Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kebahagiaan keluarga Adzriel dan Zahra


__ADS_3

Adzan Maghrib pun sudah berkumandang. Kini Adzriel, Zahra, Aulia, Alexa, Axel dan Ayunda pergi ke musholla begitupun dengan beberapa asistennya. Mereka kumpul di musholla untuk sholat maghrib berjamaah.


Setelah selesai sholat, mereka pun ngaji bersama hingga adzan isya' berkumandang. Setelah adzan Isya', mereka pun segera sholat berjamaah dan setelah itu mereka kembali ke kamar masing masing.


Dan tak lama kemudian, mereka kumpul lagi di ruang makan untuk makan malam. Hari ini, Zahra dan Aulia memasak makanan kesukaan mereka semua hingga meja makan penuh dengan berbagai macam masakan.


Selesai makan malam, Aulia langsung pamit pergi ke kamarnya. Sedangkan Alexa membantu adiknya, Ayunya untuk mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolahnya. Sedangkan Axel, ia pergi ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Karena masih ada yang belum ia selesaikan sehingga harus ia kerjakan di rumahnya.


Dan kini tinggal Zahra dan Adzriel yang ada di ruang keluarga sambil nonton tivi.


"Gak nyangka ya mas, putra dan putri kita sudah dewasa, tinggal Ayunda yang masih sekolah dasar. Sedangkan Axel sudah bekerja di perusahaan dan Alexa juga sudah bekerja sebagai dokter muda di rumah sakit. Dan mereka berdua sudah mempunyai penghasilan sendiri sendiri. Bahkan mereka sudah tak mau lagi menerima uang dari kita." ujar Zahra.


"Iya, Alhamdulillah. Aku senang melihat mereka sudah belajar mandiri, apalagi mereka sudah menyelesaikan S2 nya dengan IPK 4.00. Aku sangat bahagia sekali, bahkan aku dengar dengar Alexa ingin melanjutkan S3 nya biar sama seperti yang lain. Ya walaupun masih belum tau kapan. Aku sebagai orang tua sangat bahagia, karena mereka bisa menjadi anak seperti yang aku inginkan. Mereka sangat semangat dalam hal belajar dan mereka tak pernah sekalipun mengecewakan aku, mereka selalu menuruti keinginan aku. Bahkan sampai mereka dewasa, aku gak mendengar mereka dekat dengan lawan jenis kecuali hanya sekedar teman biasa. Bahkan ketika ada yang mengirim surat atau apapun, mereka selalu menolaknya dengan cara halus. Mereka juga selalu bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa harus meminta bantuan kita, mereka juga sholeh dan sholeha bahkan mereka juga sudah hafal Al Qur'an. Apalagi yang aku mau, kecuali adiknya yaitu Ayunda yang cara berfikirnya berbeda dengan Axel dan Alexa.


Tapi itu sangatlah wajar, karena setiap manusia itu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing. Namun aku yakin kelak Ayunda juga bisa seperti kakak kakaknya yaitu Axel dan Alexa." ujar Adzriel.


"Yah, yang penting kita terus bersemangat memberikan pendidikan yang terbaik buat :Ayunda, kita juga harus memberikan asupan yang bagus buat Ayunda serta mendoakannya." ucap Zahra.


" Iya, kita sebagai orang tua harus selalu memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Bahkan kita juga harus rela menghabiskan uang kita untuk membeli aneka makanan bervitamin tinggi supaya anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Agar pertumbuhan otak anak jadi lebih maksimal, bahan makanan yang dibeli tidak boleh sembarangan pilih." ujar Adzriel.


"Iya mas, aku mengerti. Aku masih inget kog apa saja yang harus aku beli. Yah seperti membeli sayur-sayuran berwarna, seperti bayam, wortel, kentang, dan brokoli karena itu sangat bagus untuk anak. Kandungan vitamin, karbohidrat, dan antioksidan yang terdapat pada sayur berwarna dipercaya dapat mempertajam ingatan anak. Sehingga apa yang sudah pernah dilihat dan didengar anak bisa tersimpan dengan baik di dalam memori kepalanya." jawab Zahra.


"Dan jangan lupa beli Ikan Salmon. Ikan salmon termasuk salah satu ikan yang paling dianjurkan untuk anak-anak. Kandungan vitamin A, D, K, dan E yang ada pada salmon dapat meningkatkan daya nalar anak, sehingga anak kita bisa lebih unggul dibandingkan anak lain yang usianya tidak jauh beda dengan anak kita . Meskipun ikan salmon mengandung lemak yang tinggi, tapi kandungan lemak ini adalah lemak baik yang mudah dibakar oleh tubuh si anak." ujar Adzriel tersenyum.


