
Lalu sang pemilik apartment pun mengambil beberapa bahan dari kulkas lemari dan mulai memasak ,
Saat tengah sibuk , Melda pun bergabung ..
" Wahh , kau sangat mahir " ucap Melda menghampiri tersenyum . Biar aku bantu , "
" Boleh , Kalau kau memang mau . "
" hiyahh Aku selalu iri melihat seseorang begitu tenang di dapur saat memasak . Itu Sangat keren "
" Kenapa ? , Kau juga pasti keren "
" Bukannya keren tapi aku sangat begitu buruk . Saat di dapur , dapur mungkin akan sangat berbahaya di pegang oleh ku , udah begitu tapi hasil masakannya juga gak enak pula . "
" Pada awalnya semua orang juga begitu , gak ada seseorang yang mahir tanpa adanya pelajaran . Aku pun seperti itu "
" Ahh kau dan qayla membuat ku bersemangat untuk terus mencoba "
" Apa ini kehamilan pertama mu ? saat ini berapa usia kandungan mu ?
" Iyah , memasuki emp... "
" Mashaallah Kamu hamil Mel ? " ujar qayla tersenyum mendengar kabar yang menggembirakan itu . tapi ia juga tidak bisa bohong kalau terselip kesedihan di rasa oleh dirinya , qayla menghampiri dan memeluk Melda , " selamat ya " serunya dengan masih tersenyum
" A-ah , kau sudah bangun .. " seru Melda tak terlalu nyaman dengan situasi ini
" Kenapa tidak membangunkan aku , aku kan juga mau membantu " seru qayla
" Lihat wajah mu masih pucat begitu , kenapa harus membantu . Iyah kan ? " Ucap Melda melihat sang pemilik apartemen
" Setuju , "
" Aku baik-baik saja , sini apa ada yang bisa aku bantu "
" Tidak ada , semua sudah selesai . "
" Yuk kita ke meja makan , sarapan "
Mereka pun duduk ...
***
" Ah ya jadi ponakan aku ini sudah berapa bulan . " Seru qayla mengembangkan senyum mengelus perut Melda ,
" Emm memasuki Minggu ke 4 , " gumam Melda
" Mashaallah , halo assalamualaikum sayang Uma , keponakannya Uma . Sehat-sehat ya sayang di sini , " ujar qayla masih mengelus perut Melda sambil berbicara dengan baby di dalam kandungan Melda
Melda menatap getir qayla dengan perasaan sedihnya , ia tidak tahu apakah harus membagi kabar ini juga dengan qayla dalam keadaaan nya . yang di lihat perempuan sang pemilik apartment
" Kenapa tidak segera memberitahu ku ? . " ujar qayla melirik Melda .
" A- aku merasa tidak enak berbagi kabar baik , saat kamu sedang sedih " seru Melda melihat qayla
" aih , kabar ini terlalu menggembirakan jadi kenapa aku sedih ." Ucap qayla mempertahankan senyuman nya dan melihat sosok perempuan cantik pemilik apartment
" Oh ya , sejak aku sadarkan diri . Kita belum berkenalan " sambung qayla mencairkan suasana
" Astaga , aku juga belum mengenal nama mu padahal kita sudah berbincang bahkan aku juga sudah memperkenalkan diri ku " sahut Melda
" hehe . Kamu benar qayla , aku moon A-liyn . Kalian bisa panggil aku dengan Lin " memperkenalkan diri nya
Moon A-liyn , ia adalah seorang perempuan berparas cantik dengan mata sipit nan putih keturunan indo-cina . Background kelurga nya adalah seorang tabib tradisional yang lumayan terkenal di kalangan nya , karena cucu satu-satunya ia sudah terjun dari usia dini membantu nenek dan orang tuanya di bidang tersebut . ia meneruskan pekerjaan keluarga nya , tinggalnya ia di Korea karena belakangan tahun terakhir ini keluarganya bekerja menjadi tabib kepercayaan sebuah keluarga di Seoul . Ia di percaya menggantikan nenek yang sudah lansia .
