
Saat Adzriel lagi fokus dengan pekerjaannya, tiba tiba saja Hp nya berbunyi. Adzriel pun segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelvon
"Assalamu'alaikum." Ujar Adzriel.
"Waalaikumsalam. Bagaimana kabarnya nak?" tanya Dedi.
"Papa, ini beneran Papa Dedi?" tanya Adzriel tak percaya bahwa mantan papa mertuanya yang sudah ia anggap sebagai papanya sendiri mau menghubunginya setelah sekian lama tak memberi kabar. Kalau bukan Adzriel yang rutin melihat beritanya di medsos mungkin ia tak akan tau bagaimana dan di mana Dedi dan Balqis berada.
"Iya nak, ini papa. Maaf papa baru ngasih kabar. Kabar kamu dan bunda gimana?" tanya Dedi.
"Alhamdulillah baik pa. Kabar papa sendiri gimana?" tanya Adzriel.
"Alhamudulillah baik juga." (Dedi)
"Syukurlah. Adzriel senang mendengarnya. Balqis gimana pa?" tanya Adzriel.
"Alhamdulillah baik nak. Dia sekarang tinggal bersama suaminya di rumah mertuanya. Oh ya nak, papa ingin meminta tolong padamu, boleh?" tanya Dedi.
"Minta tolong apa pa?" tanya Adzriel
"Beberapa hari lagi Balqis dan suaminya akan ke Indonesia dan mereka akan menempati rumah papa yang ada di sana. Papa minta tolong agar kamu dan bunda menjaga Balqis di sana soalnya papa gak bisa menjaganya, papa harus stay di sini karena ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan." Ujar Dedi.
"Baiklah pa, aku janji akan menjaga Balqis. Dia ke sini untuk bulan madu atau menetap di sini selamanya pa?" tanya Adzriel.
"Entahlah nak, masih belum tau dan belum di putuskan. Tapi sih niatnya untuk bulan madu aja tapi jika betah mungkin akan menetap di sana. Soalnya di sini juga gak aman nak." (Dedi)
"Gak aman kenapa pa?" (Adzriel)
"Ada seseorang wanita yang ingin menghancurkan kebahagiaan Balqis dan suaminya. Untuk itu, papa dan besan papa sepakat untuk menyuruh mereka bulan madu di Indonesia sampai wanita itu menyerah dan tak lagi menggaggu rumah tangga mereka." Ujar Dedi terus terang.
"Tapi bukankah mereka menikah baru beberapa hari yang lalu." Ucap Adzriel.
"Iya nak dan tuhan lagi menguji rumah tangga mereka. Papa berharap Balqis tak lagi merasakn perceraian untuk yang kedua kalinya. Untuk itu papa dan besan papa akan melakukan apapun demi hubungan mereka agar rumah tangga mereka tetep harmonis dan jauh dari orang orang yang ingin menghancurkan kebahagiannya." Ujar Dedi.
"Oh gitu, iya sudah pa, aku dan bunda janji akan menjaga dia selama dia tinggal di Indonesia." Jawab Adzriel.
"Terus bagaimana dengan Zahra, apa dia gak akan cemburu lagi nak?" tanya Dedi.
"InsyaAllah enggak pa. Toh Balqis juga kan sudah nikah." Jawab Adzriel.
"Iya sudah nak, papa tenang dengarnya kalau gitu. Bunda di mana nak?" tanya Dedi.
"Bunda lagi pergi keluar kota pa untuk cek resto katanya ada sedikit masalah." Jawab Adzriel.
"Kamu sendiri ada di mana nak?" tanya Dedi.
"Aku ada di ruang kerja pa. Aku sedang mengerjakan pekerjaan tugas dari rumah sambil menemani Axel dan Alexa belajar." Jawab Adzriel.
__ADS_1
"Lho tumben ngerjakan pekerjaan rumah dari rumah? Terus Axel dan Alexa gak sekolah tah?" tanya Dedi lebih lanjut.
"Aku gak bisa ke mana mana soalnya Zahra lagi gak enak badan. Anak anak juga gak mau sekolah karena umy nya lagi sakit. Mereka hawatir takut umy nya kenapa napa. Jadi mereka memutuskan untuk belajar di rumah saja." Jawab Adzriel.
"Emang Zahra sakit kenapa nak?" tanya Dedi.
"Sebenarnya gak sakit pa, cuma mual dan pusing aja. Tadi pagi juga sempet pingsan dan setelah di bawa ke rumah sakit untuk periksa ternyata Zahra lagi hamil muda pa." Jawab Adzriel.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu akan nambah anak nak."
"Iya Alhamdulillah pa. Aku juga seneng akhirnya bisa memberikan adik untuk Axel dan Alexa." Ujar Adzriel tersenyum.
