
Alexa duduk di samping Axel.
"Gimana tadi? Aku lihat di hp ada dua cowok? Siapa mereka?" tanya Axel langsung.
"Tadi Mas Edwin datang ke sini bersama sahabatnya dan kebetulan sahabatnya itu adalah rekan kerjaku." jawab Alexa.
"Oh yang di sebelah Edwin tadi itu, dokter juga sama seperti kamu?" tanya Axel.
"Iya kak." jawab Alexa.
"Siapa namanya?" tanya Axel.
"Andi." jawab Alexa.
"Kamu dekat sama yang namanya Andi itu?" tanya Axel karena memang Axel gak terlalu memperhatikan pergaulan saudara kembarnya itu. Cuma kemaren ia mencari tau tentang kehidupan Edwin tapi tidak dengan teman, sahabatnya.
Axel hanya tau Edwin orang baik, gak suka neka neko. Patuh sama orang tua, jujur, tanggung jawab dan di sukai sama sekitarnya. Dan yang lebih penting, belum pernah pacaran ataupun deket sama wanita lain. Sholeh dan penyabar.
"Gak kak, gak terlalu dekat. Karena aku kalau di rumah sakit seringkali menghindar dari dia." jawab Alexa.
"Kenapa?" tanya Axel tak mengerti.
"Karena Dokter Andi suka sama aku dan aku gak mau ngasih Php ke dia." jawab Alexa.
"Berarti cinta segitiga dong." ujar Axel tertawa.
"Kog bisa gitu?" tanya Alexa tak mengerti.
"Andi cinta kamu, kamu cinta Edwin. Sedangkan perasaan Edwin ke kamu gimana?" tanya Axel.
"Entahlah aku juga gak tau kak." jawab Alexa.
"Hemm gitu. Iya sudah kamu mantapkan hati kamu aja, jangan sampai salah pilih pasangan karena bagaimanapun kita akan hidup selamanya dengan pasangan kita sampai maut memisahkan. Jadi harus sangat hati hati dalam memilihnya. Oh ya tadi aby chat aku pas aku ada di kafe bareng temen-temen." ucap Axel saat ingat, tentang chat yang ia terima tadi sekitar jam setengah 9 malam.
"Chat apa kak?" tanya Alexa.
"Aby bilang, Aby, Umy dan oma di sana sekitar seminggu lebih. Kamu jangan lupa dengan usaha oma, kamu di suruh cek resto oma takut ada apa-apa. Kalau aku sih sudah menangani bisnis ayah semuanya dan sampai sekarang masih aman dan aku cukup memantaunya saja dan juga mengirimkan orang kepercayaan untuk menyelidiki semuanya takut jika ada yang janggal. Aku juga besok mau narik uang kos-kosan dan juga ke kontrakan serta mau pergi penginapan. Dan malamnya juga aku mau ke tempat les untuk melihat secara langsung." jawab Axel.
__ADS_1
"Baiklah, besok sepulang aku dari kerja, aku akan bawa Ayunda ke resto. Kebetulan besok Ayunda mau ikut aku ke rumah sakit setelah sepulang sekolah." ujar Alexa.
"Iya kamu atur atur sendiri bagaimana enaknya." jawab Axel.
"Oh ya kak, jika aby dan umy di luar negeri satu Minggu lalu bagaimana dengan meeting kakak yang di luar negerj? Apakah kakak juga tetap akan berangkat walaupun aby dan umy belum pulang?" tanya Alexa.
"Oh, aku gak jadi kesana. Soalnya beberapa hari lagi, dia dan keluarganya mau berkunjung ke Indonesia liburan sekalian nanti dia akan datang ke kantorku untuk membahas bisnis tentunya." jawab Axel.
"Syukurlah. Oh ya kakak punya nomernya Afifah?" tanya Alexa.
"Ngapain nanya nomer dia segala?" tanya balek Axel.
"Aku cuma ingin dekat dengan calon saudara ipar aku kak, emang gak boleh?" tanya Alexa.
"Boleh tapi kamu janji ya jangan jelek jelekin aku si belakang aku. Aku gak mau, nantinya Afifah ilfil sama aku." ujar Axel.
"Iya ya aku ngerti." jawab Alexa.
"Iya sudah nomernya aku kirim lewat pesan chat WhatsApp aja ya." ujar Axel.
Dan setelah itu, Axel pun mengambil hpnya di saku jaketnya dan setelah itu ia membuu Aplikasi WhatsApp. Lalu ia mencari nama "Alexa Kemabaranku", dan setelah itu ia mengirim nomer Afifah kepada Alexa.
Alexa pun segera mengambil hpnya yang berbunyi ada pesan masuk dan itu dari Axel.
Alexa tersenyum lalu segera menyimpan nomer Afifah dengan nama "Calon ipar."
"Ayunda mana?" tanya Axel yang sadar adiknya kagak ada dari tadi.
"Mungkin dia sudah di alam mimpi." jawab Alexa.
"Oh gitu, iya sudah aku mau masuk kamar, mau mandi lalu tidur. Kamu juga jangan tidur terlalu malam, gak baik buat kesehatan." ujar Axel.
"Iya kak." jawab Alexa.
Setelah itu Axel pun segera pergi menuju kamarnya dan tak lama kemudian, Alexa menyusul menuju kamarnya juga, namun sebelum itu. Ia pergi ke kamar Ayunda. Untunglah kamarnya gak di kunci hingga ia bisa leluasa masuk.
Alexa masuk dengan pelan-pelan karena takut membangunkan adiknya.
__ADS_1
Alexa melihat Ayunda sangat nyenyak tidurnya. Alexa pun memperbaiki selimutnya dan setelah itu, ia pergi ke kamarnya.
Alexa masuk ke kamar untuk untuk gosok gigi dan juga ambil Wudhu'. Selesai ambil wudhu, Alexa ingin langsung tidur namun tiba-tiba ada pesan msum di Hpnya dari Dokter Andi.
"Assalamualaikum." (Andi)
Alexa pun membalasnya.
"Waalaikumsalam." (Alexa)
"Belum tidur?" (Andi)
"Belum " (Alexa)
"Terimakasih cemilannya. Cemilannya sangat enak sekali. Ini sudah habis tak tersisa." (Andi memfoto tempat bekalnya dan di kirim via WhatsApp)
"Kamu suka? Kalau suka, besok tak bawain lagi?" (Alexa)
"Boleh tapi jangan cemilan lagi ya. Aku ingin sarapan pagi seperti apa yang kamu makan esok pagi hehe." (Andi)
"Iya sudah besok aku bawain." (Alexa)
"Terimakasih, iya udah tidur sana. Jangan begadang, nanti sakit." (Andi)
"Iya." ( Alexa cuek)
"Assalamualaikum." (Andi)
"Waalaikumsalam?" (Alexa)
Setelah selesai, Alexa menonaktifkan hpnya dan setelah itu ia taruh di atas meja.
Setelah selesai, Alexa berbaring di atas kasurnya dan tak lupa membaca doa.
Dan tak lama kemudian, Alexa pun terlelap.
Sedangkan Axel sudah selesai mandi dan setelah itu, ia juga langsung tidur karena ngantuk banget.
__ADS_1