Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
menyimpan segala yang sakit


__ADS_3

Bagai tak ada bosannya qayla masih terpaku diam duduk di depan jendela , dengan pandangan kosong dan isi kepala yang pergi berkelana entah kemana . Ia begitu merasa dirinya terlalu menyedihkan untuk di katakan sedih . Bahkan menangis pun tak bisa mengubah apapun . Hatinya meronta merintih menangis ..


Pintu apartment terbuka ,


" Udara nya dingin , kenapa duduk di sini " seru Melda setelah kembali memeriksa kandungan nya . menyadarkan qayla


Qayla tersenyum ringan , " bagaimana keadaannya ponakan ku ini " ujar qayla


" Alhamdulillah baik , qay jujur aku tak merasa enak dengan ini . " gumam Melda


" Apa maksudmu , aku saja sangat senang . Kenapa kau merasa tidak enak ! . " Sahut qayla mengelus perut Melda yang belum begitu kelihatan besar


" Bagaimana di rasa keadaan mu ? " Tanya melda


" rasanya sudah lebih baik , "


" Apa kau sudah bertemu raii ? "


" Tidak .. "


" Bukankah ia ke sini ? , Apa kau masih tak mau bertemu dengan nya ? "


" Ehm .. "


" Apa ini .. " gumam Melda melihat selembar kertas masih terlipat rapih dan ponsel qayla di nakas


" Aku tidak tahu "


" Ku harap kamu membacanya , " gumam Melda . " Raii , ia sangat mengkhawatirkan mu qay . Bahkan barang sedikitpun ia tak henti mencari mu dan ia tak beranjak pergi dari sini begitu ingin menemui mu . Ia menyembunyikan ini karena ia tidak ingin kehilanganmu , ia sangat mencintai mu qay . "


" ia harus bersama seseorang yang pantas untuk nya ,"


" Kau membenci nya Karena kebohongan nya ? , "


" Tak sebegitu nya , Aku cukup sadar diri . Aku tidak pantas bersama nya Mel . Bahkan untuk hidup bersamanya , Veronika benar soal itu . Raii terlalu sempurna untuk wanita seperti ku . Ia berhak bahagia dengan masa depan nya , ia harus hidup bersama wanita yang bisa melahirkan anak-anak nya kelak . Tidak dengan ku dan aku berhak berterimakasih kepada Veronika karena telah memberitahu kenyataan ini pada ku . ia bahkan lebih mengetahui itu dari pada aku . Sebenarnya awalnya aku bingung dan tak terlalu ingin menggubris perkataannya , tapi saat ia berbicara dengan begitu percaya diri . Aku mulai takut dengan kenyataan itu sampai pada aku menemukan kebenaran nya sendiri , "


" Apa ? , jadi Veronica yang ... "


Melda sudah tampak kesal dengan ulah si wanita bernama Veronica itu ..


TingTung ... Tingtung ..


" Biar aku lihat , " seru Melda membukakan pintu apartment yang ternyata itu adalah Usen , rehan dan juga Vano


Masuklah Usen , Lalu ia berdiri menatap qayla .



Melda melihatnya dan meninggalkan qayla untuk berbincang dengan Usen .


" Bagaimana qayla , bagaimana keadaannya ? " Tanya rehan dan Vano di luar yang memberikan ruang antara Usen dan qayla


" Keadaannya lebih baik tapi hatinya aku tak yakin , " beritahu Melda


Rehan melihat kiri kanan mencari sosok raii , " aku tidak melihat raii ? " Ucapnya


" Tadi ia di sini tapi qayla tak ingin bertemu dengan nya " Jawab Melda dengan wajah kesalnya ingin buru-buru pergi . " Karena kalian di sini , aku akan pergi sebentar ! " seru Melda pergi

__ADS_1


" Kau mau kemana ? " Ucap vano


" Kingdom IT ! ... " sahut Melda bergegas


" Eayy ada apa dengan nya , kenapa terlihat kesal begitu . Dia itu kan sedang hamil , " gumam Vano khawatir " aku akan menyusul nya " seru Vano dengan rehan .


Mengejarnya di loby , " biar ku antar " ucap vano membuka pintu mobil nya


" Terimakasih " ujar Melda masuk lalu mereka pun pergi


" Aishhh ! " Umpat Melda di sepanjang perjalanan yang begitu tak sabar ingin bertemu dengan Veronica


" Hei bumil ! Ada apa ? "


" Auhh dasar ! , si perempuan menyebalkan itu adalah dalang dari semua ini .


