
Setelah sarapan pagi bersama, Balqis dan Aksa pamit untuk pulang ke rumahnya sendiri. Rumah yang dulu pernah di tempati oleh Balqis, mama dan papanya. Awalnya Adzriel menawari untuk mengantarkan mereka tapi karena mereka menolak akhirnya Adzriel pun memutuskan untuk pergi ke hotel yang sudah selesai dan kini mulai promosi sana sini. Sedangkan Zahra memilih untuk di rumah bersama dengan Axel dan Alexa. Aulia sendiri memilih ke resto untuk mengecek takutnya ada hal hal yang tidak di inginkan.
Di rumah Balqis
"Ternyata rumahmu juga besar ya?" Ujar Aksa.
"Ya gitu deh. Ayo masuk." Ucap Balqis sambil menggandeng tangannya masuk ke dalam rumahnya. Sesampai di depan pintu, Balqis memencet bel yang ada di samping pintu.
Tak lama kemudian, seseorang membuka pintu.
"Lho non, sudah pulang. Kog gak ngasih kabar?" Ujar bibi terkejut. Dia adalah salah satu orang yang bekerja di rumah Balqis.
"Iya bi, kejutan. Oh ya kenalin ini suami aku. Namanya Aksa Damian." Ucap Balqis.
"Selamat datang Tuan Aksa." Ucap bibi sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Iya." Ujar Aksa tersenyum.
"Ayo masuk non, tuan." Ujar bibi.
"Iya bi." Balqis dan Aksa pun masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi sofa.
"Bi, tolong buatkan Jus Alupkat dan Jus Apel ya bi." Pinta Balqis.
"Iya non." Jawab Bibi sambil berlalu meninggalkan Balqis dan Aksa yang menikmati suasana di rumah itu.
"Itu foto mama kamu?" tanya Aksa melihat foto wanita cantik yang ada di ruang tamu.
"Iya itu foto mamaku. Cantikkan?" tanya Balqis.
__ADS_1
"Iya cantik banget sama kayak kamu." Jawab Aksa sambil menoleh ke arah Balqis.
"Aku cantik karena aku perempuan, kalau aku laki laki gak mungkin aku cantik yang ada ganteng atau tampang kayak kamu gini, cowok yang sangat tampan di hati aku." Ucap Balqis.
"Benarkah aku ini cowok tampan di hati kamu?" tanya Aksa.
"Iya dong kan kamu suami aku. Jadi cowok tertampan di hati aku ya cuma papaku dan kamu doang. Yang lain mah lewat." Jawab Balqis sambil tersenyum.
"Kalau aku bukan suami kamu, apakah aku masih tergolong pria tampan?" tanya Aksa.
"Iya pasti kamu tetep tampan karena kamu laki laki. Cuma ya bedanya kamu gak ada di hati aku seperti sekarang." Jawab Balqis.
"Emang kalau sekarang aku sudah ada di hatti kamu ya?" tanya Aksa.
"Iya dong sejak kita sah jadi suami istri, sejak saat itu namamu sudah terukir di hati aku." Jawab Balqis.
"Maafkan aku ya karena aku belum bisa membahagiakan kamu bahkan di malam pertama aku malah meninggalkan kamu dan bertemu dengan wanita lain." Ucap Aksa merasa bersalah.
"Gak papa yang penting mulai sekarang kamu gak boleh melakukan itu lagi karena jujur rasanya sangat sakit." Ucap Balqis.
"Aku janji, aku akan berubah dan gak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi. Karena bagiku kamu adalah kebahagianku, harta terindah yang aku miliki. Wanita yang kelak akan jadi ibu dari anak anakku. Aku juga akan berusaha menjaga hatiku untuk kamu dan berusaha menjaga jarak dengan wanita lain." Ujar Aksa.
Aksa memeluk Balqis dan mencium keningnya. Entah kenapa berada di dekat istrinya membuat jantung Aksa dag dig dug dar. "Akankah aku sudah mulai bisa mencintai wanita yang kini telah berstatus jadi istriku. Tuhan......semoga Engkau selalu memberikan kebahagiakan untukku dan juga istriku serta kedua orang tua dan juga papa mertuaku dan juga orang orang yang ada di sekitarku." ucap Aksa dalam hati.
Saat mereka asyik berpelukan. Bibi datang membawa Jus Alpukat dan juga Juz Apel. Balqis pun melepaskan tangan suaminya yang memeluk dirinya dengan erat.
"Makasih ya bi." Ucap Balqis tersenyum.
"Iya non. Nanti kalau butuh apa apa, tinggal panggil aja." Ucap bibi.
"Oh ya kamarkku sudah di bersihkan kan?" tanya Balqis.
"Setiap pagi dan sore selalu di bersihkan non." Jawab bibi.
"Oke, makasih bi. Sekarang bibi bisa istirahat." Ujar Balqis.
"Iya non." Bibi itu pun pergi ke belakang, entah mau ngapain. Mungkin istirahat karena semua pekerjaan juga sudah terselesaikan.
__ADS_1
"Minum mas." Ucap Balqis.
Aksa pun meminum jus Apel sedangkan Balqis minum juz Alpukat. Selesai menghabiskan minumannya, Balqis pun mengajak suaminya untuk ke kamar.
"Ini kamar kamu?" tanya Aksa setelah mereka berada di kamar Balqis.
"Iya tapi kayaknya mau aku ubah mas, mau tak kasih gambar 3D. Menurutmu gimana?" tanya Balqis.
"Terserah kamu aja. Aku mah di apain asal ada kamu, aku oke oke aja." ucap Aksa.
"Iya udah mungkin minggu depan mau di rombak. Jadi selama di rombak, kita bisa tidur di kamar tamu. Aku juga mau rombak kamar mandi serta ruang tamu dan beberapa ruangan lainnya. Agar terlihat berbeda dari yang lain." Ujar Balqis.
"Okelah aku nurut apa kata kamu." Ucap Aksa.
"Mas mau mandi atau gimana?" tanya Balqis.
"Aku mau istirahat aja deh setelah itu nanti sore kita jalan jalan ya." Ucap Aksa.
"Boleh." Ujar Balqis tersenyum.
Aksa pun menarik tangan Balqis hingga Balqis jatuh dalam pelukannya dan setelah itu Aksa membawa Balqis di atas tempat tidur.
"Mas, aku mau buka cadarku dulu." Ucap Balqis.
Aksa pun tersenyum, ia pun membantu Balqis untuk membuka cadar serta hijabnya.
"Kamu sangat cantik, sayang. Aku bersyukur punya istri seperti bidadari." Puji Aksa.
"Dan aku lebih bersyukur lagi punya suami seperti pangeran." PUji Balqis yang tak mau kalah.
Mereka pun saling bercanda satu sama lain dan setelah itu mereka pun terlelap tidur. Ya, Balqis tidur dalam pelukan suaminya.
__ADS_1