Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Protes


__ADS_3


Sesampai di rumah Dedi, Balqis pun langsung masuk tanpa memencet bel rumahnya.


"Bi, papa di mana?" tanya Balqis ketika ia bertemu asisten papanya.


"Ada di ruang kerjannya non." Jawab Bibi, asisten rumah tangga di rumah Dedi..


"Hemmm Mas, kamu mau ikut aku ke ruang papa atau nunggu di sini?" tanya Balqis.


"Nunggu di sini aja yank." Ujar Dedi yang memilih menunggu di ruang tamu dari pada ikut istrinya ke ruang kerja mertuanya.


"Iya sudah, aku ke dalam dulu ya. Bi tolong buatkan Juz Jeruk ya buat suamiku." Ujar Balqis sebelumm ia pergi ke ruang papanya. Sedangkan bibi itu langsung pergi ke dapur untuk bikin Juz jeruk buat majikannya.


Balqis membuka pintu ruang kerja papanya dengan pelan agar gak mengagetkan papanya.


"Assalamualaikum pa." Ujar Balqis.


"Waalaikumsalam. Lho sayang, ada apa ke sini?" tanya Dedi kaget melihat putrinya ada di depannya.


"Gak ada, aku kangen aja sama papa. Emang papa gak kangen sama aku?" tanya Balqis.


"Kangen dong, mana mungkin papa gak kangen sama putri kesayangan papa yang cantik ini. Sama siapa kamu ke sini nak?" tanya Dedi.


"Sama Mas Aksa pa." Jawab Balqis.


"Di mana dia sekarang?" tanya Dedi.


"Ada di ruang tamu pa, dia gak mau di ajak ke sini. Mungkin karena sungkan." Jawab Balqis.


"Oh gitu. Oh ya gimana Papa Ezka dan Mama Ayu sudah bilang belum ke kamu tentang bulan madu kamu dan suamimu ke Indonesia?" tanya Dedi.


"Sudah pa tapi kenapa sih pa haru ke Indonesia? apa tidak ada negara lain selain Indonesia?" Protes Balqis sambil duduk di kursi yang ada di depan meja papanya.


"Emang kenapa nak jika bulan madu ke sana, bukankah kamu bisa bertemu dengan bunda?" tanya Dedi.


"Ya itu masalahnya pa. Aku malu ketemu sama bunda, Mas Adzriel dan juga Zahra. Aku malu sama mereka, rasanya aku gak punya muka. Aku sudah bikin keluarga mereka hancur pa dan membuat Mas Adzriel berpisah dengan istrinya walaupun kini istrinya telah kembali lagi." Ujar Balqis.


"Nak, kamu tak selamanya menghindar kayak gini. Kamu harus menemui mereka dan meminta maaf. Emang kamu mau selamanya kayak gini? Papa yakin kog bunda, Adzriel dan Zahra sudah memaafkanmu. Dan papa yakin mereka sudah menunggu kedatanganmu." Ujar Dedi.


"Emang mereka tau kalau aku akan pulang ke Indonesia?" tanya Balqis tak percaya.


"Iya sayang, papa sudah menelvon Adzriel dan dia sangat bergembira ketika ia tau kamu akan ke sana bersama suamimu." Jawab Dedi.


"Kenapa papa nelvon Mas Adzriel?" tanya Balqis.


"Biar pas kamu di sana, ada yang melindungi kamu nak." Jawab  Dedi.


"Tapi pa, aku kan sudah ada Mas Aksa yang akan selalu melindungiku. Kenapa papa masih minta tolong ke Mas Adzriel? Nanti gimana jika Zahra salah faham sama aku pa?" tanya Balqis, ia takut jika Zahra mengira dirinya masih mengejar ngejar suaminya. Padahal ia sudah belajar melupakan Adzriel dan mencintai suaminya.

__ADS_1


"Gak akan sayang, percaya deh sama papa. Kamu ke sana kan sama suamimu jadi mana mungkin Zahra berfikir kamu akan merebut suaminya lagi. Zahra itu wanita yang baik nak dan dia gak pernah berburuk sangka sama siapapun dan dia juga selalu welcome sama siapapun. Jadi tenanglah, gak perlu panik." Jawab Dedi tersenyum.


"Iya udah deh terserah papa, tapi kalau ada apa apa, aku gak mau ikut campur ya pa." Ujar Balqis.


