Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Alexa Menghibur Axel


__ADS_3

Axel bangun jam 7 malam, Axel merasa kepalanya sangat sakit. Axel pun memejamkan matanya sebentar agar rasa sakitnya bisa berkurang. Setelah agak mendingan, Axel pun pulang dengan membawa mobilnya sedangkan hpnya masih belum juga di aktifkan.


Sepanjang jalan, Axel hanya diam seribu bahasa. Ia gak konsen dalam menyetir fikiran ya entah kemana, bahkan sampai beberapa kali Axel hampir menabrak kendaraan yang ada di depannya tapi untunglah Axel langsung sadar setiap kali dirinya mau mencelakai orang.


Hingga setengah jam kemudian, Axel sampai di depan rumahnya. Axel langsung memasukkan mobilnya di garasi lalu pergi menuju kamarnya. Untunglah seluruh keluarganya lagi makan malam sehingga mereka gak tau Axel sudah pulang.


Axel langsung tidur kembali di kamarnya dengan mengunci pintunya dari dalam. Axel merasa tubuhnya gak enak dan seperti mau sakit bahkan badannya juga sangat panas.


Alexa yang merasa sesuatu yang gak beres seperti menyadarinya.


"Kamu kenapa Alexa?" tanya Zahra


"Umy, Kak Axel kayaknya sudah pulang, aku mau ke kamarnya Kak Axel," jawab Alexa.


"Tapi kamu belum menyelesaikan makan malam kamu," ucap Adzriel.


"Tapi Kak Axel lagi sakit aby, dia butuh aku." ujar Alexa.


"Selesaikan makan malam kamu, setelah itu kita liat Axel bareng-bareng," ucap Adzriel.


Alexa pun menurut.


Mereka makan dengan keheningan, karena tak ada yang bersuara.


Setelah selesai, mereka pergi ke kamar Axel sedangkan Ayunda gak ikut, ia harus menjaga Omanya yang juga masih sakit tapi sudah agak baikan, gak seperti tadi siang yang pucat. Aulia memang sudah sembuh hanya tinggal badannya aja yang agak lemas.


Alexa sendiri merasa panik saat pintu kamar Axel di kunci dari dalam.


Zahra ingat dia menyimpan kunci cadangan akhirnya Zahra mengambil kunci itu dan membuka pintu kamar Axel.


Setelah mereka berhasil membuka pintunya, mereka melihat Axel yang tertidur lelap dengan baju yang sudah kusut dan juga wajahnya yang sedikit pucat. Alexa memegang kening Axel, ternyata panas.


"Gimana nak?" tanya Zahra


"Kak Axel demam umy," jawab Alexa.


"Kenapa dia bisa seperti ini?" tanya Adzriel. Kenapa baru di tinggal sebentar, kedua anaknya bisa bikin kepada seseorang. Bahkan Alexa yang gak pernah nangis bisa nangis karena seorang laki-laki dan sekarang di depan mata kepala mereka sendiri, mereka menyaksikan Axel sakit juga karena perempuan. Yah, Adzriel tau jika tadi Axel sempat bertemu dengan seorang wanita yang sama seperti sebelumnya di resto bahkan setelah Axel selesai rapat, ia langsung masuk ke ruangannya dan gak keluar-keluar bahkan saat jam pulang kerja. Siapa lagi yang bisa bikin Axel seperti ini, jika bukan karena wanita yang sama yang sudah berhasil mencuri hati putranya.


Alexa segera pergi ke dapur untuk mengambil air dan juga handuk kecil yang lembut.

__ADS_1


Alexa mengompres saudara kembarnya dengan sangat telaten. Sedangkan Zahra, ia gak banyak bicara. Zahra langsung pergi ke dapur untuk membuatkan bubur.


Adzriel sendiri memilih keluar dan duduk di ruang keluarga. Melihat Axel membuat Adzriel ingat saat mudanya, saat dimana Adzriel dulu sangat mencintai Balqis. Walaupun Balqis selalu melakukan hal-hal yang membuatnya sakit hati namun Adzriel tetap mencintainya hingga akhirnya rasa itu mulai pudar sedikit demi sedikit setelah Balqis terus menerus menyakitinya hingga akhirnya Adzriel bertemu Zahra dan mulai tertarik.


Walaupun Adzriel mencintai Zahra namun Adzriel juga tidak bisa sepenuhnya melupakan Balqis karena terlalu banyak kenangan di antara mereka dan Balqis maupun Zahra adalah wanita yang sama yang berhasil mencuri hatinya.


Dan sekarang ia melihat Axel juga mencintai seorang wanita teramat dalam hingga membuat dirinya sakit.


Adzriel terus memikirkan sesuatu bagaimana cara membantu putranya itu. Akhirnya Adzriel mempunyai ide. Adzriel akan meminta Axel untuk pergi keluar negeri mengurus bisnisnya yang bermasalah dan pasti itu membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan bisa satu tahun lebih.


