Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Memberontak


__ADS_3


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya Ezra dan Ayu pun sudah sampai di depan rumah sakit. Untunglah diam diam Ezra menaruh GPS di hp nya dan juga di mobilnya serta di jam tangan yang di pakai oleh Aksa secara diam diam sehingga Ezra bisa leluasa mengetahui kemana putranya itu pergi. Ezra gak mau kecolongan lagi hingga ia pun akan melakukan segala cara untuk bisa melakukan yang terbaik untuk putra semata wayangnya itu.


Sungguh, asal kekasihnya Aksa itu wanita baik baik, pasti Ezra dan Ayu akan memberikan restu untuk mereka tapi sayangnya wanita pilihan Aksa bukanlah wanita baik baik, dia hanya wanita yang suka morotin uangnya Aksa aja, ia tak tulus menyayangi dan  mencintainya bahkan ia juga suka menggonta ganti pasangan jika Aksa tak ada di sampingnya.


Lalu bagaimana mungkin Ezra membiarkan hidup dengan wanita seperti itu. Iya sekarang Aksa banyak uang tapi gimana jika perusahaan mengalami kebangkrutan dan akhirnya Aksa tak punya apa apa, pasti wanita itu akan menendang putranya jauh jauh. Hidup tak selamanya ada di atas, untuk itu Ezra akan berusaha semaksimal mungkin agar Aksa tak salah jalan dan tak salah dalam memilih pasangan hidup.


Ezra dan Ayu melangkahkan kaki menuju ruangan di mana Inez di rawat. Setelah sampai di depan ruangannya, ia pun segera masuk dan melihat putranya lagi menyuapi wanita yang pura pura sakit itu. Hanya untuk menarik perhatian putranya, ia sampai rela pura pura sakit dan memilih untuk terbaring di rumah sakit.


"Aksa." Ucap Ezra tegas.


"Papa." Ujar Aksa kaget, melihat kedua orang tuanya sudah ada di depannya. Aksa pun menaruh makanan yang ia pegang di atas meja.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Ezra tegas dengan mata yang menakutkan.


"Maafin aku pa, Inez sakit dan dia hanya punya aku seorang. Jadi aku ke sini untuk menemaninya." Jawab Aksa.

__ADS_1


"Kamu itu bodoh atau gimana? Kamu rela meninggalkan istrimu di malam pertama hanya demi wanita murahan itu." Ucap Ezra dengan suara yang menggelegar.


"Pa, cukup jangan kau hina kekasihku terus menerus pa. Gara gara keegoisan papa Inez jadi sakit, sungguh aku benci sama papa yang selalu mengatur kehidupanku. Papa gak pernah mau mengerti perasaanku, papa gak pernah mendukung apa yang aku mau. Papa hanya memikirkan perasaan papa sendiri." Ucap Aksa dengan suara yang tak kalah keras dengan suara Ezra.


"Sekarang kamu mulai bantah omongan papa ya?" tanya Ezra dengan emosi yang membara.


"Pa, aku bukan anak kecil lagi. Aku tau mana yang terbaik untukku. Tolong jangan ikut campur lagi dengan urusanku apalagi dengan kehidupanku." Jawab Aksa.


"Baiklah, mulai saat ini kamu bukanlah anak papa dan mama. Dan jangan sampai kau menyesal jika kau sampai tau siapa wanita yang kau lindungi itu. Suatu saat kau akan menyesali apa yang kau perbuat sekarang. Percayalah tak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya namun jika kau tak mempercayai dan tak menuruti keinginan kedua orang tuamu, baiklah. Kau urus dirimu sendiri dan papa akan menarik semua apa yang kamu pakai sekarang karena itu adalah punya papa semua. Kamu keluar dari rumah papa dan jangan sesekali meminta bantuan dari papa ataupun dari mamamu." Ujar Ezra.


Ezra pun mengambil itu semua dari tangan Aksa dengan kasar.


"Oke buktikan jika kamu bisa tanpa bantuan papa." Ujar Ezra sambil pergi.


"Mama kecewa padamu nak, demi wanita ****** itu. Kau tega menyakiti hati kedua orang tuamu. Mama bersumpah, kau tak akan bahagia selama terus bersama dengan wanita itu." Ucap Ayu sambil pergi menyusul suaminya.


Setelah orang tua nya pergi, Aksa pun menangis. Sungguh, ia tak ada maksud menyakiti kedua orang tuanya namun ia kesal karena papanya selalu saja menghina kekasihnya. Aksa sangat mencintai Inez dan ia percaya kalau Inez adalah wanita baik baik, tidak seperti apa yang di katakan oleh mama dan papanya itu.

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 



__ADS_1


__ADS_2