"Aku juga selalu memberikan Ayunda susu tiap pagi, berangkat sekolah dan pulang sekolah saat makan siang. Bahkan kadang di malam hari pun aku juga menyuruhnya untuk minum susu. Karena setauku susu kaya akan protein, kalsium, kalium, dan vitamin D yang bagus untuk pertumbuhan tulang, sistem saraf, otot tubuh, dan bagus untuk pertumbuhan otak anak. Selain itu, susu juga mengandung zat karbohidrat yang baik untuk mengurangi rasa lapar pada si buah hati. Konsumsi susu secara rutin, minimal dua kali sehari agar tubuh anak sehat, begitu juga dengan pertumbuhan otaknya." ujar Zahra.


"Jangan lupa usahakan tiap kita makan ada telurnya sayang." Ucap Adzriel.

__ADS_1


"Kandungan protein yang terdapat pada kuning telur sangat bagus untuk pertumbuhan otak anak. Selain itu, telur juga mengandung kolin yang bagus untuk menajamkan ingatan. Sebuah studi di Universitas Boston membuktikan kalau daya ingat seseorang yang rajin mengonsumsi telur lebih tinggi daripada yang jarang mengonsumsi telur.


Selain bagus untuk anak-anak, telur juga bagus bagi orang yang sudah lansia supaya ingatan tetap tajam meskipun umur sudah menua." Lanjut Adzriel tersenyum.


"Aku tau, dan aku juga sering memberikan Ayunda buah Alpukat, entah itu di buat juz atau buat salad ketika Ayunda malez makan. Karena setau aku, orang yang sedang menjalani diet sehat selalu menjadikan alpukat sebagai menu makanan yang tidak boleh dilewatkan setiap hari. Wajar saja, alpukat memiliki kandungan lemak baik yang bagus sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Di balik itu, alpukat juga mengandung serat dan Vitamin E yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak.


Jadi selain bagus buat tubuh Ayunda, juga bagus buat perkembangan otaknya." ucap Zahra. Memang Ayunda mempunyai tubuh yang sedikit gemuk beda dengan Axel dan Alexa yang mempunyai tubuh yang ideal yang sangat di inginkan oleh banyak orang. Bahkan Zahra dan Adzriel pun, walaupun sudah berumur tetap menjaga tubuhnya agar tetap bugar, segar, awet muda dan tidak keriput. Serta bisa menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan tidak terlalu kurus ataupun tidak terlalu gemuk. Namun Ayunda, mungkin karena ia jarang olah raga dan kadang suka ngemil malam saat belajar hingga tubuhnya sedikit bengkak alias gemuk.


"Terima kasih ya sayang, karena kamu selalu memberikan yang terbaik buat aku, bunda, dan juga anak anak kita." ujar Adzriel.


"Itu sudah tugas aku mas sebagai istri, sebagai menantu dan juga sebagai seorang ibu. Aku akan memperhatikan kesehatan orang orang yang aku sayangi terutama Ayunda. Aku ingin memberikan dia yang terbaik agar ia bisa seperti kakak kakaknya." ucap Zahra


"Aku bahagia tuhan mempertemukan kita. Dan aku sangat bahagia, tuhan mempertemukan kita kembali dan kamu memberikan aku kesempatan untuk kedua kalinya setelah apa yang aku lakukan ke kamu." ucap Adzriel mengingat masa lalunya, yang dulu. Betapa ia menjadi laki laki yang brengsek. Ia menyakiti wanita yang bersetatus istrinya hanya demi wanita yang ingin menghancurkan rumah tanggannya.


"Gak papa mas, itu kan sudah masa lalu. Gak perlu di ingat lagi. Lagian Balqis sudah tobat, dan kini dia sudah seperti sahabat dan juga saudara buat aku. Setiap orang itu pasti punya salah. Dan kita harus bisa memaafkannya. Allah aja maha pemaaf, masak kita sebagai hambannya gak bisa memaafkan orang lain. Apalagi itu suami aku." ucap Zahra tersenyum. Adzriel pun memeluk istrinya dengan erat, ia juga mengecup keningnya berulan ulang. Namun Adzriel segera melepaskan pelukannya ketika Axel datang dan duduk di samping mereka.


"Kog tivinya gak di  hidupkan?" tanya Axel, ia mengambil remot dan menonton tivi, padahal di kamarnya juga ada tivi tapi ia gak suka karena di kamarnya sepi. Axel juga sudah selesai mengerjakan pekerjaan kantornya.


"Sudah selesai mengerjakan berkas berkasnya?" tanya Adzriel tanpa menjawab pertanyaan putranya itu.


"Sudah." jawab Axel ramah, di rumah itu memang tidak boleh menggunakan nada tinggi. Harus lembut dan juga ramah.


"Bagaimana di kantor?" tanya Adzriel sedangkan Zahra memilih diam karena ia tak mengerti dengan urusan seperti itu.


