Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
serba serasa hambar


__ADS_3

Maklum lah ya orang lagi galau patah hati makan ajah gak enak . gak berselera apa lagi ngapa-ngapain pokoknya serba gak enak ,


" Kau di sini ! " ujar Usen membuat raii menoleh dengan wajah yang memang begitu mendung . Lalu duduk di sampingnya


" kau akan menyerah dengan qayla ? " Ucap Usen ,


" Tidak , tentu saja tidak akan .. tapi , masalahnya qayla lebih baik hidupnya tanpa ku tampaknya . Ia bahkan meminta kita untuk mengakhiri semuanya , Itu adalah hal yang paling tidak bisa ku terima . Uhff , ternyata kebahagiaan nya tak bersama ku lagi , ia tak bahagia bersama ku . Jika ia saja tak bahagia , bagaimana aku bisa bahagia . Karena kebahagiaan ku sepenuhnya ada di qayla . " Gumam raii dengan kepala masih tertunduk sedih


Usen melihat nya , " ia hanya ingin kau hidup bahagia dengan memiliki sebuah keluarga kecil kelak . Yang tak bisa ia berikan pada mu ,"


" Bagaimana bisa aku bahagia jika kebahagiaan ku saja adanya di dia , aku sangat mencintai nya . semua ini memang salahku , jika itu aku memang pantas menerima nya . Karena itu aku tak mempermasalahkan nya bang , jika bukan karena aku mungkin dari dulu kita sudah mempunyai sebuah keluarga kecil . " Lirih raii


" Emm , mau ku beri tahu sesuatu ? " seru usen , Yang membuat raii menoleh nya ,


" qayla , Ia tengah berbohong . Aku tahu itu . "


" Benarkah ? " Sahut raii seperti mendapatkan suntikan semangat



" Ehm , ia juga begitu mencintai lu . Maka dari itu semangat lah ! . " Ucap usen tersenyum menghibur raii . " Ada baiknya mungkin beri dia jeda ... Oke , gua titip qayla di sini karena gua terpaksa harus balik lebih dulu ke Jakarta . Gua percaya lu bisa selesaikan urusan kalian "


Raii mengangguk ..


" Ah , gua tidak suka berlama-lama berbincang kedalam pusaran kegalauan " sambung Usen berdiri pergi


" Bang , Terimakasih .. "


Saat Usen hendak pergi , " jangan lupa makan , nanti qayla gak mau sama lu kalau lu kurus lembek " ucap usen tersenyum menghibur raii kembali saat akan menutup pintu apartment .


Di luar Usen bertemu dengan ahyar dan Melda yang memang letak apartment mereka hanya berjarak 6 langkah saja ,


" Oh , Abang akan menemui raii ? , Biar . Ahyar antar "


" Aku baru saja berbicara dengan nya , "


" Begitu ya , mau minum kopi dulu bang ? " Tawaran ahyar yang di anggukkan Melda

__ADS_1


" baiklah , " setujui Usen


" Duduklah .. bang , aku akan membuat kan kopi untuk kalian " ujar Melda di dapur yang imut berkonsep minimalis yang dapat terlihat dari sofa dengan Usen dan ahyar


Melda mengambil 3 cangkir yang akan di isi 2 kopi dan satu teh untuk nya , " silahkan di minum . "


" Terimakasih .. " ucap usen menyeruput nya ,


" ngomong-ngomong selamat yaa atas kabar bahagia baby kalian ... " Usen juga mengucapkan permintaan maafnya karena baru mengucapkan nya ,


Ahyar dan Melda pun tak mempersalahkan nya . Tapi saat situasi seperti ini mereka justru sesekali tak enak hati dengan kabar kebahagiaan yang mereka punya .


" Apa terjadi sesuatu ? " Ahyar begitu to the poin , sebenarnya orang-orang seperti mereka memang orang yang tak suka basa-basi . Mereka tak suka buang-buang waktu mereka untuk hal semacam itu , itu sebabnya mengapa mereka memang terkadang terlihat dingin dan tak berperasaan .


karena Usen juga termasuk tipikal yang sama , Lalu Usen pun memberitahukan nya apa yang ia dengar .


" Pantas saja , " Ucap ahyar yang kini tahu sebabnya


" Apa ? , jadi Qayla bilang ingin mengakhiri hubungan mereka ! CK , padahal ia juga terluka dengan keputusan nya itu kan . Karena aku tahu qayla mencintai raii , mereka saling mencintai . " oceh Melda membuang nafas kasar , terlihat nampak sedih .


" Ya , jika mau kau bisa bicarakan ini dengannya karena kalian sesama wanita mungkin akan lebih enak juga " ucap usen , " btw thanks kopinya .. "


***


Lifah tengah khawatir gusar kebingungan di meja kasir smiling flower . menatapi ponselnya yang konon tak ada kabar semenjak terakhir kali Melda menghubungi nya , jika bukan tidak di minta untuk tetap diam sampai di hubungin . mungkin lifah sudah beribu kali , bahkan bisa jutaan kali menelpon . Kini ia bagaikan seperti seseorang yang sedang menunggu telpon masuk dari sang kekasih yang tak ada kabar entah kemana , Pikirannya tak tentu menjelajahi kepalanya ..


