
Keesokan paginya saat Alexa bangun tidur, matanya terlihat sangat bengkak, mungkin karena tadi malam ia kebanyakan menangis.
Alexa segera mandi, ambil wudhu lalu sholat shubuh sendirian di kamarnya. Ia malu kalau bertemu yang lain dengan mata yang bengkak seperti ini. Alexa pun mengompres matanya agar tak terlalu bengkak.
Saat ia mengompres matanya, tiba-tiba Alexa mendengar suara Ayunda di luar pintu kamarnya.
"Kak? Sudah bangun belum? Ini shubuh lho." ujar Ayunda dengan nada tinggi takut jika kakaknya masih belum bangun.
"Kakak sudah bangun dari tadi dek, dan kakak juga sudah sholat shubuh."
"Kakak kenapa gak sholat di musholla?" tanya Ayunda yang masih berdiri di luar pintu.
"Kakak gak enak badan. Oh ya kamu olah raga nya sama Kak Axel dulu ya dan bilang ke Kak Axel, suruh kasih bibi uang buat belanja dan bilang ke bibi suruh masak buat sarapan pagi karena kakak males mau masak." ucap Alexa dari dalam kamarnya sambil terus ngompres matanya yang masih agak bengkak tapi sudah gak separah saat bangun tidur.
"Baiklah." Akhirnya Ayunda pun pergi juga menemui Axel yang ada di kamarnya.
"Kak Axel?" panggil Ayunda.
"Apa?" tanya Axel
"Kak Alexa gak mau di ajak olahraga. Dia nyuruh aku olahraga sama Kak Axel aja." jawab Ayunda.
"Emang Kak Alexa, kenapa?" tanya Axel.
"Kak Alexa gak enak badan, jadi dia ingin istirahat dulu di kamarnya. Kak Alexa juga menyuruh ngasih uang ke bibi buat belanja." jawab Ayunda panjang lebar.
"Dek, kamu mau gak olah raga sendirian di taman belakang." ujar Axel.
"Kenapa aku harus olahraga sendirian? Kan Kak Alexa nyuruh aku olah raga bareng Kak Axel." jawab Ayunda.
"Kakak gak bisa, kakak capek. Oh ya ini ada uang buat kamu 50 rb tapi kamu olah raga sendiri dulu ya?" Rayu Axel.
__ADS_1
"Baiklah." Ayunda menerima uang dari kakaknya lalu pergi ke taman belakang. Tapi Ayunda gak olah raga, dia duduk santai sambil main game di hpnya.
Sedangkan Axel pergi menemui bibi dan memberikan uang 200 rb.
"Bi?" panggil Axel..
"Iya, tuan muda." jawab bibi.
"Ini uang buat belanja hari ini. Oh ya sepertinya Alexa sekarang gak masak lagi. Jadi bibi yang masak." ucap Axel sambil memberikan uang 200 rb kepada bibi ( asisten rumah tangganya)
"Baik, tuan muda." Sang bibi mengambil uang itu lalu pergi belanja untuk kebutuhan di dapur.
Setelah memberikan uang, Axel langsung pergi ke kamar Alexa.
"Al, buka pintunya." ucap Axel dan Alexa pun membuka pintunya karena bagaimanapun, Alexa kadang sedikit takut pada saudara kembarnya itu
"Kamu kenapa?" tanya Axel to the point.
"Gak papa." jawab Alexa sambil membuka kain lembut yang tadi buat ngompres kedua matanya.
"Maafkan aku kak, aku juga gak tau kenapa. Hatiku sangat sakit saat aku tau dia mau pulang kampung Apalagi entah kenapa aku merasa akhir akhir ini ia mencoba menghindari ku padahal aku gak tau salahku itu dimana. Dan aku yakin, dia pulang ke kampungnya pasti salah satu alasannya karena aku. Dan aku akan sangat merasa bersalah jika apa yang fikirkan ternyata benar." ucap Alexa menjelaskan perasaan yang ia rasakan sekarang.
"Sudahlah gak perlu kamu fikirkan, yang penting kamu gak nyakitin dia. Kamu sudah sholat shubuh?" tanya Axel
"Sudah kak." jawab Alexa.
"Ayo olahraga, tadi aku nyuruh Ayunda olahraga sendirian. Kamu juga harus olah raga, biar tubuhmu sehat."
"Tapi aku malu, mataku bengkak."
"Sudah mendingan, nanti juga ilang sendiri. Ayo biar gak sedih terus." ujar Axel. Alexa pun menurut.
__ADS_1
Mereka pergi ke taman belakang dan mereka melihat Ayunda yang asyik main game dan gam olah raga.
"Ayunda!" Panggil Axel dengan nada dingin. Ayunda yang asyik main game langsung kaget hingga hpnya jatuh. Ayunda segera mengambil hpnya kembali dan menaruhnya di saku.
"Suruh siapa main hp?" tanya Axel dingin.
"Maaf kak, a.. aku...?" belum selesai Ayunda ngomong, Axel langsung memotongnya.
"Mau cari cari alasan. Sini uang 50 rb yang tadi." pinta Axel.
"Kenapa di ambil lagi? Kakak kan sudah ngasih ke aku tadi "
"Kakak ngasih ke kamu, alasannya apa?" tanya Adel sedangkan Alexa memilih diam, selain dia gak tau apa yang sedang terjadi. Alexa juga gak ada semangat untuk bergurau atau melakukan hal apapun.
"Di suruh olahraga." jawab Ayunda yang menyadari kesalahannya.
"Nyatanya kamu olah raga apa sibuk main game?" tanya Axel yang masih dengan suara datarnya pertanda jika saat ini Axel sangat marah. Iya dia marah karena saudara kembarnya menangis hanya karena cowok yang gak jelas. Dan marah karena di bohongi oleh adiknya yang ternyata gak olah raga melainkan main game.
"Main game." jawab Ayunda menunduk karena ia sadar bahwa dirinya salah. Ayunda fikir, kakaknya gak akan ke taman belakang jadi Ayunda sibuk main game. Andai dirinya tau, pasti Ayunda akan olahraga dengan sungguh-sungguh. Tapi nasi sudah jadi bubur. Ayunda sudah ketahuan. Dan dirinya hanya bisa minta maaf.
"Kamu sudah berani berbohong sama kakak?" tanya Axel.
"Maaf kak, aku janji gak akan mengulanginya lagi." jawab Ayunda dengan suara bergetar seperti menahan isak tangis
"Sini uangnya." Pinta Axel. Ayunda pun mengambil uang 50 rb yang ada di sakunya dan memberikannya kepada Axel.
"Lain kali, jangan berani berbohong lagi. Mengerti!?"
"Iya kak." jawab Ayunda.
"Iya sudah ayo olahraga bareng, kamu taruh HP-nya dulu di kursi biar gak jatuh." ucap Axel. Ayunda pun menurut, ia menaruh hpnya di kursi yang ada di taman belakang itu.
__ADS_1
Lalu mereka bertiga pun olahraga bersama. Alexa juga olahraga walaupun sebenarnya fikirannya masih kemana-mana.
Setelah setengah jam, mereka olahraga. Barulah mereka istirahat sebentar lalu mandi dan sarapan pagi bersama.