
Keara sedang sibuk dengan perebutan jabatan kepala editor. ia jarang bertemu dengan Hyuk. Hyuk juga mulai tidak punya waktu untuk Keara. ia bekerja untuk Admaja Group merangkap perusahaan ayahnya. pernikahan mereka di undur sampai batas waktu tidak di tentukan. keduanya berkomunikasi melalui pesan atau telepon. sesekali Hyuk masih datang ke apartemen tapi bisa di hitung jari intensitas kedatangannya.
Ariani fokus pada Arka sementara Bram semakin sibuk bekerja. ia banyak di luar rumah dan terkadang pulang larut malam. tak jarang sampai di rumah Bram terlihat lelah dan Arka sudah tertidur. malam ini Bram pulang lebih awal ia ingin makan malam bersama Ariani. bibi Nam memyambut Bram di depan pintu ia membawakan tas kerja Bram. Hyuk sedang tidak bersama Bram karena pergi keluar kota.
"Ariani mana bi?".
"Nona ada di kamarnya tuan".
Bram menaiki anak tangga menuju kamarnya. ia melihat Ariani sedang menidurkan Arka. Ariani memberikan Arka pada pengasuhnya untuk di tidurkan di kamar.
"Apa hari ini Arka rewel?"
"Sedikit". Ariani melepas jas dan dasi yang di kenakan Bram. ia menaruhnya di keranjang pakaian kotor. Bram menggulung kemeja putihnya. ia duduk selonjoran di sofa malas, sofa malas itu kepunyaan Ariani. karena saking nyamannya sofa itu di beri nama sofa malas. Bram meminum segelas air putih yang sudah di siapkan di meja samping sofa. ia merebahkan diri di sofa, kedua tangannya di tekuk kebelakang kepala sebagai bantal. Wajah Bram menengadah melihat langit-langit kamar.
Ariani duduk di samping Bram, Bram menariknya untuk tiduran di atas tubuh Bram. dengan tubuh mungil istrinya gampang saja bagi Bram menahan bobot Ariani. Ariani mengecup bibir Bram, sampai sekarang pun ia masih merasa malu berhadapan dengan Bram.
__ADS_1
"Jantung mu terasa berdebar lebih cepat". Kata Bram tersenyum merasakan degup jantung Ariani karena dada Ariani menempel di dada bidang Bram.
"Apa kau lelah?". Tanya Ariani memandang lekat wajah Bram.
"Sama sekali tidak".
Ariani mencubit hidung mancung Bram. Bram meringis menahan sakit.
"Kalau untuk membuat mu kuwalahan aku masih banyak tenaga". Kata Bram menyeringai menggigit jari Ariani gemas. wajah Ariani langsung memerah. Bram tergelak melihatnya.
***
Keara mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas dan memberikan pada Hyuk yang sedang duduk di ruang tamu. Hyuk terlihat lelah ia baru samoai dari luar kota, wajah tampannya kusut. jasnya sudah di lepas dan di tinggalkan di mobil. tak biasanya Hyuk terlihat tidak rapi. Keara merapikan rambut Hyuk dan memandang wajah lelaki itu.
"Sayang mungkin kau harus banyak tersenyum agar ketampanan mu semakin sempurna". Goda Keara.
__ADS_1
"Bagaimana mau tersenyum sedangkan aku tak melihat mu".
Keara tertawa menutup mulutnya dengan kedua tangan. ia tidak pernah tau kalau Hyuk juga pandai merayu gadis.
"Berhenti tertawa, kemarilah". Hyuk menarik pinggang Keara dan menyandarkan kepalanya. kedua lengannya melingkar memeluk pinggang Keara.
"Pinggang mu kecil sekali, aku takut kalau patah". Kata Hyuk sembari memejamkan matanya. ia terlihat nyaman dengan posisinya.
"Tenang saja aku sangat kokoh untuk jadi sandaran mu sayang". Kata Keara sembari mengelus rambut Hyuk.
***
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak 😊
Author IG nurdanovar2
__ADS_1