
Satu bulan setelah meninggalkan Afifah. Axel dan Alesha memutuskan untuk bulan madu di Amalfi Coast, Italia
Axel memilih bulan madu ke sana karena Alesha ingin ke tempat itu jadi sekalian liburan dan bulan madu.
Kemarin mereka gak sempat bulan madu karena sehabis nikah, Afifah meninggal dan setelah itu, mereka menetap di rumah yang di tempati Afifah untuk mengenang Afifah karena bagaimanapun Afifah pernah hadir dalam kehidupan mereka.
Axel juga ingin menikmati hari-hari berdua dengan wanita yang sudah berstatus jadi istrinya itu. Sebelum menikah, mereka belum kenal dekat, jadi saat ini mereka ingin menikmati hari-hari tanpa memikirkan sesuatu yang mengganggu fikiran mereka.
Axel dan Alesha sepakat untuk pacaran terlebih dahulu, hanya saja hubungan yang mereka jalani adalah pacaran halal karena mereka sudah terikat dengan pernikahan.
Axel sangat bahagia karena Alesha adalah wanita yang sangat menghormati dirinya, sangat menghargai dirinya dan selalu mengerti dirinya.
Alesha selalu bangun sebelum Axel bangun. Alesha juga seringkali mengajak Axel sholat bareng lalu setelah itu, Alesha menyiapkan semua kebutuhan Axel.
__ADS_1
Alesha juga seringkali masak masakan kesukaan Axel. Alesha selalu berusaha menjadi istri yang terbaik, istri saya yang bisa menyenangkan hati sang suami.
Axel bersyukur karena walaupun dia gak bisa menikah dengan Afifah. Namun Allah menyiapkan jodoh yang tak di sangka sangka. Pertemuan yang sangat singkat yang kini telah resmi jadi suami istri.
Siapa yang menyangka bahwa Axel akan menikah dengan anak dari sahabat ayahnya?
Padahal waktu itu hati dan perasaannya masih tertuju kepada Afifah.
Dan siapa yang sangka, undangan yang tadinya atas nama Afifah berubah menjadi nama Alesha.
Bisa jadi jodoh kita adalah orang yang belum kita kenal sebelumnya. Jodoh itu rahasia Allah SWT, setiap orang memiliki jalan dan caranya tersendiri dalam menemukan jodohnya*.
Tapi walaupun Axel sudah menemukan jodohnya, Afifah akan ia ingat sesekali karena bagaimanapun dia pernah hadir dalam hidupnya. Axel akan selalu mendoakan Afifah agar Afifah tenang di sisi Nya dan di tempatkan di surgaNya.
Axel dan Alesha berangkat ke bandara dengan di antar oleh Andi dan Alexa. Sebenarnya Adzriel dan Zahra mau ikut serta mengantarkan putra dan menantunya itu sampai bandara.
__ADS_1
Hanya saja, Adzriel dan Zahra harus mengantarkan Ayunda ke tempat temannya yang lagi mengadakan pesta. Karena memang dari kemarin Ayunda sudah merengek-rengek minta di antarkan oleh kedua orangtuanya. Dan Zahra gak bisa menolaknya apalagi selama ini Ayunda jarang meminta sesuatu kepada mereka.
Aulia sendiri juga gak bisa ikut karena harus mengolah resto dan toko kue yang sudah lama di abaikan karena sibuk mengurus pernikahan cucunya dan juga menghadiri pemakaman Afifah dan tinggal di sana dengan waktu yang cukup lama.
Namun walaupun Axel dan Alesha hanya di antar oleh Alexa dan Andi. Mereka cukup senang. Tapi walaupun gak di antar juga gak papa sih, mereka bisa minta di antar sopir atau naik taxi ke bandara.
Axel dan Alesha tak membawa barang banyak. Karena mereka bisa beli kebutuhannya nanti di Italy.
Axel juga gak mau repot-repot bawa ini dan itu seperti orang mau pindahan.
Sepanjang jalan, Axel terus saja memegang tangan Alesha. Entah kenapa Axel gak mau jauh-jauh dari Alesha begitupun sebaliknya.
Mereka adalah pasangan yang sangat bahagia setelah sebelumnya di uji dengan berbagai rasa sakit
Axel berharap Alesha adalah jodoh pertama dan terakhir. Karena Axel ingin Alesha menjadi jodohnya satu satunya di dunia dan di akhirat.
__ADS_1