Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Pemakaman Afifah


__ADS_3

Setelah sampai di tempat dimana Afifah tinggal, mereka segera turun dari mobil. Untunglah tadi saat turun dari pesawat, mereka langsung menelfon taxi online 2, karena jika cuma satu taxi maka gak akan cukup mengingat keluarga ikut serta sebanyak 8 orang.


Sesampai di tempat di rumah yang baru beberapa hari di tempati Afifah, di sana sudah ada beberapa orang. Memang tidak banyak yang datang untuk melayat mengingat Afifah bukan warga di sini dan tempat tinggal mereka juga jauh dari rumah warga.


Zahra dan keluarga besarnya langsung menuju jenazah Afifah yang juga belum di mandikan. Karena Bik Surti sendiri memang menunggu kedatangan Zahra dan keluarganya.


Tadi setelah dari rumah sakit, Jenazah Afifah di antarkan kembali ke rumah dengan ambulance. Dan di sepanjang jalan, Bik Surti tak henti-hentinya menangis.


Bik Surti juga segera mengabarkan keadaan Afifah yang sudah tiada kepada majikannya dan akan menunggu mereka untuk memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah Afifah.


Karena tak banyak orang yang datang, mau gak mau mereka harus gotong royong.


Bik Surti, Zahra dan Alexa memandikan jenazah Afifah. Sedangkan Alesha dan Aulia mengurus semua perlengkapannya.


Adzriel, Axel dan di bantu beberapa orang menggali kuburan di dekat rumah Afifah. Karena rumah itu milik Adzriel sendiri sehingga Adzriel ingin Afifah di makamkan di lahan yang tak jauh dari rumah itu. Dan Andi dia juga mengurus perlengkapan sama seperti Alexa. Karena ini semua dadakan dan belum ada yang di persiapkan.


Sehingga mereka harus bekerjasama agar semuanya berjalan dengan lancar.


\===


Di kamar mandi yang di sediakan, di sana Bukan Surti, Zahra dan juga Alexa meletakkan jenazah Afifah dengan kepala agak tinggi di tempat yang di sediakan.


Bik Surti, Zahra dan juga Alexa tak lupa memakai sarung tangan.


Alexa juga mengambil penutup dari jenazah dan mengganti dengan kain basahan agar auratnya tidak terlihat.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun mulai membersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan, dan kaki serta rambutnya.


Alexa juga membuang kotoran yang keluar dari depan maupun belakang. Alexa menekan perut Afifah secara perlahan lahan agar apa yang ada di dalam bisa keluar semua.


Setelah selesai mereka menyiram seluruh tubuh Afifah dengan air sabun.


Lalu mereka juga menyiram dengan air yang bersih sambil baca niat.


*Nawaitul ghusla adaa 'an hadzihil mayyitati lillahi ta'aalaa


Artinya: "Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (wanita) ini karena Allah Ta'ala*."


Setelah itu Zahra menyiram seluruh tubuh Afifah dari kepala hingga ujung kaki dengan air bersih. Zahra menyiram dari sebelah kanan dan kiri masing-masing 3x.


Saat memiringkan Afifah ke sebelah kiri, Zahra membasuh bagian lambung kanan sebelah belakang.


Lalu Alexa menyiram tubuh Afifah dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Setelah selesai, Alexa menyiram dengan air kapur Barus.


Setelah selesai semua, Afifah pun di wudhukkan seperti orang yang berwudhu sebelum sholat.


Mereka memperlakukan jenazah Afifah dengan lembut saat membalik dan menggosok anggota tubuhnya.


Setelah selesai semua, mereka pun mengeringkan tubuh jenazah setelah dimandikan dengan handuk sehingga tidak membasahi kain kafannya.

__ADS_1


Selesai memandikan jenazah, Bik Surti memberikan wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum dikafani atau bisa juga menggunakan air kapur barus.


\=====


Setelah memandikan Afifah, mereka segera mengkafani Afifah. Dan setelah selesai, mereka pun menyolatkan jenazah Afifah.


Saat di sholatkan, semuanya berkumpul jadi satu. Termasuk Adzriel dan Axel yang sudah selesai menggali kubur dan juga sudah selesai membersihkan tubuhnya dari kotoran. Mereka juga sudah mengganti baju degan yang lebih bersih. Andi dan juga beberapa warga yang datang ikut serta menyolatkan jenazah Afifah.


Setelah selesai, menyolatkan. Mereka pun mengantarkan Afifah ke peristirahatan terakhir.


Di sepanjang jalan, Zahra, Alexa menitikkan air mata begitupun dengan Aulia. Hanya Alesha yang terlihat tegar karena dia gak terlalu kenal dengan Afifah. Hanya ada kesedihan namun tidak seperti Alexa, Zahra dan Aulia yang merasakan kesedihan mendalam dan juga penyesalan karena sudah jahat sama Afifah.


Axel sendiri juga merasakan rasa sakit yang luar biasa di lubuk hatinya, bagaimanapun Axel belum sepenuhnya bisa melupakan Afifah, beberapa kali Axel menitikkan air mata sambil menggotong keranda. Adzriel juga sesekali mengusap air mata yang jatuh karena ia menyesal karena memindah Afifah ke rumah ini, jauh dari dirinya dan keluarganya.


Kini hanya tinggal penyesalan yang ada di hati mereka.


Setelah jenazah Afifah sudah selesai di kuburkan, dan kini tubuh Afifah sudah tak terlihat karena tumpukan tanah. Semuanya menangis di atas kuburan. Yah mereka menangis dan juga mendoakan Afifah agar bisa di ampuni dosa dosanya dan di tempatkan di sisi Nya.


Setelah selesai semua, warga yang datang pamit pulang satu persatu. Sebelum mereka pulang, Adzriel memberikan mereka amplop yang berisi yang, yang sudah Adzriel siapkan saat tadi selesai menggali kuburan.


Karena bagaimanapun Adzriel sangat berterimakasih karena mereka mau meluangkan waktu untuk jadi di pemakaman Afifah dan membantu mengurus jenazah Afifah.


Setelah itu, mereka pun pulang ke rumah yang di tempati Afifah beberapa hari terakhir ini.


Di sana mereka melihat Ayunda yang hanya duduk santai, karena memang Ayunda sedikit penakut apalagi jika sudah menyangkut orang meninggal.

__ADS_1


Untuk itulah, Ayunda memilih diam di kamar dan tidak ikut membantu mereka mengurus jenazah Afifah.


Ayunda baru keluar dari kamar setelah Afifah di berangkatkan menuju pemakaman. Ayunda menunggu kedatangan keluarga nya sambil duduk santai di ruang tamu. Walaupun di dalam hatinya, Ayunda sangat takut tapi berusaha untuk terlihat biasa karena ini bukan saatnya untuk mencari perhatian mengingat kini keluarganya yang sedang berduka.


__ADS_2