
Setelah masuk ke dalam rumah, Axel dan Alexa langsung masuk ke dalam kamar Balqis. Mereka ingin melihat keadaan Balqis. Dan ketika mereka masuk ke dalam kamarnya, ternyata Balqis sedang tidur. Axel dan Alexapun segera keluar karena tak ingin mengganggu tidur Balqis.
Kini Axel dan Alexa ada di ruang tengah sambil nonton tivi, film kesukaannya.
"Ka?" panggil Alexa.
"Iya, ada apa?"
"Apakah tante lagi hamil ya?" tanya Alexa.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Lagian kenapa kamu bisa kefikiran sampai ke situ?" tanya Axel.
"Aku pernah membaca gitu, tanda tanda orang hamil dan tanda tandanya sama seperti tante Balqis. Kalau tante Balqis beneran hamil, pasti Om Aksa senang. Dan pelakor itu tak kan lagi mengganggu pernikahan om dan tante. Umy juga kan lagi hamil dan umy juga pernah mual pas di suruh sarapan pagi. Apa perlu kita belikan test pack ya kak?" tanya Alexa.
"Test pack itu apa?" tanya Axel yang memang tak faham masalah begituan.
"Test pack adalah alat uji kehamilan berbentuk stik yang dirancang untuk mengetahui apakah urine yang dijadikan sampel mengandung hormon hCG. Hormon ini sendiri diproduksi setelah sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim."
"Oh, gitu toh."
"Iya kak, nanti kalau garisnya itu ada dua katanya hamil tapi kalau garisnya cuma satu, itu katanya negatif. Artinya gak hamil."
"Kamu itu masih kecil, udah faham kayak gituan."
"Sebenarnya aku gak faham kak, cuma pernah baca gitu doang. Tapi ya aku sih gak terlalu mengerti banget."
"Iya udah ayo sekarang kita beli tes, tes...tes apa dah?"
"TEST PACK KAK, TEST PACK. MasyaAllah, bilang test pack aja susah banget.
"Iya iya maaf. Terus belinya di mana?"
"Ya mana aku tau, aku aja belum pernah pakek test pack."
"Apa kita beli di warung aja ya?" tanya Axel.
"Ya gak di warung juga kali kak. Mana ada warung jualan test pack, paling gak kayak toko atau apotik gitu."
"Iya udah kita ke apotik aja deh."
"Oke. Tapi kita naik apa kak?"
"Jalan kaki, kan gak jauh dari sini ada apotik toh. Lagian sopir kita ada di rumah dan aku belum tau caranya naik sepeda motor ataupun mobil. Mau naik sepeda biasa juga gak ada di sini. Satu satunya cara ya jalan kaki."
"Kenapa kita gak minta tolong sama bibi aja, atau minta tolong ke pak kebun?"
"Jangan menyusahkan orang lain jika kita masih bisa melakukannya sendiri. Lagian pak kebun itu datangnya jam 9 pagi dan pulang jam 3 sore, beda sama bibi. Kalau bibi 24 jam di sini tapi walau begitu, mereka sama sama sibuk dengan aktivitas mereka masing masing. Sopir Tante Balqis juga mengundurkan diri dan tante belum mencari penggantinnya sedangkan Pak Satpam lagi cuti selama sebulan ke depan karena istrinya melahirkan. Makanya Om Aksa menyetir mobil sendiri dan gak pakai sopir."
__ADS_1
"Kog kakak tau?"
"Iyalah, apa sih yang gak aku tau."
"Hemmm. Iya udah aku ganti baju dulu ya kak."
"Oke, aku tunggu di depan rumah ya."
"Oke."
Setelah Alexa ganti baju dan memakai hijab hitam, ia pun segera keluar menemui saudara kembarnya yang sudah menunggu.
"Ayo kak." Ajak Alexa.
"Ayo."
Mereka pun pergi menuju apotik namun sampai di jalan depan rumah, mereka bertemu dengan Inez.
"Mau kemana kalian?" Tanya Inez judez.
"Beli test pack." Jawab Alexa cuek dan langsung pergi gitu aja bersama Axel tanpa memperdulikan ocehan Inez yang entah ngomong apa.
Sedangkan Inez merasa dadanya seperti terbakar mendengar jawaban Alexa.
"Dia beli test pack dan gak mungkin di pakai dia sendiri. Pasti dia di suruh oleh wanita sihir itu. Jika wanita sihir itu hamil, akan susah buat aku mendekati dan merebut Aksa kembali dalam pelukanku. Aku gak mungkin tinggal diam, aku harus merencanakan sesuatu. Aku gak rela mereka hidup bahagia sedangkan aku menderita seperti ini." Ujar Inez sambil masuk ke dalam rumahnya dengan emosi yang meluap luap.
Alexa sendiri senyam senyum sendiri sepanjang jalan.
"Pasti pelakor itu kebakaran jenggot mendengar ucapanku tadi." Jawab Alexa.
"Maksudmu?"
"Dia pasti emosi mendengar jawabanku barusan. Tadi kan aku bilang mau beli test pack. Dan gak mungkin test packnya aku yang menggunakan."
"Oh aku faham sekarang. Wanita itu pasti tau kamu beli test pack buat tante Balqis dan dia pasti cemburu berat dan emosi karena tau kalau Tante Balqis hamil dan dia akan lebih sulit lagi menghancurkan rumah tangga tante sama om. Iya kan?" tanya Axel.
"Iya kak, itu kakak tau. Semoga tante beneran hamil ya."
"Aamiin."
Setelah berjalan lebih dari 10 menit akhirnya mereka pun sampai di apotik.
"Mbak, beli test pack ya 1." Ucap Alexa.
"Test Pack yang mana dek?" tanya mbak yang ada di apotik itu. Kayaknya dia hanya seorang karyawan saja.
"Test pack untuk orang hamil mbak." Ujar Alexa.
"Iya saya tau. Maksud saya nama produk tes pack nya. Di sini ada 10 macam." Ucap mbak karyawan menjelaskan secara detail.
__ADS_1
"Adek mau beli yang produk apa?" tanya mbak karyawan.
"Waduh, mau beli yang mana kak?" tanya Alexa bingung.
"Aku mana tau kayak gituan." Jawab Axel yang juga bingung.
"Ya udah mbak, aku beli semuanya dah satu satu." Ujar Alexa.
"Oke, tunggu sebentar ya."
"Iya."
Mbak Karyawan itu pun mengambil beberapa test pack dan membungkusnya ke dalam plastik.
"Ini dek." Ujar Mbak Karyawan itu sambil memberikan sekantong plastik berisi test pack.
"Berapa semuanya?" tanya Alexa.
"377.000." Jawab Mbak karyawan.
"Biuh banyak banget ya. Nie uangnya." Ujar Alexa mengambil uang dari saku celanannya. Untung aja dia punya sedikit tabungan.
"Uangnya 400.000. Dan ini kembaliannya 23.000." Ucap Mbak karyawan sambil memberikan uang kembalian kepada Alexa.
"Oke, makasih ya mbak."
"Iya sama sama dek dan terima kasih sudah berbelanja di apotik ini." Ucap Mbak karyawan itu dengan sangat ramah.
Axel dan Alexapun segera pulang menuju rumah Tante Balqis sambil memegang kresek yang berisi test pack.
__ADS_1