Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Mau Kah Menikah Dengan Ku


__ADS_3

Hyuk memebelokan mobilnya di pelataran rumah besar tuan Ma. ia bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju rumah tuan Ma. ada pengawal di depan pintu menunduk memberi salam pada Hyuk. Hyuk menuju ruang tamu. tuan Ma terlihat duduk di kursinya dan memandang foto ibu Hyuk yang tergantung di dinding. Hyuk berjalan mendekat ia terdiam, seketika suasana hening di antata keduanya.


"Kau datang". Tuan Ma membuka suara.


"Ku dengar kau sakit". Hyuk menatap punggung ayahnya. punggung yang sedari kecil tidak ia lihat. ia juga layaknya seperti anak-anak lain ingin di gendong ayahnya di punggung. kini ia jumpai tubuh renta itu di depannya. aura kegagahan masih terpancar pada tubuh tua itu.


Tuan ma berdiri dari kursinya. seorang pengawal dengan sigap memapahnya. Hyuk terdiam tak bergeming. seharusnya dirinyalah yang memapah ayahnya. tapi harga dirinya mencegahnya untuk melakukan itu.


"Kapan kau akan menikah?".


Hyuk terkejut, ia tidak menyangka ayahnya berani mencampuri hidupnya sampai kearah sana.


"Aku bertemu gadis itu, ia gadis yang baik segera beri aku cucu darinya. jika kau tak menyayangiku biar cucuku hang mengasihi ku dan meneruskan usahaku". Kata tuan Ma sembari menatap foto di dinding.


"Ku kira kau benar-benar sakit ternyata masih banyak bicara".


"Tuan muda jaga bicara anda!". Pengawal menhardik Hyuk. tuan Ma mencegah pengawal itu. ia paham anaknya belum bisa memaafkannya.


"Aku akan pulang". Hyuk berbalik dan berjalan pergi. tuan Ma memandang anak lelakinya berjalan menjauh. ia menghela nafasnya. pengawal membawanya ke kamar untuk beristirahat.


***


Bram duduk di meja maka bersama Ariani. bibi Nam memasak cukup banyak untuk sarapn pagi. Hyuk berdiri di samping meja makan.


"Hyuk apa kau sudah bertemu ayah mu?".


"Sudah tuan".


Bram mengangguk dan melanjutkan makan.

__ADS_1


"Apa hari ini kita ada meeting?".


"Kita akan meeting dengan tuan Joan dan pemimpin perusahaan Winata tuan".


Ariani menatap Bram. wajah Bram terlihat kesal. ia tidak melanjutkan sarapannya.


"Sayang habiskan sarapannya". Bram menggeleng dan berdiri. ia siap pergi bekerja. Ariani mengantar sampai halaman. memberi kecupan di bibir Bram. Hyuk sudah terbiasa dengan adegan keduanya yang seperti itu. terkadang ia juga ingin menikah kalau melihat kemesraan Bram dan Ariani.


"Hyuk apa menurut mu tuan Ma masih memberi bantuan dana pada oerusahaan Joan?".


"Akan saya selidiki tuan".


"Akan cukup mengkhawatirkan kalau ia masih mendapat dukungan tuan Ma".


Hyuk memutar kemudinya memasuki pelataran parkir gedung Admaja Group. ia membuka pintu mobil untuk Bram dan berjalan menuju loby kantor. sekertaris Bram sudah memberi tahu kalau Joan menunggu di ruang meeting. Bram dan Hyuk berjalan menuju ruang meeting.


***


***


Hyuk sampai di apartemen Keara. ia menekan tombol pintu dan masuk, Hyuk mengganti sepatunya dengan sandal rumah. ia melepas jasnya dan meletakkannya di sofa. suasana sepi Keara tak nampak. Hyuk mengechek ponselnya. mealacak keberadaan Keara. rupanya gadis itu ada di tempat tuan Ma. Hyuk mendengus kesal ia menyambar jasnya dan menyusul Keara kerumah ayahnya. sesampainya di rumah ayahnya Hyuk hanya terdiam dengan wajah kesal menatap Keara dan tuan Ma yang sedang main kartu. keduanya terlihat akrab. bahkan tuan Ma tak menghirauka kedatangan Hyuk. Hyuk duduk di sofa ruang tamu mengamati dan menunggu kedua orang itu sampai selesai main kartu. pelayan membawakan makanan dan minuman untuk Hyuk.


"Silahkan tuan muda". Kata seorang pelayan.


Hyuk mengangguk. ia tak lagi bersikap ketus pada seisi rumah itu. lagi pula ia sedang ada tugas untuk menyelidiki apakah ayahnya masih membantu Joan.


"Seringlah berkunjung kemari dan kita akan main kartu".


"Tentu tuan".

__ADS_1


"Tidak perlu". Hyuk ikut menjawab. ia menatap kesal pada Keara.


"Kenapa si bodoh itu tidak segera menikahi mu?". Tuan Ma bertanya pada Keara. Hyuk memalingkan pandangannya.


"Baiklah tuan, akan ku buat dia menikahi ku!, bagaimana?". Keara dan tuan Ma tertawa senang. hanya Hyuk yang muak dengan guarauan mereka. Hyuk mengajak Keara pulang.


"Apa kau masih memberi bantuan pada perusahaan Joan?".


"Kenapa kau tidak mau memanggil ku ayah?".


Hyuk terdiam. ingin ia memanggil tuan Ma dengan sebutan ayah tapi ia merasa berat melakukannya.


"Aku masih memberi dukungan pada Joan".


Hyuk menyeringai dan menarik lengan Keara mengajak gadis itu pulang.


di sepanjang perjalanan Hyuk yang masih marah hanya terdiam kesal. Keara juga kesal dengan keangkuhan Hyuk pada ayahnya. sesampainya di apartemen Keara langsung berjalan menuju kamar mandi ia berendam di bathup. Hyuk menunggu sembari tiduran di sofa. Keara keluar kamar mandi dengan jubah mandinya. Hyuk berjalan mendekat.


"Lama sekali kau mandi".


Keara tidak menjawab. Hyuk mengambil handuk kecil dari tangan Keara. ia mengeringkan rambut gadis itu. wangi aroma shampo yang Hyuk sukai.


"Kau mau menikah denga ku?". Tanya Hyuk sembari menempelkan wajahnya pada pelipis Keara. gadis itu terlihat gugup.


"Kenapa di depan ayah ku kau berlagak ingin menikah dengan ku?, atau aku harus menggunakan cara keras agar kau terikat selamanya pada ku?". Keara bergidik merinding mendengar ucapan Hyuk. ia mengenal Hyuk, jika lelaki itu marah ia tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Kau bicara apa?!". Keara berdiri dari duduknya tapi Hyuk meraih pinggang rampingnya dan mencengkramnya kuat. Keara kesakitan, Hyuk mengendorkan lengannya. Hyuk menatap tajam Keara dan mendaratkan ciuman di leher gadis itu. Keara meronta ia tidak mau sampai Hyuk kebablasan padanya.


"Maaf sayang, ku mohon jangan menyakiti ku".

__ADS_1


Hyuk melepaskan tubuh kecil Keara. ia merapikan rambutnya Hyuk berjalan pergi meninggalkan apartemen Keara. gadis itu terduduk memeluk jas Hyuk yang tertinggal


air matanya meleleh. ia ingin menikah dengan Hyuk hanya saja ia masih ragu dengan pekerjaan Hyuk yang terkadang terlihat misterius baginya.


__ADS_2