" maksud mu ? " Vano masih tak mengerti sampai mobil mereka hendak berhenti di depan loby perusahaan ,


Brugkk .. Tanpa aba-aba Melda pun langsung turun dan berjalan dengan lincahnya


~ Sementara di perusahaan , raii tengah terduduk diam di ruangannya .



Dan tak lama masuklah Veronica , awalnya ia berdalil menghibur raii . Tapi saat ia melihat raii begitu sangat berpengaruh akan ketidakadaan qayla di hidupnya membuat Veronica kesal bukan main


" Apakah kau begitu menyukainya ! "


" tidak . Aku sangat mencintai ya , ia segalanya hidup ku "


" Kau gila ! , Wanita seperti DIA kau perlakukan seistimewa itu ! . Tidak bisakah kau melihat ku sedikit saja ! orang yang selalu ada untuk mu dan mendukung mu !! Aku bisa memberikan mu apa yang tidak bisa dia berikan ! Kehadiran ku ada sebelum dia . Tidak bisakah menoleh ku ! "


" Apa ? Kerabat !! Yang benar saja ! " Seru Veronica marah merasa harga dirinya terluka bercampur kesal tak terima karena selama ini dia lah yang selalu di cintai banyak para laki-laki dan begitu banyak pula laki-laki yang ingin menjadi kekasihnya . lalu setelah itu iapun pergi meninggalkan ruangan raii .


Dan berpapasan lah dengan Melda yang saat ini bisa di katakan sedang menggebu-gebu ingin segera memaki wanita yang ia cari-cari sedari tadi , dengan tatapan sinis menatap Veronica


" CK " gumam Veronica hendak berlalu


" aish , Maksud mu apa bicara dengan qayla ! "


" Apa ?! "


" Belaga tak tahu , kau sengaja memberitahu qayla tentang kondisi nya kan ! , Dengan dalih kau bisa menyingkirkan nya dari hidup raii dan kau bisa dengan raii " ekwk tawa sinis Melda . " Cinta si boleh tapi logika juga perlu jalan ! ... "


" Kalau emang iya kenapa ?! , Gak ada yang salah juga kan dengan perkataan ku . Aku berbicara fakta . Dia harus sadar diri kalau dia gak pantas bersanding dengan raii !! "


" Cih ! Lalu menurut mu . kau gitu yang pantas buat raii ! Mimpi ! , Karena aku tahu mereka saling mencintai "


" CK .. "


Saat itu juga Vano yang memang mengikuti Melda pun tak habis pikir dengan apa yang ia dengar begitu juga raii dan ahyar yang keluar ruangan dan mendengar apa yang mereka bicarakan


" Jadi . kau yang melakukan nya ! " Ucap raii


" A .. tidak , aku tidak melakukannya . Kau salah mendengar nya " sanggah Veronica


" Astaga ! " Ujar Melda kesal

__ADS_1


" Tak ku sangka kau bertindak seperti ini , Kamu telah merusak Minggu saya . mulai sekarang jangan pernah menampakkan diri mu di hadapan ku !! " ucap raii pergi


" Raii .. raii " panggil Veronica yang tak di gubris raii


***


Hari terus berganti , dengan raii yang tidak ada pernah bosannya menemui qayla di apartment milik lin meskipun hanya dapat mengirim surat dan voice note . pagi , siang , sore . Hingga malam sepulang nya ia dari perusahaan , Yang bahkan tak satupun di respon dengan qayla


Hingga keesokan harinya setelah mau berangkat kerja rutinitas Lin memberikan surat kembali setiap hari yang saat ini sudah menumpuk di nakas ,


Karena sudah begitu banyak , beberapa surat itupun tak lagi bisa menahan hembusan udara dari luar balkon kamar akhirnya tergeletak jatuh . Niat hati hanya ingin meletakkan kembali tapi isi surat tersebut seakan begitu ingin di lihat dan baca oleh sang penerimanya ,


Assalamualaikum qayla sayang , aku merindukanmu . Sangat merindukanmu bahkan , semoga kondisi mu baik-baik saja ya . rasanya aku ingin sekali menanyakannya langsung tapi aku tahu kau masih tak ingin bertemu dengan ku . maaf karena telah menyembunyikan perihal ini pada mu . Dan tentang perkataan mu malam itu , itu sepenuhnya tidak benar . Karena aku sangat mencintaimu , sangat . kalau nanti kamu baca surat ini semoga tidak akan pernah bosan ya karena aku akan terus mengirimkan nya . Emm Maaf jika tulisan tangan ku terlihat jelek karena aku tidak begitu mahir menulis surat ...


