
Semuanya secara bersamaan berkumpul Bertanya-tanya kecuali ahyar yang sudah tahu , kemudian datanglah raii dan juga qayla . Kala itu raii yang tak mengundang ian tampak mengerutkan dahinya melihat keberadaan ian
" Aku yang memintanya untuk kesini , ian kan juga sahabat ku " seru qayla
" Qayla , sayang ada apa ? Apa terjadi sesuatu sayang ? " Ucap ibu Dina
" Maaf sudah membuat repot kalian datang kesini , kita hanya ingin memberitahukan kalau qayla tengah hamilll ... " Ujar raii tersenyum yang tentunya membuat semua yang di sana tentu nya terkejut tapi juga senang bahkan mereka sampai berburu menanyakan langsung pada qayla yang di iyakan qayla , semua orang di sana tampak begitu bahagia .
Ibu dina , Melda dan lifah bareng-bareng memeluk bahagia qayla ..
Begitu juga ian , ia juga begitu bahagia . lebih lagi melihat ukiran melengkung senyum bahagia yang manis di sudut bibi qayla yang merekah . Ia bahagia karena dapat melihat orang yang di cintai nya begitu bahagia , rasanya tak masalah jika memang kenyataannya bukan ia yang bersama qayla asalkan qayla bahagia .
Diam-diam lifah melihat senyuman Ian , yang membuat nya berpikir apakah dia baik-baik saja ? Apakah di balik senyumnya itu ada kesedihan yang ikut hadir ? .. batin lifah
Ibu Dina pun sibuk meminta kepala pelayan rumah nya untuk menghidangkan menu makanan yang banyak untuk selamatan kecil-kecilan rasa syukur mereka semua di sini , yang di bantu lifah dan juga Melda .
Sementara itu , ian menghampiri qayla . Ia mengucap selamat pada nya . " Aku sangat bahagia mendengar kabar ini , dan aku bahagia melihat mu bahagia " seru Ian
" Terimakasih ian , untuk semuanya . Semoga kau segera di beri seseorang yang membuat mu bahagia juga " Ucap qayla , mereka pun saling melontar senyum
" Kau melihat tatapan nya , sepertinya ia akan segera menerkam ku jika terus lama-lama dengan mu . " seru Ian tertawa
Membuat qayla ikut tertawa " jangan khawatir , Aku akan menjinakkan nya .. "
" Haha .. Tapi maaf sepertinya aku tidak bisa lama di sini " ujar Ian pamit
" Ah , aku kecewa .. " gumam qayla
" Maaf .. " lirih ian
" Becanda , aku hanya bercanda . Aku tahu bapak CEO ini juga begitu sibuk " ujar qayla membuat Ian tertawa .
Di meja makan , " lifah sayang . jadi pria itu adalah pacar mu " seru ibu Dina
" Siapa ? Ian ? aih kami tidak berpacaran Tante , tidak mungkin ! . dia bukan pacar Lifah " sahut lifah segera . yang membuat Dina melihat Melda yang tentunya di lirik Melda
" kenapa . Dia kelihatan tampan loh , moga-moga ajah dia gak kaya empat pria maniak kerja di sana itu ! " Ujar Tante Dina
Ian pun pamit menghampiri Tante Dina , Melda dan Lifah , sambil mengangkat alisnya pada lifah untuk pergi . Yang tentunya mengundang kecurigaan Melda
" Sepertinya aku juga harus pergi .. " seru lifah pamit . " Ouh ! Sebenarnya aku ingin sekali di sini bersama kalian ikut merayakan kebahagiaan ini .. " gumam lifah yang kesal
" Pergi kemana ! Dengan siapa ! . Ian ? Kau pergi berkencan dengan nya ? " Ucap Melda
Lifah memukul Melda , " aih ngomong apaan sih ! Hanya ada urusan saja " seru lifah mencium pipi kiri kanan Tante Dina
" Hati-hati ya dan semoga berjalan lancar" bisik Tante Dina , membuat lifah tercengang lalu ia berbicara dengan qayla
__ADS_1
" Qay , begini . Aku .. aku minta maaf tidak bisa sampai akhir di sini . Ada sesuatu yang harus terpaksa ku urus " ujar lifah
" Baik pergilah , dan terimakasih ya sudah datang ke sini "
" Eayy kenapa berterimakasih , aku justru sangat senang akan memiliki ponakan kembali dan aku sangat berterimakasih dengan Lyn . Aku mendengar nya dari Melda " ucap lifah yang tahu kalau ternyata minum herbal yang mereka minum itu benar-benar banyak sekali manfaatnya
Sedang Ian , ia juga pamit dengan yang lain , Ian melihat raii tak lupa ia mengucapkan selamat pada nya . meskipun rada sedikit dalam keadaan yang selalu berjarak di antara mereka berdua , tapi Ian tipe orang yang feer .
" Thanks .. " ucap raii tersenyum menerima jabat tangan Ian .
mereka pun berkumpul tanpa lifah dan juga Ian ..
***
POV lifah ..
" Maaf . Jadi membuat mu tak bisa bersama qayla dan melda menikmati kabar kebahagian qayla " seru ian
" huyuh ! Ya , mau bagaimana lagi . Sudah terlanjur mengiyakan permintaan mu " ujar lifah menoleh ke jendela , Dengan ian yang fokus melihat kearah depan .
