
Setelah beberapa jam, akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Vita. Axel langsung memasukkan mobilnya setelah Andi turun dari mobil dan membukakan gerbangnya.
Lalu mereka bertiga, pun masuk ke rumah Vita karena memang Andi memegang kunci rumahnya sejak Andi tinggal di rumah Vita.
Di rumah itu sangat sepi seperti biasanya.
"Vita mana?" tanya Angga.
"Seperti biasanya dia akan main game di kamarnya seharian," ujar Andi.
"Iya sudah kamu bawa Vita aja ke sini," ujar Axel.
"Iya. Bentar ya. Kalian duduk aja, aku akan ke kamar Vita," ucap Andi yang langsung pergi ke kamar Vita.
Andi melihat Vita yang lagi duduk sambil menyender ke bantal yang di susun rapi di belakangnya sedangkan tangan kirinya gesit banget main game online dengan hp yang sedang ia pegang.
"Vita?" panggil Andi
"Apa?" jawabnya tanpa menoleh ke arah Andi.
__ADS_1
"Aku punya kejutan buat kamu," ujar Andi tersenyum manis untuk mengelabui Vita.
"Kejutan apa?" tanya Vita sambil menoleh ke arah Andi.
"Rahasia dong," jawab Andi yang mempertahankan senyumannya.
"Tumben kamu mau ngasih kejutan buat aku," ucap Vita heran.
"Sekali-kali gak papakan aku ngasih kejutan," ujar Andi sambil mengambil kursi roda.
"Apakah Mas Andi mencintaiku? Makanya sekarang dia mulai perhatian bahkan memberikan aku sebuah kejutan?" tanya Vita dalam hati.
Andi menggendong Vita ke kursi roda lalu mendorongnya menuju ruang tamu.
"Hey Boy," sapa Angga sinis.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Vita bingung sedangkan Andi sudah bergabung dengan Axel dan juga Angga.
"Aku yang membawanya ke sini," ujar Andi sinis.
__ADS_1
"Buat apa kamu bawa dia ke sini?!" bentak Vita yang membuat Angga kaget. Karena ini pertama kalinya ia melihat secara langsung sikap Vita.
"Untuk membuktikan kejahatan kamu tentunya, emang buat apalagi aku mau ikut mereka ke sini," jawab Angga yang tak kalah sinisnya. Sekarang ia sangat jijik melihat Vita yang sudah cacat ri tambah sikapnya yang sungguh buruk. Angga beruntung tidak menikah dengan Vita. Jika ia menikah dengannya, entah bagaimana hidupnya. Mungkin bukan bahagia yang ia dapatkan tapi sengsara.
"Vita saya sudah tau semua kebusukan kamu. Saya tau bahwa kamu menyuruh Angga untuk menabrak Andi lalu kamu menyelamatkan agar Andi berhutang budi sama kamu. Sungguh cara yang sangat licik. Sekarang liat, lihat bagaimana kondisi kamu saat ini. Kaki yang lumpuh, tangan yang hanya tinggal satu. Kau bukan lagi wanita yang sempurna. Kami hanya gadis cacat yang mempunyai sifat seperti binatang.
Aku tak yakin akan ada seseorang yang mau hidup denganmu. Tak akan ada orang yang mau menikah dengan gadis cacat, pemalas, licik dan juga kejam.
Kamu akan hidup sendiri sebatang kara karena orang tua kamu pun juga tak peduli. Kau akan menghabiskan sisa umurmu seorang diri, tanpa ada orang-orang yang menyayangi mu.
Sungguh miris, seorang wanita cantik, pintar dan juga seorang dokter yang sangat di sukai banyak orang dan di puji oleh banyak pasien. Sekarang, menjadi wanita cacat, yang gak di perduli kan lagi. Jangankan di puji, bahkan aku yakin tak akan ada orang yang akan menoleh sama kamu," ucap Axel dengan kata-kata pedasnya. Karena ia sangat kesal bahkan sangat benci kepada wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan saudara kembarnya.
"Dan mulai saat ini, aku akan kembali ke kontrakanku, aku gak mau tinggal dengan wanita licik seperti kamu," ucap Andi. Ia pergi ke kamarnya, kamar yang ia tempati selama tinggal di rumah Vita. Ia memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas lalu berkumpul lagi dengan Axel dan Angga
"Aku bersyukur Vit, aku gak nikah sama kamu. Aku bersyukur karena sekarang aku sudah tau bagaimana sikap kamu yang sesungguhnya. Aku menyesal pernah menyukai wanita kejam seperti kamu," ujar Angga yang membuat Vita hanya diam karena ia bingung mau ngomong apa. Rahasianya sudah terbongkar, Andi sudah tau semuanya.
"Aku akan pergi dan aku gak akan kembali lagi ke sini ataupun menjengukmu walaupun hanya sebentar," ujar Andi ketus.
"Mas, maafkan aku. Tinggallah di sini bersamaku. Aku mohon, aku janji gak akan memperlakukan kamu dengan buruk lagi. Aku janji mas," ucap Vita berharap Andi menuruti keinginannya seperti biasanya.
__ADS_1
"Maaf, aku gak bisa," ucap Andi.
Lalu mereka pun (Andi, Axel dan Angga) pergi dari rumah itu tanpa melihat ke arah Vita. Andi bahagia karena akhirnya ia bisa lepas dari semua masalahnya dan sekarang ia akan fokus mendapatkan Alexa kembali dan menjadikan dia istri satu-satunya dunia akhirat.