^^^Raii Nugraha^^^


Satu demi satu aku lihat isi surat tersebut sudah pasti tentu hati terenyuh , hingga suara dentingan bel berbunyi menyadarkan ku di sore hari menjelang malam ini . Aku melihat selembar surat kembali terselip di bawah pintu apartment , biasanya yang aku lakukan hanya bisa berdiri dari jendela balkon kamar melihat sosok pria yang kiranya begitu di rindu hatiku . begitu seterusnya tapi tidak untuk kali ini . Aku memutuskan untuk menemui nya ,


Begitu pintu apartment terbuka , raii sosok pria yang saat itu hendak pergi kini membalikkan badan nya terpaku diam lalu tersenyum begitu manis menatap qayla orang yang sangat ia rindukan hampir seminggu ini . orang yang membuat hidupnya hampir seminggu ini tak berwarna dan bermakna tanpa adanya qayla di sisinya .



Aku menatap diam ke arahnya , sebelum akhirnya aku mengucapkan kata yang aku sendiri sebenarnya tak sanggup untuk melakukannya . Kata yang bertentangan dengan hatiku tapi kiranya harus ku lakukan . " Mari tak saling bertemu lagi . Mari akhir semuanya di sini , cukup sampai di sini . dan berhentilah mengirimkan ku surat " ucap ku dengan mata berkaca


Bagai di hantam ribuan benda tumpul raii begitu tak sanggup mendengar pernyataan qayla , " aku tidak mau . Sampai kapanpun aku akan menemui mu dan hidup bersama mu ! , Aku tahu ini menyakitkan . "


" Kamu tahu ini menyakitkan ? , Kamu tahu itu akan menyakiti ku , tapi kamu menyembunyikannya " Seru qayla


Menahannya sakit yang ada di hatinya


" Aku mencintaimu ! " ucap raii menatap bola mata ku


" di luar sana banyak gadis Yang juga sangat mencintaimu dan banyak gadis yang lebih baik bahkan lebih dari aku "


" Tapi aku hanya mencintaimu , Aku sangat mencintaimu qay .. "


" Terserah .. "


" Apa ? , apa kau bisa hidup tanpa aku ? "


" Tentu , kau perlu tahu jika salah satu di antara sepasang pasangan tidak lagi mencintai dan tidak ingin hidup bersama maka mereka harus mengakhiri hubungan mereka "


" Apa .. a-apa ini membuat mu lebih baik ? " Seru raii menahan getir ia rasa


" Ya . Ku berharap kamu melanjutkan hidup mu dengan bahagia " ujar ku seakan tak peduli berbalik pergi menutup pintu apartment .


meninggalkan raii yang begitu terpukul matanya yang kini tak dapat di bendung lagi sudah meneteskan air mata membasahi pipi dan kesedihannya , mendengar langsung jika ternyata belahan jiwanya lebih baik tanpa dirinya . Raii tak dapat menyembunyikan kesedihannya itu , ia pergi dengan langka kaki yang begitu lungtai nan berat kemudian ia berharap jika ini hanya mimpi yang jika ia kembali esok mimpi itu tak akan jadi kenyataan .


Dan siapa yang bilang aku baik-baik saja , aku juga terluka , aku juga sedih dan aku juga menangis sejadi-jadinya , keadaan yang mengharuskan ku melepaskannya . Apa aku bisa di bilang egois ? Setelah apa yang ku lakukan ini ? . Paling tidak aku bisa melihatnya menjalankan hidup seperti manusia pada umumnya yang tak hanya mempunyai seorang istri tapi juga bisa melahirkan anak-anak nya . kelak nanti yang akan menyelimuti kebahagiaan mereka . selain harta dan tahta yang ia punya . Aku lebih baik menyimpan segala yang sakit sendiri untuk ku asalkan orang yang kucintai bisa hidup lebih baik . dengan Isak tangis ku yang menyelimuti malam ini .


Sepasang mata dan telinga yang sedari tadi sengaja memilih bersembunyi kala melihat percakapan kami kini menghampiri berdiri diam menatap pintu apartment , sepeninggalannya raii . ia adalah Usen . Dengan hebat juga ia dapat mendengar Isak tangis qayla tumpah begitu pilu di dengar dalam sunyinya menjelang malam di apartment , Usen di luar pintu apartment memilih menemani qayla tanpa bermaksud mengganggu nya yang saat ini mungkin memang perlu menangis sendiri . ia rasa .


Beberapa menit lamanya Usen berada di sana hingga akhirnya ia memutuskan pergi , melajukan mobilnya ke apartment raii . Begitu di sana ia melihat semua ruangan gelap tampak tak ada kehidupan di dalamnya , saat ia menghidupkan lampu ia melihat raii terduduk menunduk diam di sudut ruangan , begitu murung tak ada gairah .


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2