
Petra melangkah pergi ke ruang kerjanya. ia ada janji bertemu Keara pagi itu.
"Hei tuan Hyuk kau mau ikut dengan ku?, aku ada janji bertemu Keara pagi ini".
Hyuk terdiam kesal. kenapa gadis itu masih saja berada di sekitarnya setelah hubungan mereka berakhir. kemarin Keanu sekarang Petra.
"Kau urusi saja urusan mu tuan Petra".
"Hei Petra kau jangan mencari masalah dengannya atau aku tidak akan membelamu jika Hyuk berbuat sesuatu pada mu". Bram mengentikan perdebatan remeh dua orang itu. Petra terlihat sedikit takut tapi ia segera tertawa melihat wajah Hyuk yang kesal. di banding kakaknya ia lebih takut dengan Hyuk. karena Hyuk bertingkah seperti robot tanpa perasaan.
"Baik, baik aku pergi". Petra meninggalkan ruang kerja Bram. sementara Hyuk menghalau rasa penasarannya. ia keluar membuat kopi. di depan ruang Petra, Hyuk berpapasan dengan Keara. Hyuk terdiam tanpa menoleh sedikitpun ke arah Keara. gadis itu menundukan pandangannya. mengetuk pintu ruang kerja Petra. Keara sempat melirik Hyuk. wajah yang ia rindukan dan belum berhasil ia singkirkan dari hatinya.
***
Maura pergi ke salon bersama ibu. ia menghamburkan uang dengan memakai kartu kredit ibu. ibu tidak keberatan Maura melakukan itu ketika akan membayar belanjaan ternyata kartu kredit ibu tidak bisa di pakai. Bram memblokir kartu itu. Maura kesal dia nampak panik dengan belanjaan mahal yang belum terbayar.
"Bagaimana ini ibu?". Maura merengek seperti anak kecil, ibu mengeluarkan sejumlah uang tunai dari dalam tasnya dan memberikan pada Maura. keduanya keluar butik dengan wajah di tekuk.
__ADS_1
"Nanti ibu akan bicara pada Bram".
"Ibu tidak akan mengatakan kalau aku yang pakai kartu kredit itu kan?".
"Tidak".
Maura tersenyum lega, ia mengajak ibu langsung pulang agar bisa memarahi Bram. ia ingin lihat Bram seberani apa pada ibunya.
Sore itu Bram pulang bekerja sedikit lebih lambat. ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ariani menunggu di depan pintu. seperti biasa Bram menghujaninya dengan kecupan. Maura dengan wajah kesal sudah menunggu di ruang tamu bersama ibu.
"Bram ibu ingin bicara". Bram menghentikan langkahnya dan merespon ibu. Hyuk membawakan tas kerja Bram ke kamarnya.
"Kenapa kartu kredit ibu di blokir?".
"Kartu kredit ibu ada batasnya, kalau sudah terpakai sesuai batas ya sudah tidak bisa di pakai lagi".
"Tapi Bram ibu perlu kartu itu".
__ADS_1
"Ibu perlu untuk apa?".
"Untuk....ummm untuk...". Ibu tidak bisa melanjutkan ia ciut juga menghadapi Bram dan Hyuk di sana.
"Untuk belanja Maura!?".Suara Bram meninggi dan membentak keras. semua kaget termasuk Maura. ia tidak menyangka Bram benar-benar kasar dan galak.
"Kalau inhin uang suruh dia bekerja. aku memberi ibu uang bukan untuk di hamburkan pada Maura tapi untuk kebutuhan ibu sendiri. mulai besok ibu dilarang keluar rumah!"
Bram menaiki anak tangga menuju kamarnya. wajahnya terlihat sangat marah. Maura sedang menyenggol macan tidur rupanya.
"Hyuk usir dia dari rumah ku sekarang, persetan dengan datanya. mau dia anak paman Hasim sekalipun aku tidak peduli!". Bram benar-benar marah.
"Baik tuan".
"Pastikan ketika aku makan malam nanti, Maura sudah tidak berada disini".
"Baik tuan".
__ADS_1
Hyuk menjalankan tugasnya. ia berjalan menuju kamar Maura. menyuruh Maura segera berkemas