
kini Kayla dan bagas, sudah rapih mereka menuju ke bawah, terlihat kesya sedang menunggu nya di meja makan.
" pagi sayang.. ?? " ( Kayla) sambil tersenyum ke arah sang anak, yg sedang duduk di meja makan.
" pagi juga mah, pah.. ?? " ( kesya).
Kayla pun, seperti biasa menyiap kan sarapan untuk sang suami, batu beralih ke pada sang anak, baru lah diri nya.
seperti biasa dede kianu, di gendong oleh bibi, dan di bawa ke belakang.
mereka pun makan, tanpa bersuara, hanya ada dentingan sendok dan garfu.
hanya memakan waktu 15 menit, akhir nya, mereka pun selesai.
Kayla mengantar sang suami, dan sang istri sampai depan.
setelah mengantar ke pergian sang anak dan suami nya, Kayla pun melakukan aktivitas seperti biasa.
bagas sebelum berangkat ke kantor, ia terlebih dahulu, mengantar kesya ke sekolah, setelah mengantar keaya, baru lah dia berangkat ke kantor.
kini bagas sudah berada di kantor, di saat ia akan ke luar, ternyta handphone nya berbunyi, mau tidak mau bagas pun mengangkat telpon dulu Ternyata dari dita, bagas pun menekan tombol hijau.
" ada apa. " ( bagas)
" maaf tuan, nona jelita hari ini bisa pulang, karena kondisi nya sudah membaik, tapi harus tunggu dulu, cairan infus nya habis, baru bisa pulang. " ( dita).
" ok, kalau gitu kamu ikuti apa kata dokter. " ( bagas) .
" baik tuan.. ?? " ( dita)
" nanti, pengawal saya, yang akan mengutus semua nya, dan mengantar kamu ke rumah istri saya, kamu ikuti apa yg pengawal saya suruh. " ( bagas)
" baik tuan.. ?? " ( dita) dengan tersenyum senang,dan semangat.
karena bentar lagi dia akan bertemu dengan bagas setiap hari.
__ADS_1
" iya udah kalau gitu saya tutup. " ( bagas) ia memati kan sambungan telpon nya, tanpa menunggu jawab ban dari dita.
sedang kan dita hanya mendengus kesal, karena belum juga ia berpamitan, sudah di mati kan.
" gimana ta, kata tuan.. ?? " ( bibi)
" nanti bakal ada yg ngurusin kita bi.. ?? " ( dita)
" oh, iya udah kalau gitu, kita siap siap aja, barang yg akan kita bawa. " ( bibi)
dita hanya mengangguk kan kepala nya, ia menoleh ke arah jelita sebentar, dan melihat jelita masih terlelap, dita pun memilih membantu bibi, untuk beberes, barang bawaan mereka.
sedang kan bagas, setelah mendapat kan telpon dari jelita, ia ke luar dari mobil dan masuk ke dalam kantor.
di saat ia masuk, semua karyawan menunduk kan tubuh nya, memberi hormat ke arah bagas.
di saat ia akan masuk lip, ternyata ada yg memanggil nya, bagas pun menoleh nya, ternyata orang yg ia hindar, bagas mengekerut kan kening nya.
yg memanggil bagas itu cinta, cinta pun menghampiri bagas, dengan jalan se anggun mungkin, banyak karyawan yg menatap nya, bingung, siapa wanita tersebut.
" baik, kamu ngapain di sini.. ?? " ( bagas) ia sedikit ramah, sebenar nya ia malas untuk bertegur sapa dengan cinta, tapi ia masih menghormati wanita tersebut karena cinta, anak dari rt tempat tinggal sang istri di kampung.
" aku, di sini lagi mau melamar kerja mas.. ?? " ( cinta)
" oh.. ?? " ( bagas) dengan datar nya.
" ko, oh doang sih mas.. ?? " ( cinta)
" lah, terus aku harus bagaimana. " ( bagas)
" iya gimana ke, ajak aku ke ruangan kamu, atau engga gini aja, aku jadi kan kamu sekretaris pribadi kamu.. ?? " ( cinta)
Bagas menggeleng geleng kan kepala, mendengar ucapan cinta, yg begitu berani.
