Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
part 174


__ADS_3

~ flashback ~


Dina mampir datang ke kingdom IT sebelum ia menemui qayla di toko bunga , lalu Dina pun bertemu dengan raii dan ahyar di ruangan raii .


" Ahh astaga Sangat membosankan sekali melihat kalian dengan setumpuk berkas file-file di depan kalian itu " seru Dina


Berhasil membuat raii dan ahyar menoleh ,


" Oh ibu , Kenapa tidak mengabari ku datang ke sini " ucap raii


" Ibu hanya mampir sebentar sebelum ibu menemui menantu kesayangan ibu "


" qayla tidak bilang jika ibu akan menemui nya "


" Memang ibu belum memberitahu nya , hmm menurut kalian kira-kira apa yang pas untuk tiga wanita di sana ? " Tanya Dina


" Aku rasa tidak ada yang kurang dengan qayla , aku juga sudah memberikan semua kebutuhan yang ia butuhkan baik jasmani dan rohani "


" Aish dasar anak payah , bukan itu maksud ku ! . " Ujar Dina kesal dengan anak nya


" mungkin Jika untuk hadiah lebih bagus baju " usul ahyar


" Wah , ide yang bagus " sambung Dina tersenyum dengan ahyar


Dan ahyar pun kembali fokus pada berkas-berkas yang dia pegang


" Kalau yuk Yar ikut Tante .. " ucap Dina


Ahyar menatap Tante Dina bingung , " ke .. kemana Tante ? " Seru Ahyar


" Mall , Tante butuh saran kamu untuk pilih-pilih baju nantinya . "


Ahyar menatap dingin raii , " maaf Tante tapi Ahyar gak bisa karena harus mengerjakan berkas-berkas ini " serunya beralasan


" udah serah in ajah kerjaan itu pada si genius yang bodoh itu , lagi pula ia tidak bisa di andalkan dalam urusan memilih baju . Yuk tolong antar Tante " ucap Dina mengajak paksa pergi Ahyar


Sementara Ahyar dengan keterpaksaan nya mau tidak mau akhirnya pergi ,


***


Ketika sudah berada di dalam mall ,


Dina tengah bingung bersibuk mencari-cari baju mana saja yang pas di butik langganan nya


" Semuanya bagus , apa beli semuanya saja ya , nanti biar mereka pilih yang mereka suka " seru Dina


Sedangkan Ahyar menyeringitkan alisnya , " uhff jika memang ingin membeli semua nya kenapa harus membawa ku ikut dengan nya " batin ahyar


" Menurut mu bagaimana Yar ? " Timpah Dina


" Bagaimana jika pilih tiga baju yang paling bagus dan nyaman saja menurut Tante jika dipakai untuk mereka "


" Tante pilih ini untuk qayla , lalu ini untuk lifah yang berjiwa energik dan kalau untuk Melda ini atau ini ya Tante kurang tahu color apa yang pas untuk nya " ujuk dina


" Hmm ini , menurut Ahyar bagaimana jika yang ini terlihat simpel tapi manis "


" Wokey kalau begitu kita ambil yang ini untuk Melda " seru Dina dan membayar nya


Lalu setelah itu mereka pergi ke toko bunga ..


~ End flashback~ ...


Kita tinggalkan ibu Dina dan juga qayla ..


Lifah sudah berada pada tempat di mana ia mengintip , tapi ia kaget karena yang ia lihat hanya ada ahyar seorang diri .


" Ouh di mana keberadaan Melda , aku tidak melihat nya " gumam lifah


Sedangkan Melda ia memilih duduk di bangku lorong ,


" Kamu tidak duduk di dalam dan berbincang dengan nya ? , Hubungan mu dengan pria itu tidak bagus ? " Seru pria muda yang ikut duduk di samping Melda , pria itu adalah bocah muda kemarin yang memberikan Melda bunga


" Kau ini siapa ? "


Sedangkan ahyar berdiri dari kursi yang dia duduki lalu berjalan pergi , ia memutuskan akan menunggu di mobil saja , tetapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti .


Lifah yang penasaran pun akhirnya mengikuti kepergian ahyar , " sebenarnya di mana Melda " gumam nya terhenti ketika melihat ahyar memberhentikan langkah kaki nya


" Aku Devan , kita sudah bertemu kemarin . Kaka siapa nama mu ? , Ohh Melda cashani patrisia . Ka Melda apa kau bisa merangkai karangan bunga juga ?"