"Kamu tenang aja, pokoknya semuanya akan berjalan lancar dan papa jamin mereka pasti akan menyambut kedatanganmu nak. Jadi bersiap siaplah menerima kejutan dari mereka." Ucap Dedi tersenyum.


"Iya deh." Ucap Balqis pasrah.


"Oh ya nanti apapun yang terjadi, kamu harus mempercayai suamimu 100% ya." Ujar Dedi.


"Emang kenapa pa?" tanya Balqis.


"Papa takut aja, mantan pacar suamimu itu akan menganggu keluargamu dan papa takut dia akan mengirim foto dan vidio kemesraan dia dan suamimu saat mereka masih bersama." Jawab Dedi.


"Emang ngapain dia mengirim foto dan vidio kayak begituan?" tanya Balqis


"Ya biar kamu cemburu dan akhirnya kamu dan suamimu bertengkar nak dan setelah itu mantan pacarmu akan merebut suamimu dari tanganmu. Jadi untuk itu kamu harus hati hati sayang dan jangan mudah emosi. Jika ada apa apa coba kamu tanyakan baik baik sama suamimu dan bicaralah dari hati ke hati jangan pakai emosi. Karena jika pakai emosi bukan malah dapat solusi yang ada malah tambah masalah." Jawab Dedi.


"Iya pa, aku mengerti dan aku akan mengingat semua nasihat dari papa." Ujar Balqis.


"Kamu juga harus selalu menurut sama suamimu nak dan jangan sekali kali membantah. Ingat surgamu itu ada pada suamimu. Ridho Allah itu ada pada Ridho suamimu. Jadi, jadilah istri yang sholehah yang mampu menyenangkan hati suami.  Dengan kamu lembut dan selalu memberikan perhatian untuknya. InsyaAllah lambat laun, dia akan mencintaimu nak. Untuk itu bersabarlah dan jika rumah tanggamu sedang ada masalah, jangan mudah menyerah atau mengeluh. Tapi cobalah untuk cari jalan keluar dan mintalah pertolongan Allah. Dan papa ingatkan satu hal, jangan sesekali kamu membongkar aib suamimu pada siapapun. Ingat aib suamimu itu adalah aibmu juga." Ucap Dedi menasehati.


"Iya pa, aku mengerti." Ucap Balqis.


"Iya sudah, ayo sekaranag kita keluar. Temui suamimu. Kasihan, jika dia di biarkan menunggu terlalu lama." Ujar Dedi.


"Iya pa."


"Gimana kabarnya nak?" tanya Dedi.


"Alhamdulillah baik pa." Jawab Aksa sambil berdiri dari tempat duduknya dan mencium tangan papa mertuanya itu lalu duduk kembali seperti semula.


"Malam ini mau menginap di sini atau gimana?" tanya Dedi


"Saya terserah Balqis aja pa, jika Balqis mau menginap. Saya juga akan ikut menginap." Jawab Aksa tersenyum.


"Gimana nak, mau menginap apa enggak malam ini?" tanya Dedi  kepada putrinya.


"Enggak pa soalnya mama dan papa tidak tau kalau kami ke sini. Aku tadi juga bilangnya cuma mau jalan jalan doang." Jawab Balqis.


"Walaupun kamu gak bilang tapi papa yakin papa dan mamamu pasti tau nak kamu mau kemana." Jawab Dedi tersenyum.


"Maksud papa?" tanya Aksa tak mengerti.


"Emang kamu gak tau nak, mobil yang kamu pakai itu sudah GPS nya bahkan jam tangan yang kamu pakai dan juga hp yang kamu pakai juga ada." Jawab Dedi tersenyum karena ia baru tau bahwa menantunya itu sedikit polos hingga gak sadar bahwa selama ini mobil, jam tangan dan hp nya sudah ada GPS nya yang mana Ezra bisa memantau keadaan putranya dan bisa mengetahui kemana putranya pergi.


"Astaugfirullah. Aku baru tau, pantes apa yang aku lakukan papa selalu aja tau seakan akan ia sedang melihatku. Jadi selama ini papa sudah menaruh GPS di mobil, jam tangan dan hp yang aku pakai. Jangan jangan diam diam papa juga menyimpan kamare tersembunyi yang tidak aku ketahui." Ujar Aksa tak menyangka bahwa papanya akan melakukan itu semua.


"Emang ada nak tapi di dalam mobil." Jawab Dedi.

__ADS_1


"Tuh kan bener. Wah papa mah diam diam menghanyutkan." ujar Aksa tak menyangka.


