Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
di balik senyumnya ..


__ADS_3

Semuanya secara bersamaan berkumpul Bertanya-tanya kecuali ahyar yang sudah tahu , kemudian datanglah raii dan juga qayla . Kala itu raii yang tak mengundang ian tampak mengerutkan dahinya melihat keberadaan ian


" Aku yang memintanya untuk kesini , ian kan juga sahabat ku " seru qayla


" Qayla , sayang ada apa ? Apa terjadi sesuatu sayang ? " Ucap ibu Dina


" Maaf sudah membuat repot kalian datang kesini , kita hanya ingin memberitahukan kalau qayla tengah hamilll ... " Ujar raii tersenyum yang tentunya membuat semua yang di sana tentu nya terkejut tapi juga senang bahkan mereka sampai berburu menanyakan langsung pada qayla yang di iyakan qayla , semua orang di sana tampak begitu bahagia .



Ibu dina , Melda dan lifah bareng-bareng memeluk bahagia qayla ..


Begitu juga ian , ia juga begitu bahagia . lebih lagi melihat ukiran melengkung senyum bahagia yang manis di sudut bibi qayla yang merekah . Ia bahagia karena dapat melihat orang yang di cintai nya begitu bahagia , rasanya tak masalah jika memang kenyataannya bukan ia yang bersama qayla asalkan qayla bahagia .



Diam-diam lifah melihat senyuman Ian , yang membuat nya berpikir apakah dia baik-baik saja ? Apakah di balik senyumnya itu ada kesedihan yang ikut hadir ? .. batin lifah


Ibu Dina pun sibuk meminta kepala pelayan rumah nya untuk menghidangkan menu makanan yang banyak untuk selamatan kecil-kecilan rasa syukur mereka semua di sini , yang di bantu lifah dan juga Melda .


Sementara itu , ian menghampiri qayla . Ia mengucap selamat pada nya . " Aku sangat bahagia mendengar kabar ini , dan aku bahagia melihat mu bahagia " seru Ian


" Terimakasih ian , untuk semuanya . Semoga kau segera di beri seseorang yang membuat mu bahagia juga " Ucap qayla , mereka pun saling melontar senyum


" Kau melihat tatapan nya , sepertinya ia akan segera menerkam ku jika terus lama-lama dengan mu . " seru Ian tertawa


Membuat qayla ikut tertawa " jangan khawatir , Aku akan menjinakkan nya .. "


" Haha .. Tapi maaf sepertinya aku tidak bisa lama di sini " ujar Ian pamit


" Ah , aku kecewa .. " gumam qayla


" Maaf .. " lirih ian


" Becanda , aku hanya bercanda . Aku tahu bapak CEO ini juga begitu sibuk " ujar qayla membuat Ian tertawa .


Di meja makan , " lifah sayang . jadi pria itu adalah pacar mu " seru ibu Dina


" Siapa ? Ian ? aih kami tidak berpacaran Tante , tidak mungkin ! . dia bukan pacar Lifah " sahut lifah segera . yang membuat Dina melihat Melda yang tentunya di lirik Melda


" kenapa . Dia kelihatan tampan loh , moga-moga ajah dia gak kaya empat pria maniak kerja di sana itu ! " Ujar Tante Dina


Ian pun pamit menghampiri Tante Dina , Melda dan Lifah , sambil mengangkat alisnya pada lifah untuk pergi . Yang tentunya mengundang kecurigaan Melda


" Sepertinya aku juga harus pergi .. " seru lifah pamit . " Ouh ! Sebenarnya aku ingin sekali di sini bersama kalian ikut merayakan kebahagiaan ini .. " gumam lifah yang kesal


" Pergi kemana ! Dengan siapa ! . Ian ? Kau pergi berkencan dengan nya ? " Ucap Melda


Lifah memukul Melda , " aih ngomong apaan sih ! Hanya ada urusan saja " seru lifah mencium pipi kiri kanan Tante Dina