" Tidak , aku kasir "


" Emm apa kamu bisa memperbaiki perasaan seseorang ? . Soalnya sudah beberapa lama sudah tidak berfungsi "


" Hey ! , sebaiknya kau segera pergi ke kampus jika tidak ingin terlambat "


" Yuk pacarannn !! , Kaka benar-benar tipe ku . Aku juga banyak uang "


" Ah dasar bocah " seru Melda bangun dari bangku dan hendak pergi tapi langkah kakinya terhenti sejenak ketika melihat Ahyar lalu kembali berjalan menuju meja nya


Lifah yang terkejut melihat dan mendengar adegan tadi pun bersembunyi mengkamuflasekan dirinya dengan tembok ,

__ADS_1


Devan tersenyum , " aku suka ! , Tunggu aku , " seru bocah itu melewati Ahyar dan menyamakan langkah kakinya dengan Melda


" Pergilah jika tidak ada keperluan " seru Melda


" Kata siapa , aku kesini untuk melihat dan menyatakan perasaan ku pada Kaka sekaligus aku juga ingin membeli bunga ," . Ujarnya


Ahyar lalu berjalan pergi masuk kedalam mobil nya ,


" Bukankah ia seharusnya terlihat kesal melihat hal tadi " ujar lifah sambil kembali masuk .


" Jadi bagaimana ka ? , " Tanya bocah itu


" Eh lif , tolong antar kan ia ke dalam ya ia ingin membeli buket bunga " seru Melda mengabaikan nya


" Oke , silahkan " ucap lifah


Devan si bocah itu pun pergi mengikuti lifah sambil melihat Melda ,


" Kau bisa menabrak jika pandangan mu terus mengarah ke Melda " ujar lifah


" Ka , apa kalian dekat ? "


" Ya tentu saja kita bertiga bersahabat "


" Kalau gitu bisa beritahu aku tentang ka Melda ? "


" Kau bocah kemarin yang memberikan bunga Melda kan "


" Yaps , apa ka Melda sudah memiliki pacar ? "


" Haha bocah-bocah , yang jelas kau itu bukan kreteria nya Melda . jadi sebelum patah hati mendalam mending pending tuh hati "


" Ahh jangan memandang ku bocah , jika aku sudah serius aku bisa membuat semua orang menyukai ku "


" Tidak akan untuk Melda , bunga apa yang akan kau beli ? " Ucap lifah


" Eh sudah ada pembeli ya.. " seru Dina Ketika melihat lifah masuk dengan Devan si bocah


" Ibu bagaimana kalau duduk dulu , qayla sebentar merangkai bunga " ujar qayla


" Baiklah sayang .. " jawab ibu Dina


" Bunga apa yang ingin anda beli ? " Seru qayla


" tolong berikan buket bunga mawar pink dan juga satu buket bunga seperti yang kemarin "


" Baik .. " jawab qayla mulai merangkai bunga


Qayla melirik bocah itu ,


" Apa ka Melda sudah mempunyai pacar ? "


" Maaf , aku tak bisa memberitahukan nya " seru qayla


" Tolong lah beritahu aku , ka Melda itu benar-benar tipe ku , aku sangat menyukai nya " jelas Devan


Qayla terdiam speechless dengan sikap bocah di hadapannya ini ..


" Baiklah kalau begitu aku akan menganggap diam Kaka sebagai jawaban jika ka Melda single "


" Ini , sudah selesai " ucap qayla


" Makasih .. " sahutnya tersenyum berjalan menuju Melda


Sesampainya ia di depan Melda ia sangat begitu manis memberikan kartu nya dengan tatapannya yang tak kunjung henti ,


" Untuk mu .. " serunya memberikan buket bunga


" Uhff , ambillah kembali . aku tidak ingin menerima apapun dari orang tak ku kenal " ucap Melda mendorong buket bunga itu


" Bukankah kita sudah kenalan , oh ya dan mulai sekarang aku juga akan memberikan bunga untuk Kaka jadi mari saling mengenal "


Melda menatap nya dingin , " buang rasa penasaran mu terhadap ku karena aku tidak ingin mengenal mu dan kau juga tidak harus mengenal ku . "


Devan tersenyum senang , " kalimat yang begitu dingin tapi aku suka jika kalimat itu keluar dari Kaka , sampai ketemu besok " ujar si bocah itu pergi


" uhff " gumam Melda menggelengkan kepalanya , oh Tante Dina sudah akan mau pulang ? " Seru Melda


" Iyah nih Mel , lagian lihat tuh kalian pasti akan segera sibuk "


Melda menoleh , ke arah depan sudah ada beberapa ibu-ibu menuju toko


" Bunga yang cantik pasti dari orang yang spesial ya " seru Dina


" Eh ini sepertinya pembelian tadi meninggalkan nya Tante Dina , oh iya tante terimakasih ya hadiahnya seharusnya tidak perlu repot-repot "


" Sama-sama semoga suka ya , ahyar yang memilihkannya "


Seketika Melda tertegun ..


