
Hyuk tiduran di atas tempat tidurnya. ia memandang langit-langit kamarnya. gadis bodoh itu terlihat ketakutan tadi. batin Hyuk, ia tidak bisa lupa sorot mata Keara setelah kejadian lampu tadi. Hyuk sebenarnya masih peduli dengan Keara tapi ia gengsi jika perhatian itu sampai terlihat oleh Keara atau yang lainnya. Hyuk memejamkan matanya mengenang wajah cantik Keara di pesta tadi. bagi Hyuk, Keara bak boneka dengan tubuh mungil dan gaun indahnya tadi.
Bram mengaja Ariani beristirahat setelah menidurkan Aska di kamarnya.
"Sayang kenapa tadi bisa terjadi insiden membahayakan begitu?". Tanya Ariani.
"Entahlah Hyuk yang mengurus semua. tidak biasanya ia ceroboh".
"Tapi tadi tuan Hyuk seperti pahlawan dalam film-film saat ia menyelamatkan Keara".
"Kalau itu aku yang di posisi Keara tadi, apa kau juga akan berlari menolong ku?".
"Tentu saja. setelah itu akan ku bunuh Hyuk dengan tangan ku karena sudah melakukan kecerobohan".
"Sayang kau sungguh menakutkan!". Ariani berbaring menutup wajahnya dengan selimut.
***
__ADS_1
Keara tidak bisa tertidur. ia bersyukur bisa selamat dari insiden di pesta itu. sekarang wajah Hyuk yang tadi mengkhawatirkannya terekam jelas di benak Keara. ia tidak salah lagi Hyuk terlihat cemas jika terjadi sesuatu pada Keara. ia merasa takut tapi juga senang.
Natasya mencari tahu hubungan Hyuk denan Keara. ia melihat saat di lantai dansa tatapan keduanya terlihat tidak biasa. Natasya akhirnya tahu bahwa keduanya sempat memiliki hubungan dan hampir menikah. tapi itu dulu kuaharap sekarang ia membuka hatinya untuk ku. gumam Natasya.
Natasya mengambil ponselnya dan menghubungi Hyuk. tidaknada jawaban mungkin ia sedang beristirahat. batin Natasya. ia mengirim pesan singkat pada Hyuk yang berisi ajakan makan siang besok. ia berharap Hyuk akan menyetujuinya.
***
Rutinitas pagi Bram lalui bersama Ariani di kamsrnya. ia bersiap dengan stelan kerja dan dasi yang belum terikat. Bram menarik bangku kecil dengan kakinya dan Ariani menaiki bangku itu lalu memasangkan dasi untuk Bram. Bram mengecup bibir mungil istrinya. ia suka bermain-main dengan wajah Ariani saat istrinya itu memasangkan dasi untuknya. menciumi leher, pipi, hidung dan bibir.
"Kau tidak membalas ku?". Bram emnahan Ariani yang akan turun dari atas bangkunya. ia mengusap bibir Bram dengan lembut lalu menciumnya. Bram membalas dan ******* bibir Ariani.
"Hai tuan Hyuk kau hebat sekali kemarim di pesta itu. kau menyelamatkan Keara bak pahlawan". Petra mengoceh dan seperti biasa Hyuk tak menghiaraukannya. Hyuk berjalan menujun mobilnya begitu Bram keluar dari rumah diantar Ariani.
Ariani terlihat bercanda dengan Petra. sementara Bram memasuki mobil dan bergegas berangkat bekerja.
"Hyuk sudah kau temukan penyebab insiden di pesta kemarin malam?".
__ADS_1
"Sudah tuan, ada yang sengaja memotong pengait lampunya. saya sedang menyelidiki siapa yang melakukannya".
"Cari sampai dapat pelakunya dan bereskan segera".
"Baik tuan".
"Apa gadis itu baik-baik saja?".
"Iya tuan".
"Ku lihat kau masih peduli dengannya, kenapa kau biarka Petra mendekatinya?". Hyuk terdiam tidak menjawab.
"Hyuk kau berani tidak menjawab ku?".
"Tidak tuan, saya membiarkannya karena tuan Petra lelaki baik".
"Benarkah?".
__ADS_1
"Iya tuan". Bram tidak percaya dengan jawaban Hyuk. ia tahu Hyuk terlalu gengsi jika mengakui perasaannya di depan orang lain. dan ia juga gengsi untuk kembali pada gadis itu.