
Hari ini adalah hari pernikahan Aksa dan juga Balqis. Banyak wartawan yang berdatangan untuk meliput pernikahan mereka karena memang Ezra, Ayu dan juga Dedi membuat pesta paling mewah selama di dunia hingga tak tanggung tanggung biaya yang di keluarkan pun sangatlah fantastis.
Ezra dan Dedi sangatlah bahagia karena kini mereka saudah resmi jadi besan. Sedangkan Ayu Andana melihat putra dan juga Balqis, yang kini telah resmi menjadi menantunya. Tak ada kebahagiaan yang terpancar di kedua wanita dan laki laki yang kini ada di atas panggung itu. Walau mereka tersenyum namun Ayu Andana bisa merasakan bahwa senyuman itu adalah senyuman palsu. Entahlah ia tak tau apa yang kini sedang di fikirkan oleh sepasang pengantin itu tapi Ayu Andana berharap mereka bisa bahagia.
Balqis sendiri dari tadi ia lebih banyak termenung, ia memikirkan bagaimana nasib rumah tanggannya setelah ini. Balqis berharap Aksa mau belajar melupakan kekasihnya dan belajar mencintai dirinya yang kini telah berstatus menjadi istrinya. Balqis menatap ke arah suaminya, namun ia melihat suaminya juga lagi bengong, entah apa yang kini sedang di fikirkan laki laki itu.
"Kenapa rasanya sesakit ini? Menikah dengan laki laki yang mencintai wanita lain? Apakah ini karma darimu Ya Rabb karena dulu aku pernah bikin rumah tangga Adzriel dan Zahra hancur? Apakah ini hukuman darimu karena hamba telah berusaha merusak rumah tangga orang lain? Inikah yang di rasakan oleh Zahra saat ia tau bahwa laki laki yang ia cintai masih mencintai wanita lain. Seperti inikah rasa sakit yang di rasakan oleh Zahra saat aku berusaha merebut Adzriel dari tangannya? Ya Allah ampuni dosa dosaku, selama ini aku tak pernah memikirkan bagaimana perasaan Zahra, aku hanya memikirkan perasaanku sendiri.
Ya Allah apakah ini teguran dari mu atau ini hukuman untukku karena dosaku di masa lalu? Ya Allah jika memang ini adalah hukuman untukku, maka aku akan menjalaninya dengan ikhlas. Aku berharap dengan adanya ujian ini, Engkau mengampuni dosa dosaku Ya Allah dan berikanlah kebahagiaan untuk Zahra dan Adzriel agar mereka bisa hidup bahagia. Mereka berhak bahagia karena mereka adalah orang baik sedangkan aku hanyalah manusia hina dan banyak dosa. Dan aku pantas mendapatkan semua ini." Ujar Balqis menangis dalam hati.
__ADS_1
Aksa sendiri ia sedih memikirkan perasaan orang yang ia cintai, ia tau betul bahwa kekasihnya saat ini lagi sakit saat mendengarkan pernikahan Aksa. Wanita itu merasa bahwa Aksa telah menghiananti hubungannya dan cintanya. Memang tak mudah menjadi Aksa, di satu sisi ia sangat menyayangi dan mencintai kekasihnya, sudah banyak kebahagiaan dan kesedihan yang mereka hadapi bersama. Sudah banyak pengorbanan dan perjuangan dirinya dan juga kekasihnya dalam mempertahankan hubungan ini.
Bahkan selama hampir tujuh tahun ini mereka juga banyak menghabiskan waktu berdua, Bagaimana mungkin Aksa bisa meninggalkan kekasihnya gitu aja setelah apa yang mereka lalui bersama bertahun tahun. Tapi ia juga tak bisa membuat mama dan papanya kecewa dan sedih. Bagaimanapun Aksa harus menuruti keinginan mereka apalagi papanya, ia akan melakukan apapun untuk memisahkan dirinya dan juga kekasihnya itu. Entah apa yang membuat mereka begitu membenci kekasihnya padahal selama ini kekasihanya itu begitu baik dan gak suka neka neko ya walaupun dia menggunkan baju yang terbuka.
Aksa sangat menyayangi dan mencintai kekasihnya tapi kini ia telah resmi menjadi suami dari Balqis dan itu membuat fikirannya sangat galau. Bahkan ingin rasanya Aksa kabur dari acara itu dan pergi menemui kekasihanya yang kini terbaring sakit di rumah sakit.
Tapi ia juga gak bisa pergi gitu aja karena itu sama aja dengan mempermalukan kedua orang tuanya dan juga keluarga besarnya.
Aksa melirik ke arah Balqis, dan ia pun melihat Balqis sedang merenung dan entah apa yang ia fikirkan saat ini.
__ADS_1
__ADS_1