
Kami tidak jadi nonton Karena malam Minggu, tiket bioskop habis semua.
"Mau shopping ?"
"Enggak ah aku main ke Timezone aja!"
"Wah istriku memang perempuan yang berbeda. Disaat para wanita di tawarkan shopping langsung berbinar, tapi istriku Malah menolak."
"Aku bukannya menolak untuk saat ini aku tidak nafsu buat shopping, aku cuma mau bermain." Ucapku sambil berjalan keluar dari dalam bioskop di ikuti Raka.
"Kalau shoping ga nafsu, kalau sama aku nafsu gak?" Bisik Raka membuatku spontan melotot kearahnya, dengan kaki menendang tulang keringnya.
"Owh sakit sayang KDRT ini namanya !"
"Siapa suruh berpikir mesum di tempat umum !"
"Berarti kalau mesum di dalam kamar tidak apa-apa ya?''
"Caraka itu mulut bisa tidak di kontrol kalau bicara," kesalku langsung berjalan masuk ke area Timezone.
Aku bermain semua permainan hingga membuatku kelelahan dan berkeringat.
"Mas beli minuman kamu istirahat, jangan capek-capek. Kalau kecapean nanti malam kamu tidak bisa menemani mas olahraga malam." Ucap Raka sambil berjalan meninggalkan ku, melihat aku yang melotot Raka hanya nyengir.
Oh sejak kapan otak Raka jadi bermasalah seperti itu.
"Es coklat, buat yang tersayang!"
"Terima kasih mas." Ucapku mengambil air mineral dan menolak es coklat yang di sodorkan padaku.
"Apa malam ini Arvin ke diskotik lagi ya mas?"
"Yang mana aku tahu sayang, sudah ada kamu jadi dia tidak akan mengajak aku!"
"Kamu mau ikut Arvin ke diskotik ?"Tanyaku sambil melirik kearah nya.
"Lebih baik aku tidur di rumah menemani yang tersayang, dari pada kesana."
"Yakin , buktinya aku tinggal kamu tiap malam selalu ke sana !" Sini ku sambil melirik kearah Raka.
"Aku kesana karena terpaksa terpaksa menemani adik iparku."
"Kalau begitu sekarang temani aku kesana menemui Arvin !"
"Bagaimana kalau kita hubungi Arvin dulu, tidak usah langsung ke sana !"
__ADS_1
"Aku sengaja ingin memergokinya, kalau menghubungi dia dulu beda ceritanya lah!"
Raka hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Bagaimana mau gak, tapi aku mau beli baju dulu!" Ucapku yang langsung berdiri di ikuti Raka. Aku masuk ke salah satu toko baju dan mengambil baju atasan dengan model Sabrina ,yang memperlihatkan bahu dan sedikit pendek hingga memperlihatkan pusar.
"Itu baju tidak kekecilan ?" Tanya Raka saat kami di kasiran.
"Kamu tidak akan pernah tahu, jika belum melihat aku memakainya !"
"Kamu mau memakai itu ?" Tanya Raka dengan mata melotot kearahku.
"Masak aku ke diskotik pakai blouse hitam panjang begini, dikirain aku mau taziah Nanti!"
Aku terus berjalan sampai ke parkiran, begitu sampai di parkiran mobil Raka langsung bergerak menuju diskotik langganan Arvin dan temannya.
"Masih jam 10 malam Arvin belum datang !"
"Kita bisa menunggu." Ucapku sambil mulai melepaskan kancing blouse yang aku gunakan.
"Kamu mau ngapain yang?"
"Kamu gak bisa lihat ?" Ucapku sambil melepaskan blouse dan melemparkannya ke jok belakang. Raka terlihat menatapku tidak berkedip."Yakin kamu mau memakai baju yang tadi ?"
"Iya," ucapku sambil memakai baju yang telah ku beli.
"Yang, di dalam itu banyak orang yang mesum loo!"
"Termasuk kamu berarti ? Kamu kan dari kemarin mendatangi tempat ini!" Raka langsung terdiam mati kutu. Apalagi saat aku mulai memakai make up sedikit tebal.
"Yang itu bibir jangan terlalu merah begitu kenapa, bisa menggoda para lelaki mesum!"
"Itu mobil Arvin !" Ucapku saat melihat mobil Arvin sedang mencari tempat parkir.
"Kamu yakin mau masuk pakai baju ini ?"