"Papamu melakukan itu semua karena dia sayang sama kamu nak dan dia takut kamu kenapa napa. Walau kamu sudah besar tapi di mata mama dan papa kamu, kamu tetep putranya yang masih kecil dan menggemaskan. Sama seperti papa yang selalu menganggap Balqis seperti putri kecil yang selalu menjadi kebanggan saya. Dulu papamu melakukan itu juga terpaksa nak, itu semua di lakukan setelah papamu tau bahwa kau pacaran dengan wanita yang gak bener dan sejak itu papamu merasa was was hingga ia pun melakukan demikian. Seharusnya kamu beruntung nak mempunyai orang tua yang begitu perhatian dan peduli sama kamu hingga mereka pun melakukan segala cara secara diam diam untuk terus melindungimu. Papamu selalul berperan di balik layar demi menjaga putra satu satunya. Walau kadang itu terlihat risih tapi itulah seorang ayah yang akan mempertaruhkan apapun bahkan kalau perlu nyawapun akan ia berikan demi bisa menjaga dan melindungi putranya. Kamu harus bangga nak, jarang ada orang tua di luar sana yang seperti mama dan papamu. Mereka begitu karena sangat menyayangi dan mencintaimu bahkan ia rela pisah darimu dan menyuruhmu bulan madu bersama istrimu bukan apa apa tapi karena ia tau ada seseorang yang mengancam hubungan kalian." Ucap Dedi menjelaskan panjang lebar.


"Iya pa seharusnya aku bangga punya orang tua seperti mereka bukan malah membentak mereka dan membela wanita yang jelas jelas tak pernah mencintaiku. Aku benar benar merasa bersalah, aku benar benar tak tau betapa besar pengorbanan mereka selama ini demi aku tapi aku malah menyakiti mereka setelah apa yang mereka lakukan demi aku." Ujar Aksa menitikkan air mata. Balqis pun yang melihatnya jadi tak tega, ia menghampiri suaminya dan menghapuskan air matanya.


"Sudah mas, jangan menangis. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan bahkan andai kau tau, kesalahan yang kau lakukan ini tak seberapa di banding dengan kesalahanku di masa lalu. Bahkan karena keegoisanku, aku sampai membuat mama meninggal." ucap Balqis.


"Sudahlah, yang penting kita harus waspada mulai sekarang dan apapun yang di katakan oleh orang tua, turutilah dan jangan membantah. Percayalah, tak ada orang tua yang akan mendorong putra dan putrinya ke dalam jurang, yang ada merekalah yang akan selalu menolong dan membantu kita. Yang akan selalu ada buat kita dan akan selalu mensupport kita." Ujar Dedi.


"Iya pa." Ucap Aksa sambil menghapus air matanya.


"Lebih baik kalian malam ini tidur di sini aja, toh Aksa belum pernah tidur di sini kan? biar nanti papa yang akan menelvon Papa Ezra dan bilang kalau kalian akn tidur di sini malam ini." Ujar Dedi.


"Iya pa, kalau gitu kami permisii dulu." Ucap Aksa.


Aksa dan Balqis pun masuk ke dalam kamar. Ya Aksa tidur di kamar Balqis untuk menangkan dirinya.


"Maaf ya mas, jika kamarku tak seluar kamar kamu. Soalnya aku gak terlalu suka kamar yang begitu luas." Ujar Balqis.


"Gak papa, ini aja sudah nyaman kog. Sini tidur....." Ujar Aksa sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya dan merekapun rebahan di atas kasur.


"Mas, maafkan aku ya jika aku ada salah." Ucap Balqis.


"Kamu tak pernah melakukan kesalahan sayang tapi akulah yang sudah  membuat hati dan perasaanmu terluka. Maafkan aku ya." Ujar Aksa.


"Iya mas gak papa. Iya sudah kita tidur yuk, aku sudah ngantuk nih." Ucap Balqis.


"Iya udah ayo."


Aksa memeluk istrinya dengan erat. Di dalam hati Aksa berdoa semoga Allah selalul memberikan kebahagiaan untuk dirinya, untuk istrinya, untuk kedua orang tuanya, untuk papa mertuanya dan juga untuk orang orang di sekitarnya. Dan ia juga berdoa semoga Allah selalu menjaga dan melindungi mama dan papanya serta istrinya. Karena bagi Aksa mereka adalah orang orang yang sangat penting dalam hidupnya.


 


 


\=============================


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya.......makasih......


 


 



 


 

__ADS_1


 



__ADS_2