
Setelah pulang sekolah, Axel dan Alexa sudah di sambut oleh Zahra seperti biasanya.
"Assalamu'alaikum umy." Ujar Axel dan Alexa.
"Waalaikumsalam." jawab Zahra tersenyum. Mereka berdua mencium tangan Zahra dengan penuh takzim.
"Ayo kalian mandi dulu terus ganti baju." Ucap Zahra lembut.
"Iya umy." Jawab mereka tanpa ada bantahan sedikitpun.
"Kalian sudah sholat dhuhur?" tanya Zahra.
"Sudah umy, tadi di sekolah." Jawab Axel.
"Iya sudah sana, kalian mandi dan ganti bajunya."
"Oke umy."
Axel dan Alexapun segera pergi ke kamar masing masing dan setelah itu, mereka pun mandi dan pakai baju yang mereka ambil di lemari. Setelah selesai semua, merekapun turun dan menuju ruang makan. Di atas meja sudah ada nasi dan lauk pauk yang sangat lengkap.
"Umy tumben, lauk pauknya banyak banget?" tanya Aulia.
"Iya sayang, buat kalian, buat papa dan buat oma juga." Jawab Zahra tersenyum.
"Terus buat para asisten mana umy?" tanya Axel.
"Sudah sayang, mereka sudah dapat bagiannya sendiri sendiri, sama kog cuma sudah mereka ambil dan menaruhnya untuk di makan nanti. Karena siangnya sudah makan bareng umy tadi." Jawab Zahra sambil mengambil gelas dan mengisinya dengan air lalu menaruhnya di atas meja.
"Oh gitu, iya dah. Aku makan dulu ya, umy."
"Iya sayang."
__ADS_1
Mereka berdua pun makan dengan penuh nikmat. Axel dan Alexa sangat menyukai lauk pauk yang di masak langsung oleh Zahra. Bahkan mereka bisa merasakan saat yang dimakan itu kadang bukan Zahra yang masak tapi asisten rumah tanggannya.
Selesai makan, Alexa langsung mencuci piringnya sendiri begitupun dengan Axel.
"Umy mau buat apa?" tanya Alexa menghampiri Zahra yang sedang mengupas buah.
"Umy mau buat rujak buah sayang. Kalian mau?" tanya Zahra.
"Mau umy." Jawab Axel bersemangat karena ia juga sangat ingin makan rujak buah buatan sang ibu tercinta.
"Biar aku dan Kak Axel aja yang mengupas buahnya, umy yang bikin bumbunya aja." Ujar Alexa.
"Iya sudah, hati hati ngupas buahnya. Nanti tangannya terluka kena pisau." Ucap Zahra menasehati.
"Iya umy."
Mereka berduapun sibuk mengupas buah sedangkan Zahra sibuk bikin bumbu rujak. Setelah beberapa menit Axel dan Alexapun sudah selesai mengupas buahnya.
"Umy buahnya sudah selesai di kupas semua." Ujar Alexa.
"Tolong di cuci dulu ya biar lebih steril." Ucap Zahra.
"Nih umy juga sudah selesai bikin bumbunya." Ucap Zahra setelah menaruh bumbu itu di mangkog berwarna putih.
"Wau kayaknya enak banget nih." Ucap Axel dan Alexa.
"Foto dulu yuk?" ujar Alexa.
"Apanya sayang?" tanya Zahra.
"Rujaknya umy." Jawab Alexa tersenyum.
"Iya udah sana, cepetan." Ujar Zahra tersenyum. Ada ada aja. gumam Zahra sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku buah hatinya itu.
__ADS_1
"Udah umy." Ucap Alexa setelah selesai mengambil gambar buah beserta bumbu rujaknya.
"Iya udah, umy ambil piring dulu ya. Nanti buah dan bumbunya campur jadi satu." Ujar Zahra.
"Iya umy." Zahra pun mengambil piring dan sendok, setelah itu menaruh buah ke piring itu bersama bumbunya lalu di aduk hingga tercampur jadi satu.
"Udah nih. Yuk makan." ucap Zahra.
Axel dan Alexa pun segera menghampiri Zahra dan duduk di sampingnya. Mereka bertiga pun makan dengan sangat nikmat.
"Enak banget ya umy." Ujar Alexa sambil terus memasukkan buah satu persatu ke dalam mulutnya.
"Iya, enak banget. Nanti kalau kurang, kalian kupas lagi ya buahnya. Kalau bumbunya kan masih banyak, jadi umy gak usah bikin lagi."
"Oke umy." Ujar Axel dan Alexa berbarengan. Walau agak sedikit pedas tapi mereka sangat menikmatinya.
Setelah puas makan rujak, Zahra dengan di bantu oleh Axel dan Alexa membersihkan dapur itu dan mencuci piring yang ia gunakan untuk rujaan barusan. Kan gak mungkin menyuruh asisten rumah tangga buat membersihkannya sedangkan mereka gak ikut merasakan rujaknya. Sebenarnya asisten rumah tangganya itu seringkali rujak;an bersama asisten yang lain kalau sudah selesai bersih bersih dan Zahra pun mengizinkan untuk mengambil beberapa buah yang ada di dalam kulkas. Bahkan untuk bumbupun mereka mengambil di dapur sesuka hati mereka. Zahra pernah di tawati tapi Zahra kadang mau, kadang enggak, tergantung moodnya.
Selesai mencuci piring, Zahra bersama dua buah hatinya pergi ke taman belakang rumah untuk mencari angin yang sepoi sepoi. Mereka sambil curhat sana sini dan bercerita panjang lebar. Tapi untuk masalah Balqis, Axel dan Alexa masih merahasiakannya. Axel dan Alexa cuma bercerita tentang kegiatan di sekolah dan di tempat les saja. Zahrapun mendengarkan semua cerita buah hatinya itu dan sesekali menasehatinya atau memberikan tanggapan yang lain. Setelah puas bercerita ini itu, mereka pun masuk ke dalam rumah karena Adzan Ashar sudah berkumandang. Mereka bersiap siap untuk sholat Ashar.
__ADS_1