"Alhamdulillah berjalan baik bahkan sangat baik, perusahaan mengalami kemajuan yang sangat pesat bahkan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Dan rencanannya aku akan membuka cabang baru. Oh ya perusaan besar pun juga mengajak aku bekerja sama namun tidak semuanya aku terima, hanya beberapa saja yang menurutku bisa membuat perusahaan keluarga kita mendapatkan keuntungan yang lebih. Dan besok ada rapat pemilik saham jam setengah 9 sampai jam 10 pagi. Banyak orang yang ingin menaruh saham di perusahaan kita." jawab Axel yang membuat Adzriel tersenyum.


"Bagus, kinerja kamu tambah bagus nak. Aby bangga sama kamu. Syukurlah jika semuanya berjalan sempurna. Tempat les juga semakin rame dan terus meluas, aby juga sudah membuka cabang baru lagi kemaren. Dan kos kosan juga sudah semakin banyak juga, aby sudah membeli beberapa lahan lagi yang nanti akan aby buat kos kosan lagi. Penginapan juga alhamdulilahh berjalan lancar. Kamu fokus aja mengurus perhotelan dan juga beberapa Mall serta beberapa perusahaan yang lain.  Resto omma juga masih tahap yang bagus." ucap Adzriel. Yah, Aulia masih fokus mengurus resto yang jual berbagai macam makanan tradisional dan juga makan luar negeri. Bahkan di resto itu tak hanya menjual makanan saja, tapi juga berbagai macam kue yang di jual secara online dan juga offline yang kini juga sudah punya cabang di mana mana.

__ADS_1


Sebenarnya jika Alexa tertarik, Aulia ingin memberikan resto itu kepada Alexa tapi sayangnnya, Alexa tak tertarik dan dia ingin menjadi dokter agar bisa menolong banyak orang. Dan dengan terpaksa kelak usahannya yang ia dirikan itu, akan ia berikan kepada Ayunda. Sedangkan usahannya yang kini di kelola Adzriel tetap akan di berikan kepada Alexa walaupun Alexa gak suka, tapi tetep saja, itu bagian Alexa yang gak bisa di ambil oleh siapapun. Karena Axel, Alexa dan juga Ayunda mendapatkan warisan tersendiri. Terserah nanti mau di apain oleh Alexa, yang jelas apa yang sudah di berikan kepada mereka tak boleh di ganggu gugat. Hanya saja saat ini, masih di kerjakan oleh Adzriel dan juga Aulia. Karena Alexa masih fokus dengan pekerjaannya saat ini sedangkan Ayunda masih sekolah dasar. Namun Adzriel dan Zahra berusaha agar Ayunda bisa lulus cepat atau paling tidak, lulus tepat waktu. Jangan sampai gak naik kelas.


Untuk itulah mereka sekeluarga selalu memberikan support buat Ayunda, agar Ayunda lebih semangat lagi untuk belajar. Mereka juga selalu menjaga pola makan Ayunda, memberikan les terbaik dan juga bergantian mengajari Ayunda, namun Alexa lebih sering mengajari Ayunda karena hanya Alexa yang lebih telaten mengajari adiknya itu.


Mereka juga selalu mendoakan Ayunda agar bisa seperti kakak kakaknya.


Axel dan Adzriel pun terus berbicara membahas perusahaan karena Zahra hanya menjadi pendengar setia, akhirnya Zahra pun pamit untuk pergi ke kamar Ayunda dan melihat Alexa yang begitu telaten mengajari adiknya.


"Anak umy, semangat banget belajarnya." Puji Zahra yang duduk di samping Ayunda.


"Iya dong umy, aku kan ingin pinter seperti kak Alexa." jawab Ayunda tersenyum.


"Umy doakan semoga kamu nanti juara satu ya." ucap Zahra.


"Aamiin umy, terima kasih ya doanya." ujar Ayunda.


"Aby mana umy?" tanya Alexa.


"Oh dia ada di ruang keluarga sama Axel, lagi bahas perusahaan." jawab Zahra tersenyum.


"Oh gitu." ujar Alexa.


"Iya, umy ke kamar dulu ya. Ayunda semangat belajarnya ya nak, biar dapat nilai 100. Alexa, nanti setelah selesai mengajari adiknya langsung tidur ya, besok kan harus kerja." ucap Zahra.


"Iya umy." ujar mereka berdua.


Karena tak ingin mengganggu anaknya, Zahra pun segera pergi dan menuju kamarnya sendiri. Sedangkan Alexa maish terus mengajari adiknya. Setengah jam kemudian, barulah mereka selesai. Ayunda segera merapikan bukunya dan setelah itu ia segera sikat gigi, ambil wudhu lalu tidur setelah selesai baca doa.

__ADS_1


Sedangkan  Alexa, ia juga pergi ke kamarnya sendiri. Ia juga melakukan hal yang sama, yaitu sikat gigi dan ambil wudhu lalu tidur.


Aulia sendiri sudah tidur dari tadi. Tinggal Adzriel dan Axel yang lagi asyik asyiknya bahas bisnis hingga tak terasa jam 11 malam, barulah setelah itu mereka pergi ke kamar masing masing lalu tidur.


__ADS_2