" Eung , tunggu Lin . Bagaimana kamu tahu nama ku ? "
__ADS_1
" Bagaimana mungkin tidak tahu , semua nya bahkan terus menyebutkan nama mu . Apa lagi Melda "
Melda dan qayla tersenyum , mereka sambil menyantap sarapan
" Lin , kamu tinggal di Seoul sudah lama ?. " Tanya Melda
" hmm Belum lama , aku disini karena membantu pekerjaan nenek ku yang merupakan seorang tabib di sebuah keluarga di Seoul . Karena usia nenek yang sudah lanjut jadi aku di minta untuk membantu nya "
" Wah keren , pantas saja aku hampir melihat semua sisi set apartment ini begitu banyak macam varian tanaman-tanaman herbal kering . Sampai aku bertanya-tanya apakah kamu ini memang mengoleksi berbagai macam tanaman herbal " ujar Melda mengacungkan jempol bersama qayla
" Eyy , kalian berlebihan .. "
Tingtung .. tingtung
Mereka bertiga melihat kearah pintu apartment bersamaan ,
" ah , itu pasti ahyar . Hari ini aku ada jadwal cek kandungan kembali " ucap Melda
" Kalau begitu cepatlah , ahyar pasti menunggu . " seru qayla mengangguk
" Kau , apa tidak apa-apa aku tinggal ? " Ujar Melda
" Iyah aku gapapa dong , pergilah aku juga ingin tahu bagaimana ponakan ku di dalam sini "
Tingtung ...
" ah .. Kalau gitu aku pergi dulu ya sebentar nanti setelah nya aku akan kembali ." ucap Melda meninggalkan qayla dan Lin
" Iyah , hati-hati yaa " gumam qayla dan sahut Lin
Melda pun keluar , ia membawa dua roti isi yang ia buat . Lalu memberikan satu untuk ahyar suaminya dan satu lagi pada raii ,
" Simpan saja untuk mu , gua tidak laper . Terimakasih " seru raii tak berselera ,
" uhf , Keadaannya sudah membaik meskipun belum sepenuhnya . wajah nya tak sepucat kemarin , saat ini ia sedang sarapan "
" kita perlu ke RS . Atau Gua akan membawa dokter kesini untuk memeriksa kondisi ya " ucap raii
" Kalau gua boleh saran , sebaiknya nanti deh . Saat gua nyingung soal ini qayla bersih keras tak ingin ke RS ia bahkan menunjukkan penolakannya . Bersyukurnya Lin adalah seorang tabib jadi ia memberikan ramuan tradisional turun temurun keluarga nya , jangan khawatir "
" Syukurlah .. " gumam raii sedikit lega
" Ambillah ini , dari malam lu gak makan . Ah ya gua dan Melda akan pergi sebentar " timpal ahyar
" gau gak laper ! . gua juga mau ke apartment dulu " Ucap raii pergi dengan langka lesu tak bergairah begitu berat bagai seseorang yang tak lagi sanggup memapahkan langkah .
***
Tinggal qayla dan Lin di dalam apartment ,
" Terimakasih , sudah menolong ku dan merawat ku juga " ujar ku
" Sama-sama , oh ya gimana keadaan mu sekarang ? " Tanyanya
" Better , itu karena bantuan mu " seru ku tersenyum yang di balas senyum juga oleh Lin
" Kamu juga perlu periksa ke dokter , untuk memastikan nya " sahut Lin
" Untuk apa aku kedokter , rasanya juga cuma akan percuma tidak akan merubah apapun " gumam ku dalam . yang sontak membuat Lin menatap ku . " Eum Lin . Jika boleh aku , boleh tidak kalau aku di sini untuk beberapa waktu . Paling tidak sampai kondisi ku enak untuk kembali ke Jakarta " sambung ku rada tak enak hati
" Tentu saja , aku tak keberatan . Lagi pula jadi ada temennya kan di apartment ini . " Jawab Lin
" Terimakasih , "
Lin tersenyum " ah Maaf sebelumnya , tapi bagaimana dengan suami mu di depan yang setia menunggu mu dengan raut wajah khawatirnya "
__ADS_1
" tentang itu , Perlahan ia mungkin akan pergi . Yaa pasti , tak ada sesuatu yang bisa di harapkan dari wanita seperti ku " Jawab ku