" Ngomong-ngomong , apa kau akan terus berada di antara qayla dan raii . Qayla sudah bahagia dengan raii bahkan sekarang di tengah-tengah mereka akan ada si kecil yang melengkapi kebahagiaan mereka "
" Itu terdengar agak sarkastis .. " ujar Ian melirik nya
" Ya , seperti memang menyindir ku " yang membuat lifah tertawa
" Wah , merasa rupanya .. "
" Aku tidak dapat menjawab pertanyaan mu tapi kupastikan aku siap ada untuk qayla terlepas dari apapun . " gumam Ian
" hmm aku bertanya-tanya melihat respon mu tadi saat kabar bahagia yang di sampaikan raii , kau baik-baik saja ? " seru lifah tak meyakinkan ekspresi ian
" apa kau selalu menganggap begitu ya . Am good , aku bahagia mendengar kabar membahagiakan ini . Aku bahagia melihat qayla bahagia , itu terjadi begitu saja . Kau akan tau dan dapat merasakannya sendiri jika nantinya melihat seseorang yang kau cintai bahagia meski bukan karena mu "
" Cih , pikirkan saja hidup mu ." Gumam lifah . Sampai pada Mobil yang kita kendarai pun berhenti di sebuah rumah yang notabenenya sangat besar , kalau besar sudah pasti berarti mewah terlihat dari luarnya saja begitu , jujur saja rumah ini dua kali lipat rumah lifah bahkan . Mendadak pula lifah merasa deg-degan . rasanya aneh saja karena lifah bukan tipe orang yang seperti itu , ia adalah orang yang sangat percaya diri , kalau kata dua sahabat nya . lifah sudah masuk kategori kelewat PD dan itu juga gak baik . lifah membuang nafas pelan-pelan menghilangkan rasa gugup nya ,
" Ayoo .. " seru ian melihat ku , " santai saja aku akan ada di samping mu " seru ian seakan tahu kegugupan yang tengah datang melanda lifah
Sesampainya di dalam , lifah di persilahkan duduk . Kami Langsung makan malam ..
" Jadi , bisa jelaskan sedikit background keluarga mu ? " Tanya wanita yang sudah pasti ibunya Ian , duduk tepat di depan lifah .
" Mom .. " ucap ian menghentikan ibunya
" kenapa ? Momy hanya perlu tahu dong background kehidupan wanita yang nantinya akan hidup bersama mu . " Ujar nya
" Kau tidak perlu menjawab nya jika tidak ingin " seru Ian melihat lifah
__ADS_1
" Sebenarnya tidak ada yang spesial dari keluarga lifah .Tante , om . Orang tua lifah hanya mengelola pabrik tekstil yang menghidupkan kita , sementara lifah bekerja di sebuah toko bunga milik sahabat lifah di smiling flower " seru lifah tak merasa masalah dengan apa yang ia jalani , ia tak berbohong tentang background kehidupan nya .
Tentu nya membuat orang tua dari ian terkesan dengan ketidakadaan yang di sembunyi-sembunyikan dari kekasih anaknya itu . dan bahkan mom nya begitu suka dengan sikap lifah yang terlihat percaya diri bahkan sejak kesan pertama mereka bertemu di restoran kala itu .
" Smiling flower ? Bukankah itu toko bunga milik qayla . Tunggu jadi kau adalah sahabat nya qayla ? "
" Ah iyah Tante , kami sudah lama kenal .."
Tiba-tiba pula ibu dari ian tersenyum ,
" panggil moms saja ya . Biar lebih enak ngobrol nya , maaf juga mungkin moms membuat mu tersinggung menanyakan tentang background kehidupan mu "
" Ah .. tentu saja tidak , semua orang tua juga pasti seperti itu . Mereka menginginkan yang terbaik untuk anak mereka " jawab lifah yang tentunya Canggu melirik Ian
" Oh ya lif , btw moms boleh menanyakannya sesuatu ? "
" Silahkan mo..moms , tentu nya kalau lifah bisa jawab "
" ian , ia orang yang super duper manis . Dia itu selalu terlihat is good anytime , bahkan saking manis nya ia juga orang yang tidak mudah marah dan selalu berbicara dengan lembut . Kau tahu ia di juluki sebagai apa ? . gentleman ... moms sangat penasaran jadi apa yang membuat kamu suka dengan nya lifah ? "
" Iann ? .. " seru lifah melebarkan pupil mata tak percaya dengan yang di dengar
" kenapa ? Apa Ian tak terlihat seperti itu ? "
" Wah tidak . Ia benar-benar orang yang menyebalkan dengan hanya packaging sempurna . ian adalah orang yang begitu pamrih . Wah ! .. "
" Hei ! " Sahut ian melihat lifah
" Kenapa ? Kau memang selalu pamrih kan tiap kali datang membantu di smiling flower ! . Aku benar , bukan ! "
" Aish .. lupakan saja " gumam Ian menenggak minum , membuat orang tua ian menyeringai lucu dengan protes tak sukaan nya ian yang baru mereka lihat .
" Meskipun dia terlihat begitu tapi lifah akui kepribadian nya baik , hmm ia bukan orang yang hanya memedulikannya dirinya saja . lifah pikir ia orang yang bertanggung jawab dan bijaksana " jelas lifah tersenyum pada kedua orang tua Ian , membuat Ian meliriknya .
Obrolan mereka cukup lama , tak sesuai prediksi Ian yang hanya sekedar makan malam saja tapi kedua orang tuanya malah mengajak lifah berbincang . Lifah merasakan kedekatan yang begitu natural ia juga bahkan tak gugup justru menikmati nya makan malam ini ,
Sampai pada ian yang sudah mengantar lifah di depan gerbang karena jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam . Lifah pun keluar dari mobil dan hendak masuk ,
" Hei . meskipun terlihat kau tidak ikhlas , tapi . Terimakasih banyak sudah membantu ku dan aku minta maaf karena membuat mu tak cuma terlibat makan malam saja . Seperti sesuai perjanjian tadi " ucap ian
" Lupakan saja .. " ujar lifah tersenyum pergi
\-
\-
\-
__ADS_1
***Jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***