"Ya emph ." Ucapku yang langsung di hentikan dengan ciuman Raka. Tanpa di duga Raka langsung menarik kepalaku dan mencium bibirku secara kasar. Ciuman disertai dengan gigitan kecil dan hisapan.
"Kamu mau membunuhku!" Kesalku sambil meraup udara untuk bernafas sebanyak mungkin. Raka gila serangan mendadaknya membuatku sampai kehabisan nafas .
"Kamu tidak tahu, aku sudah menahan semuanya sejak kamu melepaskan blouse yang kamu pakai. Mana sekarang kamu malah memakai pemerah bibir yang menggoda begitu !"
Sungut Raka membuatku hanya mendengus, lihat saja aku akan membuatmu tambah terbakar saat di dalam nanti.
"Ayo masuk! Aku juga ingin mencoba dan merasakan serunya berjoget dengan alunan musik DJ yang keras."
__ADS_1
"Yang jangan gila deh !" Tanpa memperdulikan Raka aku langsung keluar dari mobil.
"Mari kita masuk." Ucapku langsung menggandeng tangan Raka. Ini kedua kalinya aku ke diskotik, yang pertama saat ingin menghentikan pertunangan Arvin dulu.
Jujur aku juga takut, tapi aku tidak mau memperlihatkan di depan Raka. Bisa habis aku di ledekin olehnya nanti.
"Kamu kemana ?"
"Berdansa !" Ucapku sambil berjalan ke arah banyak orang yang sedang berdansa. Aku asal berjoget dengan alunan musik DJ yang memekik telinga. Sesaat setelah aku pergi aku melihat Stevi menghampiri Raka.
"Hallo cantik boleh kenalan tidak ?" Ucap seorang lelaki yang muncul sambil berjoget di depanku. Jujur aku terkejut dan sedikit takut, tapi saat aku melihat Raka mendekat aku pura-pura tidak melihat kearah nya.
"Sorry,Ini wanitaku cari yang lain!" Ucap Raka sambil memelukku dari belakang. Aku bisa merasakan tubuh kami menempel seperti perangko.
"Kamu benar-benar membuatku gila!" Ucap Raka sambil berjoget dengan tangan melingkar di perutku. Aku bisa merasakan nafas Raka yang memburu dan sesuatu yang sudah terbangun.
"Ayo kita cari Arvin! Lebih cepat menemukan Arvin lebih cepat kita pulang. Aku hanya mau menghentikan tingkahnya saja, tidak lebih !"
Kulihat Arvin sedang duduk dengan 2 lelaki yang tidak ku kenal, ada juga Stevi dan 2 perempuan berpakaian seksi.
"Hello brother !" Ucapku sambil berjalan ke arah Arvin dengan menyalakan kamera.
"Sialan apa yang Lo lakukan !"
"Membuat dokumen siapa tahu bermanfaat." sinisku tanpa menghentikan tatapan tajam Arvin .
"Mari kita sama-sama membuat kegilaan !" Ucapku sambil berdiri di depan Arvin.
"Mas kenapa kamu bawa Kia kemari?" Tanya Arvin dengan nada frustasi.
"Dia memaksaku," sesal Raka.
"Jika aku kasih lihat sama Salwa kamu yang duduk di apit 2 perempuan bagaimana reaksinya ya?" Ucapku sambil berjalan keluar private room yang di tempati Arvin .
Arvin terus melangkah mengikuti aku sampai keluar dari area diskotik.
"Kia apa sih mau Lo ?"
"Apa sih mau gw? Memang dengan Lo mendatangi diskotik Salwa jadi mau sama lo? Tidak dia makin tambah benci Lo. Mana janjimu untuk tidak mabuk lagi ?"
"Aku tidak mabuk!"
"Sekarang memang belum mabuk , karena baru segelas yakin nantinya tidak minum lagi." Arvin hanya terdiam, tidak membantah sama sekali.
"Ingat jantung mama sudah tidak sesehat dulu, jika sampai terjadi apa-apa dengan mama Lo bukan kakak gw lagi. Dasar pecundang ! Ditolak perempuan malah lari ke diskotik. Aku setuju dengan keputusan Salwa buat menolak lelaki pecundang kaya kamu." Ucapku panjang mengeluarkan semua kesalku sebelum masuk ke dalam mobil Raka.
__ADS_1
Aku meninggalkan Arvin dengan Raka yang masih mengobrol. Setelah 10 menit Raka masuk ke dalam mobil.
"Arvin Pulang kamu tidak perlu kuatir !" Ucap Raka sambil mengusap kepalaku.