" Hati-hati ya dan semoga berjalan lancar" bisik Tante Dina , membuat lifah tercengang lalu ia berbicara dengan qayla

__ADS_1


" Qay , begini . Aku .. aku minta maaf tidak bisa sampai akhir di sini . Ada sesuatu yang harus terpaksa ku urus " ujar lifah


" Baik pergilah , dan terimakasih ya sudah datang ke sini "


" Eayy kenapa berterimakasih , aku justru sangat senang akan memiliki ponakan kembali dan aku sangat berterimakasih dengan Lyn . Aku mendengar nya dari Melda " ucap lifah yang tahu kalau ternyata minum herbal yang mereka minum itu benar-benar banyak sekali manfaatnya


Sedang Ian , ia juga pamit dengan yang lain , Ian melihat raii tak lupa ia mengucapkan selamat pada nya . meskipun rada sedikit dalam keadaan yang selalu berjarak di antara mereka berdua , tapi Ian tipe orang yang feer .



" Thanks .. " ucap raii tersenyum menerima jabat tangan Ian .


mereka pun berkumpul tanpa lifah dan juga Ian ..



***


POV lifah ..


" Maaf . Jadi membuat mu tak bisa bersama qayla dan melda menikmati kabar kebahagian qayla " seru ian


" huyuh ! Ya , mau bagaimana lagi . Sudah terlanjur mengiyakan permintaan mu " ujar lifah menoleh ke jendela , Dengan ian yang fokus melihat kearah depan .


" Ngomong-ngomong , apa kau akan terus berada di antara qayla dan raii . Qayla sudah bahagia dengan raii bahkan sekarang di tengah-tengah mereka akan ada si kecil yang melengkapi kebahagiaan mereka "


" Itu terdengar agak sarkastis .. " ujar Ian melirik nya


" Ya , seperti memang menyindir ku " yang membuat lifah tertawa


" Wah , merasa rupanya .. "


" Aku tidak dapat menjawab pertanyaan mu tapi kupastikan aku siap ada untuk qayla terlepas dari apapun . " gumam Ian


" hmm aku bertanya-tanya melihat respon mu tadi saat kabar bahagia yang di sampaikan raii , kau baik-baik saja ? " seru lifah tak meyakinkan ekspresi ian


" apa kau selalu menganggap begitu ya . Am good , aku bahagia mendengar kabar membahagiakan ini . Aku bahagia melihat qayla bahagia , itu terjadi begitu saja . Kau akan tau dan dapat merasakannya sendiri jika nantinya melihat seseorang yang kau cintai bahagia meski bukan karena mu "


" Cih , pikirkan saja hidup mu ." Gumam lifah . Sampai pada Mobil yang kita kendarai pun berhenti di sebuah rumah yang notabenenya sangat besar , kalau besar sudah pasti berarti mewah terlihat dari luarnya saja begitu , jujur saja rumah ini dua kali lipat rumah lifah bahkan . Mendadak pula lifah merasa deg-degan . rasanya aneh saja karena lifah bukan tipe orang yang seperti itu , ia adalah orang yang sangat percaya diri , kalau kata dua sahabat nya . lifah sudah masuk kategori kelewat PD dan itu juga gak baik . lifah membuang nafas pelan-pelan menghilangkan rasa gugup nya ,


" Ayoo .. " seru ian melihat ku , " santai saja aku akan ada di samping mu " seru ian seakan tahu kegugupan yang tengah datang melanda lifah


Sesampainya di dalam , lifah di persilahkan duduk . Kami Langsung makan malam ..


" Jadi , bisa jelaskan sedikit background keluarga mu ? " Tanya wanita yang sudah pasti ibunya Ian , duduk tepat di depan lifah .


