , aku tidak melakukan apa-apa juga ih "
Waktu penerbangan kami sudah di konfirmasi oleh pihak bandara ..
Aku memeluk lin , " senang bertemu kamu . mampirlah ke Jakarta sering-sering ya nantinya " ujar ku melepaskan pelukan yang kini sekarang berganti dengan Melda ,
" Jangan lupa yaa , harus mampir pokoknya . Awas ajah .." ucap Melda tampak seperti memalak si
" baiklah , sehat-sehat ya debay dan ibunya .. " sahut lin mengelus perut Melda Dan ,
" kamu juga ya qay " sambung Lin tiba-tiba mengelus perut ku , yang hanya ku balas senyuman . Kami bertiga pun kembali berpelukan
" Terimakasih banyak ya ," ujar raii pada Lin sebelum akhirnya kami berempat pergi
Selamat tinggal Seoul ...
π»π»π»
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komenya βΊοΈπ»