Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Aku akan disisimu


__ADS_3

Bram pulang, Ariani menyambut di depan tangga. Bram sudah melepas jasnya. ia kini hanya memakai celana panjang warna krem dan kemeja putih. kemejanya terlihat sedikit kusut. Ariani langsung paham bahwa sedang tidak baik suasana hati Bram. ia tidak berkata sepatah katapun. menunggu Bram bicara, sementara Hyuk memberikan jas Bram yang sedari tadi di pegangnya pada Ariani. Ariani mengkode mencoba bertanya ada masalah apa. tapi percuma Hyuk tidak akan cerita padanya kecuali Bram yang memintanya. Ariani mengikuti Bram ke kamar sementara Hyuk menuju ruang kerja Bram untuk meletakkan tas kerja tuannya. Bibi Nam yang melihat suasana itupun berjalan memilih mengikuti Hyuk. pasti ia mau bertanya ada masalah apa dengan tuan mereka. jelas Hyuk akan menjawab kalau dengan bibi Nam.


Bram duduk di sofa membuka sepatunya dan menendangnya sekenanya. Ariani sigap merapikannya ke rak sepatu. Bram membuka kancing kemejanya tanpa bicara dan tanpa melihat istrinya yang berdiri mematung menunggu aba-aba darinya. Bram menyambar lengan Ariani dan gadis itu terduduk di pangkuan Bram. Bram menyandarkan kepalanya di punggung Ariani. Ariani terdiam belum saatnya ia bertanya ada masalah apa.


"Sayang kau mau teh hangat?". Yang di tanya tak bergeming. Bram malah mencium rambut Ariani yang harum shampo. keduanya kini terdiam.


"Aku mau mandi, bantu aku", Bram membuka suaranya. Ariani berdiri membuka kancing kemeja Bram dan melepas baju dan celana suaminya. memakaikan jubah mandi dan mengekor berjalan ke kamar mandi. Ariani menggosok punggung putih suaminya. ia juga memijat rambut Bram dengan shampo gingseng agar rileks. Bram tetap diam matanya hanya menerawang sebentar. sorot matanya kesal. Bram akan membilas dirinya ia berjalan menuju shower membiarkan air hangat membilasnya dari kepala hingga kaki. Ariani menyiapkan handuk putih bersih untuk di pakai Bram. selesai mandi Bram duduk di meja rias, Ariani memijat kepala Bram memberika vitamin pada rambut suaminya yang tebal dan lurus. Bram memejamkan matanya. Bram berdiri dari duduknya berbalik dan mencium bibir Ariani. ia menggenggam kedua tangan Ariani di dadanya.


"Apa kau terfikir akan pergi dariku?",


Ariani tersentak, ia menatap lekat mata Bram. terlihat lelah dan cemas.


"Tidak sayang, aku akan disisimu sampai...kau sendiri yang melepaskan ku", Ariani tertunduk. entah kenapa ada rasa sesak di dadanya saat ia mengucapkan kata tadi. Bram menariknya kedalam pelukan. lama Bram memeluknya dengan diam.


jangan pergi dariku, aku mencintaimu.


Bram.

__ADS_1


Bram melepas pelukannya. Ariani berjalan mengambil pakaian yabg sudah ia siapkan buat Bram. selesai Bram memakai pakaiannya, Ariani berjinjit merapikan rambut suaminya. Bram mengangkatnya dan menjatuhkan ke tempat tidur. ia sudah menindih tubuh mungil itu. kaki Bram yang panjang mengunci kaki Ariani hingga gadis itu tak berkutik.


apa aku harus membuat mu hamil agar selamanya kau tak pergi dari ku?. Bram.


"Kau mau hamil anak ku?",


wajah Ariani memucat, ia sedikit gemetar. entah sudah siap atau belum ia untuk mengandung dan menjadi ibu. lebih parah ia takut jika Bram hanya memanfaatkannya untuk memiliki keturunan setelah itu menendangnya. Ariani kebingungan. selama ini ia memakai cara agar tidak hamil terlebih dulu. ia sempat mendatangi dokter ahli kandungan tanpa sepengetahuan Bram.


"Apa dokter yang kau datangi memberi mu obat agar kau tak hamil?", Bram mengelus halus perut Ariani.


Dia tahu, bagaimana ini. Ariani.


"Sayang aku bisa jelaskan", Bram ******* bibir mungil Ariani. lalu melepasnya.


"Jelaskan", perintahnya.


"Sayang aku mendatangi dokter itu untuk kontrasepsi bulanan agar aku tak hamil. karena....", Ariani tercekat tak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Karena?", Bram mulai mencengkram dagu Ariani.


"Kau tak mencintai ku", Bram tersenyum. ia memandang lekat mata Ariani.


"Kalau begitu apa kau mencintai ku?",.


ini pertanyaan sulit. dirinya bahkan tidak tau apa ia mencintai Bram atau tidak. tapi yang berada di pikirannya selalu Bram. dan tak bisa di pungkiri ia menyayangi lelaki itu. tapi mengingat pernikahan mereka bukan karena cinta Ariani tak berani berharap banyak. ia tak punya jaminan apapun kalau Bram tak akan membuangnya suatu hari nanti. sementara Lisa yang sempurna ia tinggalkan dengan mudahnya.


"Kau tidak menjawab?", suara berat Bram membuyarkan lamunannya.


"Iya aku mencintai mu",


"Aku tidak" jawab Bram sambil tertawa lepas, ia menggigit sentengah lidahnya menggoda Ariani. Bram terlihat tampan sekali saat menggoda Ariani tadi.


lihat dia senang sekali seperti anak kecil. Ariani.


Bram memeluk Ariani dan membenamkan wajahnya di dada Ariani.

__ADS_1


"Katakan apa kau berniat akan pergi dari ku?",


"Tidak sayang, aku akan berada disisi mu",.


__ADS_2