
Ariani menyiapkan baju kerja untuk Bram. Bram keluar dari kamar mandi. ia mengganti bajunya sesuai yang di siapkan istrinya. Bram menarik bangku kecil dengan sebelah kakinya.
"Naiklah".
Ariani menaiki bangku itu dan memasangkan dasi untuk Bram. seperti biasa Bram memandangi wajah Ariani. ia mengecup bibir Ariani.
"Sayang apa tuan Hyuk belum sembuh?". Tanyanya cemas. karena sudah beberapa hari Bram sendirian berangkat bekerja. biasanya kemana-mana ada Hyuk yang menemani.
"Belum, tapi aku sedang mengupayakan pengobatan terbaik untuknya". Bram teringat pada Hugo, ia sedang berfikir cara untuk menyingkirkan Hugo.
***
Keara mendapat promosi sebagai kepala editor di kantornya. kesempatan yang ia cita-citakan. Keara langsung terpikir Hyuk. ia akan berkunjung dan bercerita tentang pekerjaannya. saat keluar kantor Keara bertemu Joan. Joan sudah mendengar kabar tentang Hyuk.
"Keara". Sapa Joan sambil tersenyum pada Keara. Kiara terdiam hanya membalas dengan senyum kecil sapaan dari Joan.
"Kau sudah membuktikan ucapan ku?". Joan mengingatkan Keara soal nasehatnya tentang Hyuk.
"Tidak ada yang harus di buktikan tuan Joan" Keara tersentak Hyuk dengan dandanan yang biasa ia kenakan jas hitam dan kacamata hitamnya. Keara menatap Hyuk tak percaya. Joan juga terlihat kaget.
"Kau sudah sembuh?". Tanya Joan. Hyuk mengangguk mantab. Keara ingin sekali menangis ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Hyuk akhirnya kembali dan ia sudah sehat. Keara memeluk Hyuk di depan Joan.
__ADS_1
"Aku kira aku akan kehilangan mu". Kata Keara.
Hyuk tersenyum, ia menepuk bahu Keara dan melirik Joan.
"Hyuk hebat sekali kau sudah sadar dari sakit lupa mu itu?". Joan menyeringai. Hyuk mengajak Keara pergi meninggalkan Joan sendiri.
"Kau bisa menunggu ku sebentar, aku ada urusan yang harus ku selesaikan". Hyuk mengelus wajah Keara. Keara mengangguk, ia tahu pasti Hyuk akan menemui Hugo.
"Berjanjilah kau akan kembali menemui ku disini". Tatapan Keara terlihat sedih. Hyuk mengangguk.
"Aku berjanji".
***
"Kau....". Kata tuan Ma terbata. ia melihat putranya dengan haru.
"Pulang lah ayah, akan kuselesaikan urusanku".
Tuan Ma terlihat berat. ia cemas jika sesuatu terjadi lagi pada Hyuk.
"Aku akan selamat dan kita akan main kartu bersama nanti".
__ADS_1
Tuan Ma mengangguk dan menepuk bahu Hyuk. ia dan pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu. Hyuk bergegas menyusul tuannya. ia dan Bram adalah kesatuan yang tak terpisahkan. di dalam Bram dan Hugo sedang berdebat tentang kematian adik Hugo.
Hugo terperanjat melihat siapa yang datang, begitu juga Bram. Bram mengerti kalau Hyuk sudah sembuh dari amnesianya. Bram melirik tajam ke arah Hugo. tidak ada rasa cemas sedikit pun. asisten kebanggaannya sudah kembali. kekuatan mereka sudah seperti semula lagi. perkelahian tak bisa dihindari, Hyuk menghajar pengawal Hugo dengan tangan kosong.
"Bagaimana?, apa masih akan kita lanjutkan atau kau mau berdamai dengan ku?". Bram menyeringai menatap Hugo yang mulai panik.
"Baiklah tidak ada jalan lain, aku sudah kalah". Kata Hugo pasrah. Hyuk merapikan jasnya mengusap debu yang mengotori bajunya.
"Sayang sekali tuan Hugo, aku ada janji dengan seseorang jadi sekarang aku harus kembali dengan selamat". Hyuk dan Bram pergi meninggalkan Hugo dengan pengawalnya yang babak belur.
***
Di taman Keara masih duduk terdiam. hari muali gelap, kecemasan terlihat di wajahnya. ia berjalan di atas rumput tanpa alas kaki untuk mengusir rasa takutnya. bayangan Hyuk di hari pernikahan mereka muncul kembali. Keara mengechek ponselnya, tidak ada tanda Hyuk memberi kabar. ia memutuskan menelpon Ariani. Ariani pasti juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Kakak aku hanya ingin tahu kabar mu apa kau baik-baik saja?". Keara menelpon Ariani untuk mengusir kegelisahannya.
"Aku baik Keara, dimana kau?". Ariani mengerti, ia juga merasakan yang di rasa Keara sekarang. menanti lelaki mereka kembali dengan selamat.
"Aku di taman kak, baik-baik dengan Arka aku akan menelpon mu kembali nanti kak". Keara mematikan telepon. ia berbalik ingin mengenakan sepatunya. ia terkejut sekaligus merasa haru ketika melihat Hyuk berdiri tak jauh darinya. Keara berlari memeluk Hyuk tubuh mungilnya menggantung ditubuh tinggi Hyuk.
"Kenapa kau kecil sekali, apa kau kekurangan gizi?". Hyuk bergurau menggoda Keara. gadis itu tidak perduli ia memeluk kekasihnya dengan erat.
__ADS_1
Keara duduk di bangku taman. Hyuk memakaikan sepatu Keara yang tadi sengaja Keara lepas. keduanya bertatapan dan tersenyum. Hyuk menepati janjinya pada kekasihnya.
Sementara Bram kembali ke rumah, Ariani menyambutnya di depan pintu rumah. berhambur memeluk Bram. keduanya berjalan menuju kamar Arka. melihat anak mereka sedang tertidur pulas di temani pengasuhnya dan bibi Nam disana. Ariani menggamit lengan Bram berjalan menuju kamar utama dan beristirahat. ia membantu melepas jas Bram. disana Ariani menemukan percikan darah. ia memang harus siap dengan kosdisi semacam itu karena ia istri Bramantyo Admaja pemilik Admaja group yang berjaya.