" kamu tadi bilang, apa.. ?? " ( bagas)
__ADS_1
" pingin jadi, sekretaris aku, emang kamu punya pengalaman di mana, ingin menjadi sekretaris aku, sedang kan aku memperkerja kan seseorang itu, harus dengan ke mampuan nya, dan mempunyai otak yg pintar, satu lagi etitut.. ?? " ( bagas) dengan datar nya.
" kalau, kamu engga mau menjadi kan aku sekretaris, kamu bisa menjadi kan aku istri kamu. ?? " ( cinta) dengan nada centil nya.
" kalau mimpi jangan berlebihan, aku sangat mencintai istri aku, jadi jangan pernah ngarep, dan satu lagi kalau kamu jadi di Terima di sini, kamu harus panggil saya tuan, karena saya di sini atas san kamu, yg memanggil saya mas, hanya untuk istri aku, mengerti. " ( bagas) dengan tegas.
" kamu balik lagi ke tempat kamu, bukan nya kamu mau melamar bekerja datang ke sini ..??" ( bagas)
" kalau gitu saya ke atas dulu, masih banyak kerjaan yg saya kerja kan.. ?? " ( bagas) tanpa banyak kata,bagas pun menuju ke ruangan, tanpa melihat lagi ke arah cinta, ia harus bersikal tegas, biar cinta engga seenak nya.
cinta yg di tinggal bagas, begitu kesal dan menghentak kan kaki nya, ia pun akhir nya kembali ke tempat tadi, di saat ia duduk, orang orang yg berada di sana melirik ke arah nya, emang dasar nya cinta cuek, ia tidak terlalu mempeduli kan sekitar nya.
kini giliran cinta yg masuk ke ruangan, di sana ia bondong, dengan pertanyaan,tapi akhir nya cinta di Terima, sebagai OG.
sebelum cinta ke luar, ia berpapasan dengan asisten bagas.
" kamu, yg tadi menegur tuan bagas. " ( asisten) dengan tatapan sinis, ia sedikit kesal karena wanita ini,ingin mengganti kan diri nya, tapi sayang cinta, tidak bisa mengganti kan diri nya, karena bagas menolak nya dengan tegas.
" iya, emang kenapa.. ?? " ( cinta) dengan menatap sinis ke arah asisten bagas.
"kamu jadi cewe jangan so so an deh, pura pura mau mengganti kan posisi saya, emang kamu siapa.. ?? " ( asisten) dengan tatapan sinis.
" kamu belum tau siapa saya, saya ini calon istri nya bagas.. ?? " ( cinta) dengan pd nya.
asisten bagas pun tersenyum renyah.
" kenapa, kamu malah ketawa.. ?? " ( aku ketawa karena merasa lucu, ada yg ngaku ngaku, calon istri tuan bagas, kalau iya kamu calon istri nya, engga mungkin, tuan bagas membuat kan kamu di sini, apa lagi di bagian OG.. ?? " ( asisten)
cinta pun terdiam, dan ia berusaha mencari alasan yg tepat, supaya wanita yg ada di hadapan nya, itu percaya .
" kenapa kamu diam, lagi cari alasan yg tepat. " ( asisten) dengan tersenyum sinis.
" aku di masuk kan ke OG, karena aku yg ingin, aku ingin memulai nya dari O, dan bagas pun mengiya kan.. ?? " ( cinta) ia tersenyum ke arah asisten bagas
" oh iya, tapi sayang nya aku engga percaya tuh, karena kalau ucapan kamu benar, engga mungkin kamu meminta tuan bagas, untuk menjadi asisten pribadi nya, jadi jangan halu deh kamu, karena aku tau tipe tuan bagas, seperti apa,yg aku lihat kamu bukan tipe tuan bagas. " ( asisten ) ia pun langsung pergi meninggal kan cinta, karena ia malas harus berdebat dengan cinta, membuang waktu nya.
__ADS_1
cinta yg mendengar ucapan wanita tersebut, hanya mendengus kesal, dan ia pun meninggal kan kantor bagas.