Mungkin dengan seperti itu, Axel bisa melupakan rasa sakitnya dan Adzriel percaya, Afifah akan menyadari perasaannya setelah orang yang ia cintai pergi.


Sedangkan di kamar, Alexa terus mengompres saudara kembarnya itu. Axel yang merasa ada seseorang di sampingnya langsung membuka matanya. Axel melihat Alexa yang menitikkan air mata.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Axel dengan suara lemahnya.


"Gimana aku gak nangis coba, liat Kak Axel kayak gini," jawab Alexa sambil terus menitikkan air mata.


Axel yang gak tega langsung menghapus air mata saudara kembarnya itu. Axel juga membawa Alexa ke dalam pelukannya. Alexa pun membalas pelukan saudara kembarnya.


Bagaimanapun mereka berdua sangat menyayangi satu sama lain.


Alexa yang menyadari kedatangan Umy nya langsung melepas pelukan saudaranya itu.


"Axel bagaimana keadaan kamu nak?" tanya Zahra.


"Sudah baikan Umy," jawab Axel


"Umy kapan nyampek rumah, kenapa gak menghubungi aku?" lanjutnya.


"Umy tadinya mau ngasih surprise tapi malah Umy dan aby yang di bikin terkejut oleh ulah kalian berdua. Umy dan aby sudah nyampek tadi siang, terus jemput Ayunda ke sekolahnya. Lalu membawa Oma ke rumah sakit, eh malah liat Alexa berpelukan sama pria lain." ucap Zahra


"Bukan berpelukan Umy, tadi itu gak sengaja," ujar Alexa cemberut


"Hehe iya, Umy percaya." ucap Zahra tersenyum gemas sambil mengacak ngacak rambut Alexa yang memang gak pakai kerudung jika di dalam rumah. Toh gak ada laki-laki lain selain aby dan saudara kembarnya itu.


"Ngapain Umy ke rumah sakit?" tanya Axel


"Oma tadi di temukan pingsan di kamarnya jadi aby dan Umy serta Ayunda langsung membawa Oma ke rumah sakit." jawab Zahra

__ADS_1


"Tapi sekarang Oma gak papakan?" tanya Axel


"Oma gak papa, Oma cuma kecapek an aja, mungkin karena perjalanan jauh." jawab Alexa.


"Syukurlah aku senang dengernya. Terus aby dan Ayunda ada dimana sekarang?" tanya Axel


"Ayunda lagi ada di kamar Oma, kalau aby, Umy gak tau. Tadi aby ada di sini kog, iya udah ini kamu makan buburnya biar cepet sembuh. Umy mau cari aby dulu," ujar Zahra sambil memberikan bubur itu kepada Alexa agar menyuapi saudara kembarnya itu.


Setelah Zahra pergi, Alexa langsung menyuapi Axel. Awalnya Axel gak mau karena perutnya gak enak tapi karena di paksa jadinya Axel makan walaupun hanya sedikit.


Setelah selesai makan, Alexa pun bertanya kenapa Axel bisa seperti ini dan Axel pun menceritakan semuanya.


Alexa memeluk saudara kembarnya itu seakan memberikan kekuatan agar Axel tak lagi rapuh.


"Kakak harus kuat, aku yakin sebenarnya Afifah sangat menyayangi kak Axel, hanya saja ia masih belum siap jika harus menikah muda. Kakak harus sabar menunggunya sampai Afifah benar-benar siap untuk menjadi seorang istri," Ayunda mencoba menghibur saudaranya itu.


"Entahlah, aku gak mau mikir itu lagi. Rasanya kepalaku selalu sakit. Oh ya kamu kog bisa kepergok aby dan Umy berpelukan gitu?" tanya Axel dan Alexa pun menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit.


"Wow, terus Andi kapan akan datang melamar kamu?" tanya Axel


"Besok malam insyaAllah, Mas Andi dan kedua orangtuanya akan datang ke sini untuk melamar aku dan aku harap saat Mas Andi dan kedua orangtuanya datang. Kak Axel harus sembuh ya,"


"InsyaAllah, aku pasti sembuh."


"Oh ya Kak Axel sejak kapan menggunakan obat tidur?" tanya Alexa.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Axel


"Aku bisa merasakannya saat melihat wajah Kak Axel, Kak Axel tidak seperti biasanya. Kak Axel terlihat kusut seperti orang yang kurang tidur dan seperti orang yang punya banyak fikiran. Aku harap mulai sekarang kakak berhenti minum obat itu, karena itu gak bagus buat tubuh kakak," ucap Alexa.


"Iya aku akan berhenti minum obat itu, aku janji." ujar Axel tersenyum.


"Iya sudah Kak Axel sekarang tidur lagi, biar besok pas bangun tidur Kak Axel sudah bugar lagi dan gak pusing lagi," ucap Alexa.


"Iya, terimakasih sudah merawat aku," ujar Axel.


"Iya sama-sama. Aku keluar dulu."


Setelah itu Alexa pun keluar dari kamar Axel agar Axel bisa istirahat.

__ADS_1


__ADS_2