" Apa kau sedang tidak memiliki pekerjaan . sampai-sampai hanya menatap ponsel mu terus ? " Seru Ian yang datang , akhir-akhir ini ian memang sering berkunjung ke smiling flowers , meskipun qayla juga belum kembali . entah dia yang memang tak punya pekerjaan atau melarikan diri dari pekerjaan nya . Apalah itu terserah aku tidak peduli , tapi terkadang yang penting kedatangannya bisa sedikit membantu ku kala banyaknya pelanggan yang membeli buket bunga , meskipun terlihat pamrih .


Aku tak bergeming barang sedikitpun menatap layar ponsel ku , karena kali ini aku memang benar-benar khawatir dengan qayla . terakhir kali yang Melda beritahu , qayla pergi setelah mengetahui kondisi nya dan mereka di sana sedang mencarinya . Itu kabar terakhir yang ku tahu ,


" Hei , aku sedang bicara dengan mu ! " Seru Ian lagi yang kali ini ikut melirik ponsel ku . Aku tak tahu jika ia sekepo sekarang , membuat ku akhirnya tiba-tiba menoleh ..


" Apa ? " Ucapnya yang sedikit terkejut


" Jika ada seseorang yang bilang ia akan menghubungi mu setelah urusan nya nanti agak sedikit beres , apa yang akan kau lakukan ?! "


" Jika ia bilang begitu , ya . tunggu saja nanti juga ia akan menghubungi mu . seperti apa yang di Katakan , "

__ADS_1


" Aishhh .. masalahnya kenapa tak kunjung menghubungi ku " gumam ku menatap lagi ponsel ku dengan gusar


" Siapa ? .. " tanya Ian


" Memangnya telpon dari siapa yang begitu tengah kau tunggu ? " tanyanya lagi melirik ku . Tunggu , tapi sepertinya bukan melirik . lebih seperti sedang mengintrogasi . yang entah kenapa jadi terlalu banyak bicara dan tanya , yang sepertinya juga menuntut paksa minta ku jawab .


" Uhff .. Melda , ia janji akan menghubungi ku katanya . setelah apa yang tengah terjadi pada qayla " yang kali ini ia menatap ku


" Yang tengah terjadi dengan qayla ? , ada apa ? Apa ?! " sahutnya


" Qayla , ia sudah mengetahui tentang kondisi nya .. " lirih ku sama sekali tak bersemangat membahas persoalan ini karena sedari tadi pikiran ku memang tak henti-hentinya berada di Seoul tentang qayla . Penjelasan ku tampak membuat ian membulatkan dua bola matanya itu ,


" Apa ! , Lalu apa ..? " Serunya


" Aku juga tidak tahu , terakhir Melda bilang . Kalau .. kalau qayla .. ia pergi "


Bom , perubahan wajah Ian 180 Β° .


" Aish , sial .. " umpat Ian yang kini menjadi khawatir , bukan tanpa alasan . Yang kita tahu Ian memang mencintai qayla . Bagi Ian qayla adalah cintanya , Jelas qayla mempunyai tempat spesial di hati Ian hingga kini . Meskipun Ian telah melepaskan qayla , tapi baginya saat ini cinta tak harus memiliki. sekedar melihat orang yang di cintai nya bahagia juga sudah membuatnya ikut bahagia . Ian masih memilih menetap dekat dengan qayla meskipun itu amat menyakitkan ia rasa , itu keputusan yang di buatnya .


Setelah mengumpat ... Tanpa ba-bi-bu Ian berjalan pergi begitu saja meninggalkan lifah dan smiling flower .


Aku memakluminya , karena aku tahu qayla adalah tokoh utama di hidup nya . Bukan sebuah rahasia lagi tentang perasaannya Ian terhadap qayla , bahkan dulu Ian adalah kandidat utama yang begitu di eluh-eluh kan oleh aku dan Melda pada saat raii si genius bodoh itu menyia-nyiakan sahabat kesayangan kami itu . Lagi-lagi bukan tanpa alasan kami memilih Ian , bukan hanya tampan , keren , kaya , baik . tapi Ian juga tuh memang sangat mencintai qayla .


Emm sebentar , tapi ku pikir-pikir sejenak image itu hilang , setelah aku sering bertemu nya beberapa terakhir ini . Ku pikir-pikir ia adalah orang kaya tampan yang picik dan pamrih , bayangkan saja apa yang sudah ia lakukan dengan ku . Ya walaupun sebenarnya kita sudah sepakat pada kata impas si ..


Kali ini ku tepis sebentar kegalauan dan kegusaran khawatir ku kala ada pembeli smiling flower , agar nantinya fokus konsentrasi pikiran ku ini tak mengganggu para pembeli dan juga kurang enak kan di pandang mata jika melayani pembeli tanpa ramah tamah . Aku juga perlu menjaga image baik smiling flower yang Alhamdulillah semenjak di buka , terus berkembang maju semogaa kedepannya akan terus maju ya ..


🌻🌻🌻


***


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2