"Iya sudah ya nak, papa masih ada pekerjaaan nih. Papa tutup dulu, salam untuk bunda dan Zahra. Nanti jika Balqis sudah akan berangkat ke Indonesia, papa akan menghubungi kamu kembali." Ucap Dedi.
"Iya pa, aku akan tunggu kabar dari papa." Ujar Adzriel.
"Iya sudah. Assalamu'alaikum." (Dedi)
"Waalaikumsalam." Ucap Adzriel lalu mematikan hpnya. Setelah itu, ia pun menelvon bundannya untuk mengetahui keberadaannya, udah sampai apa belum.
Setelah berbunyi tut.....tut......tut 3x. Akhrinya telvon dari Adzriel pun di angkat oleh bundannya.
"Assalamu'alaikum." ( Aulia)
"Waalaikumsalam. Sudah sampai bun?" (Adzriel)
"Belum sayang. Ini masih ada di perjalanan. Mungkin 2 jam lagi. Oh ya Zahra gimana? Sudah makan dan minum obatnya?" (Aulia)
"Nanti malem mungkin bunda akan menginap di hotel dan akan pulang besok siang. Mungkin nyampek sana malem." (Aulia).
"Iya bun. Bunda di sana hati hati ya dan maaf aku gak bisa mengantarkan bunda." (Adzriel).
"Gak papa nak, kan bunda sudah di antar ma sopir kita. Axel dan Alexa di mana?" (Aulia)
"Ini lagi belajar bun di samping aku." (Adzriel).
"Zahra sudah tidur?" (Aulia)
"Sudah bun, tadi habis makan dan minum obat. Dia langsung tidur nyenyak." (Adzriel)
"Syukurlah. Kamu jangan jauh jauh dari istrimu, takutnya dia butuh apa apa." (Aulia)
"Iya bun. Oh ya bun tadi Papa nelvon aku." (Adzriel)
"Papa siapa nak?" (Aulia)
"Papa Dedi bun, papanya Balqis." (Adzriel)
"Oh. Tak fikir papa siapa hehe. Tumben sayang, dia nelvon kamu." (Aulia)
"Iya soalnya papa bilang, dalam waktu dekat ini Balqis dan suaminya akan berlibur ke Indonesia dan mereka akan tinggal di rumah papa." (Adzriel)
__ADS_1
"Oh gitu syukurlah. Bunda sudah sangat merindukannya." (Aulia)
"Bunda gak marah sama Balqis karena sudah membuat rumah tanggaku berantakan?" (Adzriel)
"Kenapa harus marah nak? Itu sudah masa lalu. Dan bunda yakin Balqis sudah berubah apalagi kini kan dia sudah menikah dan sudah punya rumah tangga. InsyaAllah tak akan lagi ada masalah seperti dulu." (Aulia)
"Iya bun, aku harap semuanya baik baik saja." (Adzriel)
"Kamu sudah bilang ke Zahra masalah ini?" (Aulia)
"Belum bun. Kan dia masih tidur, mungkin nanti setelah dia bangun. Aku akan menceritakan semuanya." (Adzriel)
"Oh gitu, iya sudah. Ingat jangan sembunyikan apapun dari istrimu nak. Jujur itu lebih baik dan berusahalah untuk terbuka agar rumah tanggamu di jauhi dari pertengkaran dan tak ada lagi kesalahfahaman. Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran agar tak mengulangi kesalahan yang sama." (Aulia)
"Iya bun, pasti. Iya sudah ya bun. Aku masih ada pekerjaan." (Adzriel).
"Oke. Assalamu'alaikum." (Aulia)
"Waalaikumsalam." (Adzriel)
Setelah mematikan Hp nya. Ia pun pergi ke kamarnya dan melihat Zahra yang masih terlelap. Adzriel mencium kening istrinya dan setelah itu kembali ke ruang kerjanya.
"Aby, aku sudah selesai belajar nih." Ujar Axel.
"Aku juga by." Ucap Alexa.
"Benarkah?" tanya Adzriel.
"Iya dong by. Aby, boleh gak aku tidur di dekat umy?" tanya Alexa.
"Boleh dong. Tapi hati hati ya, jangan sampai umy bangun." Jawab Adzriel.
"Oke siap by." Ujar Axel dan Alexa tersenyum.
"Bereskan dulu bukunya dan taruh dalam tas." Ujar Adzriel.
"Iya aby." Ujar Axel dan Alexa yang merapikan buku bukunya dan menaruhnya dalam tas. Lalu mereka pun pergi ke kamar umy nya dan tidur di samping umynya dengan pelan takut jika umy nya bangun. Axel tidur di samping kiri sedangkan Alexa tidur di samping kanan. Mereka berdua sama sama memeluk umynya dengan lembut biar umy nya gka bangun.
__ADS_1