Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Tidak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Keara masih bergelayut manja di dada Petra sambil rebahan. keduanya sedang malas-malasan karena hari libur. Keara tidak ada rencana pergi keluar rumah. hari ini ia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya Petra. ponsel Perta berbunyi ada alarm pengingat kalau ia harus pergi ke pesta temannya yang sedang berulang tahun. Petra mengecup kening Keara dan menyibak selimut.


"Sayang kita akan pergi ke ulangtahun teman ku".


"Apa kita tidak bisa di rumah saja?". Keara sedang malas bepergian.


"Tidak, dia salah satu kolega besar di perusahaan jadi aku harus datang".

__ADS_1


"Baiklah". Keara mengerti jika sudah menyangkut perusahaan maka ia pun harus terlihat menjadi pendamping seorang CEO yang sempurna.


Keara pergi mandi setelah Petra selesai dan keluar dari kamar mandi. Keara mengeringkan rambutnya dan memilih jajaran gaun di lemari. ia mengenakan gaun pendek berwarna ungu muda. terlihat cantik dan simpel. sementara Petra sudah siap dengan stelan jasnya. ia meraih satu pasang sepatunya yang terlihat terawat dan tentu saja bermerk. Keara merapikan jas Petra dan menyisir rambut Petra yang memang sudah rapi karena di gel.


"Kita akan beri kado apa?". Tanya Keara.


"Besok akan kusuruh sekretaris ku untuk mengirim kado. sebuah mobil baru sudah di pesan sebagai kado".

__ADS_1


Sesanpainya di sana suasana sudah ramai. yang datang kebanyakan kolega pria yang sedang berulangtahun itu. karena Keara melihat tamu yang hadir hampir setipe dengan Petra dari pakaian sampai gaya obrolan mereka. Keara sedikit bosan ia berjalan menuju meja yang di sana terdapat beberapa jenis minuman. Keara mengedarkan pandangannya. dan sesaat ia terpaku. jantungnya hampir lepas dari porosnya, pemandangan yang tidak biasa terpampang di hadapannya. tentu saja ia sedang melihat lelaki itu, siapa lagi kalau bukan Hyuk. Hyuk terlihat tampan seperti biasanya dengan stelan jas yang selalu rapi. ia terlihat menggendong anak kecil perempuan. Keara tersenyum, ia tidak lagi menyimpan rasa cinta untuk Hyuk. tapi luka yang di berikan lelaki itu padanya tak bisa ia lupa. luka itu menyatu dengan jiwanya dan terpatri disana bersama nama Hyuk.


Hyuk mengedarkan pandangannya ia menatap seseorang yang sedang berdiri menatapnya juga. seketika waktu terasa berhenti beberapa saat. suara si kecil Marsya membuyarkan kenangan Hyuk dan Keara.


"Papa itu siapa?". Tanya Marsya polos.


Hyuk mencium pipi Marsya dan membawanya pergi dari ruangan pesta itu. Natasya sudah lebih dulu menunggu di mobil. mereka ada urusan lain sehingga harus pulang terlebih dahulu sebelum pesta selesai.

__ADS_1


"Keara". Suara Petra membuyarkan pikiran Keara. ia tersenyum dan menghampiri Petra.


"Ayo kita pulang, kakak memanggil ku untuk urusan pekerjaan". Kata Petra sembari menggenggam tangan Keara. Keara patuh dan melangkah pergi bersama Petra. di dalam mobil tidak hanya Keara yang di sibukan dengan pikirannya tapi juga Natasya. ia melihat Hyuk dan Keara bertukar pandangan tadi. Natasya yakin keduanya masih memiliki rasa di hati mereka yang tak seorang pun memahaminya. saat ini keduanya sedang menjalani takdir mereka menjalani kehidupan dengan orang yang tidak mereka cintai.


__ADS_2