" Mom .. " ucap ian menghentikan ibunya


" kenapa ? Momy hanya perlu tahu dong background kehidupan wanita yang nantinya akan hidup bersama mu . " Ujar nya


" Kau tidak perlu menjawab nya jika tidak ingin " seru Ian melihat lifah

__ADS_1


" Sebenarnya tidak ada yang spesial dari keluarga lifah .Tante , om . Orang tua lifah hanya mengelola pabrik tekstil yang menghidupkan kita , sementara lifah bekerja di sebuah toko bunga milik sahabat lifah di smiling flower " seru lifah tak merasa masalah dengan apa yang ia jalani , ia tak berbohong tentang background kehidupan nya .


Tentu nya membuat orang tua dari ian terkesan dengan ketidakadaan yang di sembunyi-sembunyikan dari kekasih anaknya itu . dan bahkan mom nya begitu suka dengan sikap lifah yang terlihat percaya diri bahkan sejak kesan pertama mereka bertemu di restoran kala itu .


" Smiling flower ? Bukankah itu toko bunga milik qayla . Tunggu jadi kau adalah sahabat nya qayla ? "


" Ah iyah Tante , kami sudah lama kenal .."


Tiba-tiba pula ibu dari ian tersenyum ,


" panggil moms saja ya . Biar lebih enak ngobrol nya , maaf juga mungkin moms membuat mu tersinggung menanyakan tentang background kehidupan mu "


" Ah .. tentu saja tidak , semua orang tua juga pasti seperti itu . Mereka menginginkan yang terbaik untuk anak mereka " jawab lifah yang tentunya Canggu melirik Ian


" Oh ya lif , btw moms boleh menanyakannya sesuatu ? "


" Silahkan mo..moms , tentu nya kalau lifah bisa jawab "


" ian , ia orang yang super duper manis . Dia itu selalu terlihat is good anytime , bahkan saking manis nya ia juga orang yang tidak mudah marah dan selalu berbicara dengan lembut . Kau tahu ia di juluki sebagai apa ? . gentleman ... moms sangat penasaran jadi apa yang membuat kamu suka dengan nya lifah ? "


" Iann ? .. " seru lifah melebarkan pupil mata tak percaya dengan yang di dengar


" kenapa ? Apa Ian tak terlihat seperti itu ? "


" Wah tidak . Ia benar-benar orang yang menyebalkan dengan hanya packaging sempurna . ian adalah orang yang begitu pamrih . Wah ! .. "


" Hei ! " Sahut ian melihat lifah


" Kenapa ? Kau memang selalu pamrih kan tiap kali datang membantu di smiling flower ! . Aku benar , bukan ! "


" Aish .. lupakan saja " gumam Ian menenggak minum , membuat orang tua ian menyeringai lucu dengan protes tak sukaan nya ian yang baru mereka lihat .


" Meskipun dia terlihat begitu tapi lifah akui kepribadian nya baik , hmm ia bukan orang yang hanya memedulikannya dirinya saja . lifah pikir ia orang yang bertanggung jawab dan bijaksana " jelas lifah tersenyum pada kedua orang tua Ian , membuat Ian meliriknya .


Obrolan mereka cukup lama , tak sesuai prediksi Ian yang hanya sekedar makan malam saja tapi kedua orang tuanya malah mengajak lifah berbincang . Lifah merasakan kedekatan yang begitu natural ia juga bahkan tak gugup justru menikmati nya makan malam ini ,


Sampai pada ian yang sudah mengantar lifah di depan gerbang karena jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam . Lifah pun keluar dari mobil dan hendak masuk ,


" Hei . meskipun terlihat kau tidak ikhlas , tapi . Terimakasih banyak sudah membantu ku dan aku minta maaf karena membuat mu tak cuma terlibat makan malam saja . Seperti sesuai perjanjian tadi " ucap ian


" Lupakan saja .. " ujar lifah tersenyum pergi




\-


\-


\-

__ADS_1


***Jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***


__ADS_2