" Permisi .. misiii .. " seru beberapa ibu-ibu di depan tadi memasuki toko

__ADS_1


" Yasudah kalau begitu , Tante pergi dulu ya Mel " pamit Dina pergi


" O .. oh i .. iya Tante " sahut Melda


" Mell .. " panggil nya


" Eh , Tante . Silahkan masuk di lihat-lihat , " seru Melda tersenyum ramah


" Toko nya bagus dan nyaman banget Mel , gak salah mamah kamu rekomendasikan ke sini "


Melda hanya membalas dengan senyuman ,


Qayla pun keluar hendak ingin melihat kepergian ibu mertuanya tapi ia di kagetkan dengan banyak orang tengah berbincang dengan Melda . "selamat datang di toko kami .. " seru qayla ramah


" qay , Tante-tante ini adalah teman mamah ku , dan Tante ini adalah qayla pemilik toko ini " ujar Melda memperkenalkan


Qayla dan lifah pun melayani dengan ramah


" Wah nak , Rangkaian bunga yang kalian buat cantik banget sama seperti orang nya " puji nya


" Terimakasih Tante semoga suka yah " sahut qayla tersenyum


" Nak , bagaimana kalau kamu nikah sama anak Tante . Tante rasa ia akan sangat menyukainya"


" Hah .. " gumam qayla


" Mau ya nak , anak Tante tampan ko , mapan juga pokoknya "


" Maaf Tante tapi qayla gak bisa "


" Kenapa nak , Tante berani jamin anak Tante gak akan ngecewain deh iya kan jeng .. " seru nya


" Iya sayang , anaknya pria yang baik ko Tante kenal " jawab yang lainnya


" Eum sekalian lagi qayla minta maaf ya Tante tapi qayla memang gak bisa "


" Uhff , masa kamu kaya Melda si nak yang nolak anak Tante . Tante tuh ngeliat kamu udah sreg banget setelah sama halnya Tante sreg sama Melda " ujarnya sedih


" Tante , qayla ini sudah menikah itu makanya dia gak bisa Nerima tawaran Tante " ucap lifah


" Yahh , sayang banget berarti anak Tante udah keduluan . bagaimana dengan kamu sayang ? " timpal nya


" ah aku ? , aku juga sudah punya calon Tante " jawab lifah


" yah sayang sekali , " lirih sang tante itu


" Ini Tante sudah selesai semuanya " ucap qayla


" Hiyaaa memang gak salah kita Dateng ke sini " seru nya membayar


" Terimakasih ya Tante sudah mampir ke sini dan semoga memuaskan " ujar qayla , dan Melda


" Sama-sama , pelayanan kalian dan juga rangkaian bunga nya sangat begitu indah jadi tentu saja kami puas ciwi-ciwi " seru nya pergi


" Apa mereka terlalu berisik qay ? " Ujar Melda mengangkat kedua alisnya


Qayla tersenyum , " eum sedikit " sahut qayla . Untuk seusia mereka ternyata mereka masih cukup heboh ya "


" Haha , bukan main qay mereka selalu saja meminta kita untuk menikah dengan anaknya "


" Ohh yang kau bilang itu benar " ucap qayla menyetujui ucap Melda


" Jangan bilang mereka meminta mu dan lifah untuk menikah juga dengan anaknya haha " ujar Melda tertawa


" He'um " angguk qayla juga ikut tertawa


" Ahh mereka itu benar-benar sangat lucu , " gumam Melda


" Ia memberikan mu buket bunga lagi ? " Ucap qayla


" Ouh bocah itu meninggalkan nya padahal aku sudah meminta nya untuk membawa nya " Sahut Melda


" Eum Menurut mu ia bagaimana ? "


" (....) "


Ceklek , " permisi saya ingin memesan buket besar mawar merah " seorang pembeli baru saja tiba


" Oh ya baiklah .. " seru qayla


Dan mereka pun kembali bersibuk ..


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻

__ADS_1


__ADS_2