Lin melihat ku bagai tak percaya dengan apa yang ku ucapkan ,
" Aku bicara soal kenyataan , aku tak akan pernah bisa hamil (melahirkan keturunan) . Setelah tahu Vonis dokter . Gak ada yang bisa di harapkan hidup bersama ku , bahkan aku tidak pantas hidup dengan siapapun . Malam itu rasanya aku begitu marah , sedih , kecewa , dunia ku seakan runtuh tak tahu lagi bagian mana yang harus ku peluk kuat tubuh ku ini . Rasanya kali ini semesta sudah amat keterlaluan , bercanda nya kian tak lagi lucu . Sulit rasanya untuk menerima kenyataan ini sambil terus bertanya kenapa aku ? Lagi . Kenapa ? Apa tidak cukup yang kemarin-kemarin . Sampai kali ini membuat ku benar-benar tersungkur tak sanggup lagi . Aku sendiri saja sulit menerima keadaan ku bagaimana dengan orang lain ? , Bohong betul jika ada seseorang yang ingin hidup bersama wanita seperti ku rasanya mustahil . selain hanya rasa kasihannya saja " lirih ku serak yang tanpa di sadari menyeka pipi ku tipis akibat air mata yang berhasil jatuh , " maaf aku jadi seperti ini " gumam ku memberikan senyum
Lin sebagai perempuan ikut tenggelam kedalam kepiluan qayla , ia ikut tersayat mendengar nya , kala malam itu mendengar Melda mengspill sedikit apa yang terjadi dengan qayla saja membuat nya tak bisa membayangkan betapa hancurnya qayla . Dan Itu menjawab pertanyaan nya tentang hidup macam apa yang di arungi nya sebelumnya .
" Tidak apa-apa , menangislah jika itu bisa membuat mu lebih baik . Tidak pa-pa " seru Lin mengelus bahu qayla
" Terimakasih , oo.. bukankah kamu akan pergi bekerja "
" Ehm .. " angguk Lin , " kamu tak apa jika aku tinggal ? "
" Eung .. tak apa "
" Kalau gitu aku tinggal ya , ah ya minumlah . Ini bagus untuk daya tahan tubuh , memang rasanya sedikit tidak enak " ujar lin memberikan segelas minuman herbal berwarna hitam pekat yang ia buatkan sejak menolong ku , ia bahkan tak beranjak pergi sebelum aku meminumnya .
Qayla menengguk getir sampai habis ..
" setelah ini kau istirahatlah , okee . Aku jalan dulu ya " seru Lin benar-benar ramah pergi meninggalkan ku
Setelah Lin keluar , aku beranjak memandangi keadaan luar seoul dari balik jendela .
Dan tak lama Lin kembali ,
" Apa kau meninggalkan sesuatu ? " Ujar ku melihat Lin
" Tidak , di luar . Ada suami mu , ia ingin bertemu dengan mu "
" Aku tidak mau bertemu . Tolong katakan pada nya aku tidak ingin menemui nya "
Lin melihat ku " Baiklah , " ujar Lin kemudian pergi
Setibanya di luar Lin pun menyampaikan jika qayla tak ingin menemui nya ..
Awalnya tak ada jawaban dari raii selain kelihatan ekspresi sedih dan kecewa nya ,
" boleh saya meminjam penah dan kertas . "
" Ah , ya . " Jawab Lin mengeluarkan secarik kertas dan penah
" Apa bisa berikan ini padanya ? "
" Ya , tulislah .."
Setelah kiranya 5 menit raii telah selesai kemudian memberikan secarik kertas tersebut dan ponsel milik qayla pada Lin untuk di berikan pada qayla ,
" terimakasih , maaf mengganggu waktu mu " ucap raii lalu dengan berat hati pergi
Lin kembali pada qayla , " ini . Dari suami mu " secarik kertas yang terlipat
Qayla meletakkan begitu saja secarik kertas itu di meja tanpa niat membacanya " Seharusnya kamu tak perlu repot menerima nya lin , sampai membuat mu terjebak kesulitan seperti ini "
" ah tidak , lagi pula aku masih punya waktu . Suami mu sangat mengkhawatirkan mu , kalau gitu aku akan pergi " ujar Lin
***
-
-
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻
__ADS_1